Gejala DBD yang Wajib Diketahui

Gejala DBD yang Wajib Diketahui

Gejala DBD yang Wajib Diketahui – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang gejala penyakit dbd yang sering kali diabikan dan tidak disadari.

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang satu ini. Apalagi di saat musim hujan tiba, banyak orang yang mengalami gejala DBD atau demam berdarah dengue.

Namun sayangnya masih banyak orang yang suka mengabaikan penyakit ini. Agar tidak terlambat, yuk kita kenali gejala DBD atau demam berdarah berikut ini!

Apa itu DBD?

Gejala DBD (demam berdarah) sering kali disalahpahami oleh kebanyakan orang, karena gejalanya hampir mirip dengan penyakit flu ataupun virus lainnya.

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes aegypty.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang dibawa oleh nyamuk. Penyakit ini seringkali ditemukan di daerah beriklim tropis seperti salah satunya Indonesia. Penyakit ini jika tidak ditangani dengan serius dapat berakibat fatal.
Karakteristik nyamuk demam berdarah

 

Penyebab utama dari penyakit demam berdarah adalah nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini sangat mudah dikenali, karena memiliki ciri khas yang berbeda dengan nyamuk lainnya. Nyamuk Aedes aegypti memiliki garis loreng putih di bagian kakinya.

Mengutip dari Dengue Virus, nyamuk yang memiliki ukuran 4 hingga 7 milimeter tersebut sangat aktif di pagi dan siang hari. Sayangnya, kebanyakan masyarakat sering salah kaprah bahwa nyamuk ini adalah hewan yang aktif pada malam hari.

Selain itu, ada beberapa karakteristik lain dari nyamuk demam berdarah, yaitu:

 

Nyamuk demam berdarah sangat aktif di kawasan tropis dan sub-tropis, seperti Asia, Afrika, dan Amerika Selatan
Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang menggigit manusia. Nyamuk jantan hanya makan buah
Dengungan nyamuk Aedes aegypti lebih nyaring dan ‘berisik’ daripada nyamuk lain
Mulut dari nyamuk demam berdarah berbentuk runcing, sehingga memudahkan untuk menggigit dan mengisap darah manusia
Mulut yang tajam dari nyamuk Aedes aegypti berisi virus dengue yang secara otomatis akan menyebar ke pembuluh darah manusia
Badan nyamuk Aedes aegypti menyerupai bentuk kecapi di bagian dada-nya.
Nyamuk demam berdarah betina lebih suka hidup di air atau genangan yang bersih

Gejala demam berdarah

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui bahwa gejala demam berdarah adalah meningkatnya suhu badan. Padahal, masih ada gejala demam berdarah lain yang perlu diwaspadai. Berikut beberapa gejala DBD (demam berdarah) yang harus kamu perhatikan:

Baca Juga:Tips Menjaga Kesehatan Jantung

1. Demam tinggi secara mendadak dan mempunyai ciri pelana kuda

Demam memang merupakan salah satu penyakit biasa yang bisa terjadi kepada siapa saja, tetapi bisa saja demam tinggi ini menjadi salah satu gejala awal kamu terinfeksi demam berdarah.

Perbedaannya jika kamu terkena penyakit ini biasanya akan terjadi secara tiba-tiba dengan suhu bisa mencapai 40 derajat Celcius. Demam ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari.

Biasanya dihari ke-3 sampai ke-4, biasanya tiba-tiba demam akan menurun dengan sendirinya lalu naik kembali. Tetapi jangan sampai keliru, itu menandakan bahwa kamu akan masuk ke dalam fase selanjutnya.
2. Nyeri otot

Setelah fase demam 2 hingga 7 hari, biasanya kamu akan disertai dengan nyeri otot. Biasanya kamu akan merasakan demam disertai tubuh menggigil dan berkeringat. Jika hal ini terjadi secara bersamaan, kemungkinan besar kamu terkena penyakit ini.

Rasa nyeri akan membuat tubuh penderita mengalami nyeri pada bagian sendi dan otot di seluruh tubuh. Hal ini pastinya membuat penderita merasa tidak nyaman dan stres.
3. Mual dan muntah

Biasanya penderita akan mengalami masalah pencernaan seperti mual dan muntah yang berlangsung selama 2 hingga 4 hari. Sakit perut yang tidak biasa yang membuat penderita akan mengalami mual dan muntah.
4. Sakit kepala dan sakit mata pada bagian belakang

Biasanya orang yang terkena penyakit ini akan merasakan sakit kepala parah setelah beberapa jam mengalami demam. Rasa sakit tersebut dirasakan di sekitar dahi dan juga sakit pada bagian belakang mata.

Rasa ini akan membuat penderita mulai kesulitan menjalankan aktivitasnya seperti bekerja, berjalan, berpikir, dan sebagainya.

Gejala Penyakit Sifilis Dan Cara Mengatasinya

Gejala-Penyakit-Sifilis-Dan-Cara-Mengatasinya

duniiakesehatan – Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit, sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian bayi. Oleh karena itu, semakin dini diagnosis dan pengobatannya, semakin mudah sifilis disembuhkan.

Gejala Sifilis

Gejala sipilis atau sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Sifilis primer

Sifilis jenis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.

  • Sifilis sekunder

Sifilis jenis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.

  • Sifilis laten

Sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.

  • Sifilis tersier

Sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

Baca Juga :Tips Merawat Kesehatan Telinga Agar Tetap Sehat

Penyebab Sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis. Meski demikian, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, sifilis rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Diagnosis Sifilis

Untuk mengetahui seseorang menderita sifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka. Tes darah untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sementara pemeriksaan cairan luka guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab sifilis (sipilis).

Pengobatan Sifilis

Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik penisilin. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter

memastikan infeksi sudah sembuh.

Pencegahan Sifilis

Penularan sifilis dapat dicegah dengan perilaku seks yang aman, yaitu setia pada 1 pasangan seksual atau menggunakan kondom. Selain itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis atau sipilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit ini.

Infeksi Kulit Gatal Dan Cara Mengatasinya

Infeksi-Kulit-Gatal-Dan-Cara-Mengatasinya

duniiakesehatan – Umumnya gatal selangkangan merupakan infeksi jamur di bagian terluar dari kulit. Infeksi yang juga dikenal sebagai tinea cruris ini bisa pula mengenai bagian terluar dari rambut atau kuku.

Selangkangan merupakan salah satu lokasi jamur berkembang biak dengan cepat karena lembap dan hangat. Area lainnya yang menjadi tempat berkembangnya jamur dengan cepat, antara lain paha bagian dalam dan bokong. Infeksi jamur pada selangkangan juga tidak jarang disertai rasa nyeri.

 

Khususnya bagi penderita diabetes dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gatal pada selangkangan akibat infeksi jamur.

Selain infeksi jamur, penyebab lain dari gatal pada selangkangan adalah iritasi dari pakaian dalam yang terlalu ketat, infeksi bakteri pada vagina wanita, infeksi kulup pada pria akibat kurang bersih, kudis dan infeksi bakteri seperti molluscum contagiosum.

 

Bagi mereka yang aktif secara seksual, gatal pada selangkangan bisa terjadi akibat penyakit menular seksual seperti herpes genital, sifilis, infeksi kutu, granuloma inguinale, dan kutil

 

Cara Mengatasi

Timbulnya rasa gatal yang mengganggu dapat membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Hal ini bisa diatasi dengan obat-obatan. Namun, obat gatal harus sesuai dengan penyebabnya. Untuk mengatasi gatal pada selangkangan akibat jamur, dapat menggunakan krim atau bedak antijamur. Sebaiknya cuci bersih area yang terkena infeksi dengan sabun dan air sebelum Anda menggunakan krim atau bedak antijamur. Gunakan secara merata dan teratur.

 

Ikuti petunjuk pemakaian dengan tepat. Meski gejala mereda, jangan hentikan penggunaan krim atau bedak antijamur terlalu cepat. Tetap ikuti durasi penggunaan sesuai yang disarankan pada label produk.Ini supaya infeksi tidak kembali lagi.

Ketika gatal pada selangkangan akibat jamur ini digaruk, maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri. Jika ini terjadi, kemungkinan akan diperlukan pengobatan antibiotik. Namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan antibiotik harus selalu di bawah pengawasan dokter.

 

Pengobatan untuk gatal pada selangkangan perlu dilakukan sesuai dengan penyebab dasarnya. Jika Anda ragu mengenai penyebabnya, periksakan diri ke dokter. Dengan memeriksakan diri ke dokter dan menjalani tes medis yang sesuai, penyebab dasarnya bisa diketahui dan Anda pun bisa menerima pengobatan yang tepat.

Penyakit menular seksual umumnya memerlukan campur tangan dokter, contohnya, resep antibiotik untuk sifilis dan prosedur medis pengangkatan kutil.

 

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Meski gatal selangkangan akibat jamur tidak berbahaya, namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera menemui dokter, seperti:

 

  • Gejala tidak membaik dalam waktu dua minggu, bahkan setelah menggunakan krim atau bedak antijamur.
  • Gatal pada selangkangan terjadi secara berulang-ulang.
  • Infeksi tampak makin parah.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut, dokter bisa melakukan pemeriksaan disertai pengambilan sampel kulit di area yang bermasalah.

Baca Juga : Penyebab Dan Cara Pencegahan Penyakit Yang Tidak Menular

 

Upaya Pencegahan

 

Menjaga area selangkangan tetap bersih dan kering merupakan salah satu kunci untuk mencegah infeksi jamur. Keringkan dengan seksama setelah Anda mandi. Selain itu beberapa upaya lain meliputi:

  • Jangan berbagi baju atau handuk dengan orang lain.
  • Hindari terlalu lama mengenakan pakaian atau celana lembap atau basah, misalnya setelah Anda berolahraga atau berenang.
  • Pilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun.
  • Jangan gunakan pakaian dalam atau celana yang terlalu ketat.
  • Segera cuci pakaian, pakaian dalam, kaus kaki, atau handuk tiap kali setelah dipakai.
  • Ketika berada di kamar mandi yang digunakan untuk umum, gunakan alas kaki.
  • Hindari penyebaran infeksi jamur dari kaki ke area lain, termasuk selangkangan. Keringkan bagian kaki dengan handuk pada bagian akhir setelah selesai menggunakannya pada tubuh. Lalu gunakan kaus kaki sebelum Anda mengenakan celana, untuk meminimalisasi penularan.
  • Gunakan kondom ketika berhubungan intim dengan orang yang tidak diketahui riwayat seksualnya.
  • Ketika berbelanja untuk pakaian dalam dan renang, hindari untuk mencobanya secara langsung. Cuci terlebih dahulu sebelum memakai pakaian dalam dan renang yang baru dibeli.

Meski mengganggu, tidak perlu khawatir berlebihan jika Anda mengalami gatal selangkangan. Utamakan kebersihan diri, selain memberikan pengobatan yang tepat.

Penyebab Dan Cara Pencegahan Penyakit Yang Tidak Menular

Penyebab-Dan-Cara-Pencegahan-Penyakit-Yang-Tidak-Menular

duniiakesehatan – Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak menular dan bukan disebabkan oleh penularan vektor, virus atau bakteri, namun lebih banyak disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup.

WHO (World Health Organozation) menyebutnya “Non Communicable Disease (NCD) is a disease that is not transmissible directly from one person to another”; adalah penyakit yang tidak menular langsung dari satu orang ke orang lain. Dominasi masalah kesehatan di masyarakat saat ini mulai bergeser dari penyakit menular menjadi ke arah penyakit tidak menular. Penyebab kematian utama penduduk semua golongan umur pada saat ini disebabkan oleh PTM secara berurutan yaitu stroke, hipertensi, diabetes mellitus, tumor ganas/kanker, penyakit jantung dan pernafasan kronik

 

Penyakit Tuidak Menular (PTM) itu adalah :

  • Penyakit yang tidak ditularkan dari orang ke orang, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis).
  • Penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman termasuk penyakit kronis degeneratif antara lain penyakit Jantung, Stroke, Diabetes Mellitus, Kanker, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Cedera dan Gangguan Indera dan
  • Fungsional.
  • Penyakit yang disebabkan oleh perilaku dan lingkungan yang tidak sehat.

Faktor Risiko Bersama Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dapat menjadi penyebab adalah :

  • Merokok; merokok dan menggunakan roko elektrik dapat menyebabkan keruskan pada pembuluh darah.
  • Kurang Aktifita Fisik; menyebabkan penumpukan lemak dan mengurangi kebugaran tubuh.
  • Kurang Konsumsi Buah dan Sayuran; menyebabkan kekurangan serat yang bermanfaat untuk kesehatan.
  • Konsumsi Alkohol; memilki dampak terhadap kesehatan hati, ginjal, otak, dll.

Jenis PTM (Penyakit Tidak Menular) antara kain adalah :

  • Obesitas; kelebihan berat badan dari berat badan ideal.
  • Diabetes; penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.
  • Stroke; kondisi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak.
  • Penyakit Jantung; jantung koroner terjadinya penyumbatan aliran darah pada arteri koroner.
  • Hipertensi; peningkatan tekanan darah yang dapat menimbulkan kerusakan pada organ lain; ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke).
  • Kanker Payudara; adanya tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.
  • Kanker Leher Rahim; tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim.
  • Asma; kelainan berupa peradangan kronik saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas.
  • PPOK; Penyakit Paru Obstruktif Kronik, adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang tidak sepenuhnya bisa kembali normal

Baca Juga : Penyebab Dan Cara Pencegahan Penyakit Yang Tidak Menular

Pencegahan :

Perilaku hidup sehat seperti : tidak merokok, konsumsi sayur dan buah lebih dari 5 porsi per hari, konsumsi garam tidak lebih dari 1 sendok the per orang per hari, konsumsi gula tidak lebih dari 4 sendok makan per orang per hari, konsumsi lemak (minyak) tidak lebih dari 5 sendok makan perorang perhari, aktifitas fisik minimal 30 menit per hari sebanyak 3-5 kali per minggu, tidak mengonsumsi alkohol dan kendalikan stres.
Lingkungan yang sehat : bebas polusi udara, kendaraan yanglayak jalan, fasilitas umum untuk aktifitas fisik seperti tempat bermain dan olahraga.
Menjaga kondisi tubuh seperti : berat badan ideal, gula darah normal, kolesterol dan tekanan darah normal.
Pengendalian faktor risiko dengan menerapkan perilaku CERDIK :

C : Cek kondisi kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin aktifitas fisik
D : Diet sehat dengan kalori seimbang
I : Istirahat yang cukup
K : Kendalikan stress

Skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular seperti pengukuran tekanan darah, Gula darah sewaktu, Indeks Massa Tubuh dan lain-lain dapat dilakukan secara
mandiri oleh setiap orang.

 

Rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk pencegahahn Penyakit Tidak Menular; sbb :

  • Tidak merokok.
  • Batasi Konsumsi Gula Garam Lemak Berlebihan
  • Rajin konsumsi buah dan sayur
  • Rajin Aktifitas Fisik
  • Cek Kesehatan secara teratur

6 Penyakit Yang Mematikan Dan Tidak Menular

6-Penyakit-Yang-Mematikan-Dan-Tidak-Menular

duniiakesehatan – Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan sedikitnya ada 1,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tidak menular. Kebanyakan penyakit tidak menular bersifat menahun (penyakit kronis).

Ketahui Lebih Jauh Seputar Penyakit Tidak Menular dan Faktor Risikonya
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular, di antaranya faktor genetik atau turunan, usia lanjut, serta faktor lingkungan, seperti polusi.

Selain itu, penyakit tidak menular juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memilki gaya hidup kurang sehat, misalnya:

  • Kurang olahraga
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol

Pola makan tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi kolesterol, garam dan gula, serta kurang mengonsumsi sayur dan buah

6 Jenis Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi
Penyakit tidak menular (PTM) dapat menyerang semua organ tubuh. Oleh karena itu, ada banyak jenis penyakit tidak menular yang bisa terjadi.

Namun, dari sekian banyak jenis penyakit tidak menular tersebut, ada beberapa penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan kematian, yaitu:

 

1. Penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok penyakit pada jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan kategori penyakit kronis penyebab kematian nomor satu di dunia. Munculnya penyakit ini berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi, obesitas, serta aterosklerosis.

Penyakit kardiovaskular ini terdiri dari beberapa jenis dan kebanyakan penyakit ini membahayakan nyawa penderitanya. Jenis penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi dan banyak menyebabkan kematian adalah serangan jantung, penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.

 

2. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Diabetes bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup kurang sehat, seperti jarang olahraga, dan sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan berlemak.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan berbagai komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, infeksi berat, ketoasidosis diabetik, dan hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS).

 

3. Kanker
Kanker merupakan penyakit tidak menular dengan angka kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Di Indonesia, jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada pria adalah kanker paru-paru, kanker prostat, dan kanker kolorektal, sedangkan pada wanita, jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian adalah kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker serviks.

 

Baca Juga : Tips Melakukan Seks Sehat

 

4. Gangguan pernapasan kronis
Gangguan pernapasan kronis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini paling sering terjadi akibat kebiasaan merokok, paparan asap rokok, atau sering menghirup udara kotor yang tercemar polusi.

Beberapa jenis penyakit tidak menular yang menyerang saluran pernapasan di antaranya adalah:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Asma
  • Hipertensi pulmonal
  • Penyakit paru-paru akibat kerja, misalnya terlalu sering menghirup gas beracun atau zat berbahaya di tempat kerja

Jika tidak diobati, penyakit-penyakit di atas dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat yang bisa memicu terjadinya gagal napas. Hal ini berpotensi tinggi menyebabkan kematian.

 

5. Penyakit ginjal
Ada beberapa macam penyakit ginjal. Dua di antaranya yang paling banyak menyebabkan kematian adalah penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal akut. WHO memperkirakan ada sekitar 5–10 juta orang yang meninggal akibat penyakit ginjal di seluruh dunia setiap tahunnya.

Banyak penderita penyakit ginjal yang membutuhkan penanganan seumur hidup. Salah satunya adalah dengan menjalnai cuci darah atau hemodialisis. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ginjal bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang berisiko tinggi menyebabkan kematian.

 

6. Gangguan mental
Ganggguan mental merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering kali dianggap tidak serius. Hal ini dikarenakan masih banyaknya orang yang kurang memahami atau bahkan memberikan stigma terhadap masalah kesehatan mental.

Menurut WHO, angka kematian akibat gangguan jiwa cukup tinggi. Diperkirakan setidaknya ada 8,6 juta penderita gangguan mental yang meninggal setiap tahun di seluruh dunia.

Dari sekian banyak jenis gangguan mental yang ada, beberapa yang paling sering menyebabkan kematian dini adalah depresi berat, skizofrenia, dan gangguan bipolar. Sebagian besar penyebab kematian pada penderita gangguan mental adalah bunuh diri dan penyalahgunaan narkoba.

 

Selain penyakit yang telah disebutkan di atas, kecelakaan transportasi dan kecelakaan akibat kerja juga menjadi kondisi medis yang banyak menyebabkan kematian. Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kecelakaan transportasi dan kecelakaan akibat kerja termasuk dalam 10 besar penyebab kematian tertinggi secara nasional.

Sebagian orang menderita penyakit tidak menular karena faktor keturunan. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki keluarga yang memiliki penyakit tertentu, misalnya penyakit jantung, diabetes, atau kanker, maka Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

Penyakit tidak menular memang tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, risiko Anda untuk terkena penyakit ini bisa dikurangi dengan cara menjauhi faktor risikonya, yakni melalui penerapan pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan rutin olahraga atau menjalani aktivitas fisik.

Selain itu, rutin melakukan pemeriksan kesehatan rutin juga penting dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit tidak menular sedini mungkin agar dokter dapat menentukan langkah penanganan yang tepat untuk mengatasi penyakit tersebut.

HPV dan Efek Sampingnya

HPV dan Efek Sampingnya

duniiakesehatan.com Apa itu vaksin HPV? Sebelumnya HPV? HPV adalah penyakit menular seks yang disebabkan oleh seks oral. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai HPV dan Efek Sampingnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai HPV dan Efek Sampingnya

Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang diciptakan khusus untuk mencegah infeksi virus HPV atau human papillomavirus.Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menjadi penyebab berbagai jenis penyakit infeksi, terutama yang berkaitan dengan alat kelamin. Ya, HPV memang umumnya ditularkan dari satu individu ke individu lainnya melalui hubungan seksual, baik itu penetrasi maupun seks oral.

Fungsi vaksin HPV berfungsi sebagai ‘benteng’ pertahanan tubuh terhadap risiko infeksi jenis virus yang satu ini. Vaksin ini pun sudah terbukti dapat mencegah—atau setidaknya meminimalisir—kemunculan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Vaksin ini umumnya diberikan pada kaum hawa, kendati para pria juga bisa menggunakan vaksin ini sebagai proteksi diri.

Tujuan Pemberian Vaksin HPV
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian vaksin HPV bertujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Hal ini menjadi penting dikarenakan virus HPV menjadi biang keladi dari sejumlah penyakit kelamin dari mulai yang bersifat sedang hingga berat dan bisa mengancam keselamatan jiwa sekalipun.
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV antara lain sebagai berikut:

  • Kutil pada alat kelamin
  • Kanker serviks
  • Kanker penis
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker lidah
  • Kanker anus
  • Kanker vulva

Melihat penyakit yang ditimbulkan oleh virus HPV, sebaiknya pastikan Anda dan keluarga melakukan vaksinasi virus HPV ini.

Kapan Sebaiknya Vaksin HPV Diberikan?
Oleh karena penyebaran virus HPV adalah melalui aktivitas hubungan seksual, maka waktu terbaik untuk memberikan vaksin HPV ini adalah ketika seseorang belum aktif melakukan hubungan seksual tersebut, yakni ketika masih berusia anak-anak.Idealnya, vaksin HPV sudah diberikan dari semenjak seseorang berusia 11 hingga 12 tahun. Akan tetapi, sah-sah saja jika jenis vaksin yang satu ini diberikan lebih awal lagi yakni saat anak baru berumur 9 tahun.Mengapa vaksin ini sebaiknya diberikan saat seseorang masih berusia anak-anak dan belum aktif melakukan hubungan seksual? Hal ini mengacu pada 2 (dua) hal, yaitu:

  • Efektivitasnya tidak optimal (atau bahkan tidak bekerja sama sekali) jika diberikan pada orang yang sudah aktif melakukan hubungan seksual
  • Respons tubuh terhadap vaksin ini lebih baik ketika masih berusia muda ketimbang pada saat berusia dewasa

Sementara itu terkait dengan dosis vaksin, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic menyarankan agar pemberian vaksin human papillomavirus untuk anak laki-laki dan perempuan usia 11-12 tahun sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pemberian vaksin ini harus dilakukan secara konsisten agar indikasinya tetap terasa.

Baca Juga : Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Pemberian Vaksin HPV
Pemberian vaksin melalui sejumlah tahapan. Berikut ini adalah tahapan pemberian vaksin HPV yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah pakai yang berujung pada tidak efektifnya kerja vaksin.

1. Pra Pemberian Vaksin HPV
Sebelum memberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan Anda.Dokter perlu memastikan bahwa Anda berada dalam kondisi sehat. Selain itu, apabila ternyata Anda sudah pernah melakukan vaksinasi virus HPV sebelumnya, dokter akan bertanya apakah vaksin menimbulkan gejala efek samping seperti reaksi alergi dan sebagainya.

2. Pemberian Vaksin HPV
Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan Anda layak untuk diberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan segera melakukan prosedur pemberian vaksin.Vaksin yang berupa cairan injeksi akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular), tepatnya di bagian lengan atas.

Dosis vaksin HPV pun tergantung usia:

  • Usia 11 – 12 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan dosis ke-2 adalah 6 bulan
  • Usia 9 – 10 tahun dan 13-14 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 6-12 bulan
  • Usia 15 – 26 tahun, 3 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 2 bulan, sementara jarak antara dosis ke-2 dan ke-3 adalah 6 bulan

Dosis ini bisa saja berbeda dengan yang diberikan oleh dokter Anda. Pastikan dokter memberikan dosis yang tepat dan patuhi semua prosedurnya.

3. Pasca Pemberian Vaksin HPV
Pasca vaksin disuntikkan, dokter akan meminta Anda untuk beristirahat sejenak terlebih dahulu.Perlu diketahui, vaksinasi HPV yang Anda lakukan juga harus ditunjang dengan rutin melakukan pemeriksaan medis, misalnya pap smear untuk kasus kanker serviks. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat (termasuk untuk urusan seksualitas) juga harus menjadi suatu kewajiban.

Efek Samping Pemberian Vaksin HPV
Vaksin ini tak lepas dari gejala efek samping pasca pemakaian. Beberapa contoh gejala efek samping vaksin HPV adalah:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri pada area bekas suntik
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan (diare)
  • Reaksi alergi (kulit gatal, pembengkakan, dsb.)

Oleh karena itu, dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidak langsung beranjak dari rumah sakit atau klinik pasca vaksinasi dilakukan. Hal ini merupakan bentuk antisipasi manakala terjadi gejala efek samping di atas sehingga dokter bisa langsung melakukan tindakan medis.

Kontraindikasi Vaksin HPV
Sayangnya, tidak semua orang bisa diberikan vaksin ini. Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan seseorang mendapatkan vaksin human papillomavirus adalah:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan vaksin human papillomavirus
  • Wanita hamil
  • Mengalami penyakit berat

Segera lakukan vaksinasi virus HPV dan terapkan seks yang sehat dan aman. Semoga bermanfaat!

Berhenti Bangun Tengah Malam

Berhenti Bangun Tengah Malam

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Berhenti Bangun Tengah Malam. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Bisa Berhenti Bangun Tengah Malam

1. Tidak makan makanan pedas sebelum tidur
Salah satu alasan mengapa Anda sering terbangun tengah malam yaitu karena keinginan untuk buang air kecil. Keinginan tersebut mau tidak mau harus dituntaskan jika Anda tidak ingin urine tersebut membasahi kasur Anda.Ada beberapa alasan mengapa ingin buang air kecil bisa muncul ketika Anda tidur, salah satunya yaitu makan makanan pedas.Makan makanan pedas termasuk salah satu jenis makanan yang perlu dihindari sesaat sebelum tidur.Hal ini dikarenakan makanan pedas dapat mengiritasi kandung kemih. Selain itu, makanan pedas cenderung membuat produksi keringat lebih banyak sehingga membuat tidur Anda menjadi kurang nyaman.

2. Meditasi
Apabila insomnia menjadi dalang yang membuat Anda sering terbangun pada tengah malam ,mungkin meditasi adalah solusinya.Menurut The National Sleep Foundation, merilekskan diri sebelum tidur dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Bahkan, membuat Anda lebih mudah untuk tertidur.Selain aman dan mudah dilakukan sebelum tidur, meditasi juga dapat menurunkan tekanan darah dan membantu meredakan rasa sakit serta depresi.Caranya cukup mudah. Anda bisa memulai latihan meditasi dengan mencari tempat yang nyaman untuk duduk atau berbaring.Kemudian, tutup mata dan ambil serta buang napas secara lambat dan dalam. Pusatkan konsentrasi pada bagaimana Anda mengambil dan mengembuskan napas.Usahakan agar pikiran Anda tidak ke mana-mana dan lakukan meditasi selama 4-5 menit agar Anda tidak sering terbangun tengah malam.

3. Tidur dengan suhu kamar yang ideal
Kamar dengan suhu yang terlalu panas dapat membuat Anda berkeringat. Terutama setelah mengonsumsi makanan pedas yang akan memperburuk kualitas tidur Anda.Anda bisa mendinginkan kamar dengan menggunakan kipas angin atau menyalakan pendingin ruangan. Suhu ideal kamar untuk tidur agar tidak sering terbangun tengah malam karena kepanasan adalah 20-23°C.Hal ini dikarenakan ketika Anda akan tidur, suhu tubuh yang ingin dicapai oleh otak Anda akan menurun, alias ingin suhu tubuh lebih dingin.Maka itu, sangat disarankan untuk mengubah kamar Anda menjadi nyaman dengan mengatur suhu ruangan menjadi dingin.

4. Konsumsi makanan berat saat sarapan
Selain insomnia dan berkeringat pada malam hari, sering terbangun pada tengah malam juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan.Gangguan pencernaan ini dapat berupa diare, perut kembung, hingga buang gas alias kentut.Salah satu cara agar masalah pencernaan ini tidak terjadi ketika Anda tidur adalah makan makanan berat saat sarapan atau makan siang.Hal ini bertujuan agar Anda tidak perlu lagi makan malam yang bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan dan membuat Anda sering terbangun tengah malam.Makan lebih banyak di pagi hari mungkin terasa terlalu berat dan takut membuat kantuk saat bekerja semakin cepat datang.Kenyataannya, banyak orang yang mengaku bahwa sarapan dengan makanan yang lebih bernutrisi dan berat justru mengurangi keinginan mereka untuk makan di waktu berikutnya.Oleh karena itu, sarapan dengan makanan yang lebih berat dapat membantu Anda untuk mengontrol asupan makanan pada waktu makan selanjutnya.Jika Anda masih lapar pada malam hari, mungkin mengonsumsi makanan ringan, seperti buah atau camilan sehat lainnya dapat membantu.

Baca Juga : Masukin Jari Yang Aman Bikin Pasangan Melayang

5. Mengurangi jam tidur siang
Bagi Anda yang sering tidur siang lebih dari 3 jam, mungkin sudah saatnya untuk mengurangi durasinya.Tujuannya tentu saja agar jam tidur malam Anda tidak terganggu. Selain itu, tidur siang setelah jam 3 sore sebenarnya hanya akan mengacaukan jam tidur di malam hari.Misalnya, Anda tidur dari jam 4 sampai 5 sore dan terbiasa tidur jam 9 malam. Ketika sudah saatnya tidur pada malam hari, Anda menjadi tidak mudah tertidur atau sering terbangun karena terlalu banyak tidur siang.

Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

Punya jerawat di wajah memang mengganggu penampilan dan bikin kita kurang percaya diri. Akibatnya, tidak sedikit orang yang rela melakukan berbagai cara untuk menyamarkannya. Salah satunya dengan memakai makeup saat ke luar rumah. Namun, apakah aman menutupi jerawat pakai makeup? Berikut penjelasannya.

Amankah menutupi jerawat pakai makeup?
Makeup bukan cuma bertujuan untuk mempercantik diri, tapi juga sering diandalkan sebagai jalan pintas untuk menutupi jerawat. Biasanya, kebanyakan wanita menggunakan foundation atau concealer yang ampuh menyamarkan jerawat dalam sekejap.Akan tetapi, pakai makeup untuk menutupi jerawat ternyata tidak selamanya jadi cara yang tepat, lho. Menurut Mona Gohara, M.D., seorang ahli dermatologi dari Yale School of Medicine, Amerika Serikat, beberapa jenis makeup memang dapat membantu menyamarkan jerawat, tapi pada saat bersamaan juga memperparah jerawat.Hal ini turut disetujui oleh Shereene Idriss, M.D., seorang ahli dermatologi dari Union Square Laser Dermatology di New York. Menurutnya, ada bahan-bahan tertentu di dalam makeup yang dapat menyumbat pori-pori dan memperparah peradangan (breakout) jerawat.Salah satu contohnya adalah foundation berbasis minyak atau air. Meski memang ampuh menutupi jerawat, kandungan minyak di dalamnya dapat semakin memperburuk jerawat di wajah. Apalagi kalau digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga : Cara Melenyapkan Jerawat Bandel

Anda boleh pakai makeup saat jerawatan, asal….
Menurut American Academy of Dermatology, Anda sebetulnya boleh saja, kok, menutupi jerawat pakai makeup. Akan tetapi, perhatikan dulu jenis makeup yang Anda gunakan.Foundation sebetulnya bukan satu-satunya produk makeup yang bisa Anda andalkan. Ahli dermatologi dari McLean Dermatology and Skincare Center, Lily Talakoub, M.D, juga menyarankan Anda untuk menghindari penggunaan primer jika kulit wajah Anda sedang bermasalah.Sebagai solusinya, gunakan concealer bebas minyak yang lebih aman untuk pori-pori wajah. Kalau Anda terbiasa memakai foundation, pilihlah jenis foundation yang bebas minyak dan bersifat non-komedogenik yang tidak memicu timbulnya komedo.Yang terpenting, gunakan makeup hanya pada saat dibutuhkan saja. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi wajah, khususnya jerawat, untuk bernapas. Semakin banyak paparan oksigen yang mengenai jerawat, maka proses penyembuhannya pun bisa jadi lebih cepat.Begitu selesai beraktivitas, segeralah cuci muka menggunakan pelembap bebas minyak dan bersifat non-komedogenik. Bersihkan juga kuas-kuas makeup yang baru saja Anda gunakan sebelum digunakan lagi esok hari.

Cara Melenyapkan Jerawat Bandel

Cara Melenyapkan Jerawat Bandel

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Cara Melenyapkan Jerawat Bandel. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Cara Melenyapkan Jerawat Bandel

1. Pakai obat jerawat
Obat oles masih menjadi cara paling ampuh untuk menghilangkan jerawat membandel. Ada dua pilihan obat jerawat yang bisa Anda gunakan, dari resep dokter atau beli sendiri di pasaran.Jika ingin mengatasi jerawat dengan produk bebas (nonresep), pilihlah yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat. Benzoil peroksida dianggap sebagai penangkal jerawat pustula (bintil jerawat berisi nanah) yang paling efektif. Benzoil peroksida juga membantu membasmi bakteri penyebab jerawat, menghilangkan kelebihan minyak, dan mengelupaskan sel kulit mati yang bisa menyumbat pori.Sementara itu, asam salisilat biasanya paling bagus untuk membasmi jerawat kecil seperti whitehead dan blackhead. Asam salisilat juga bisa membantu mencegah komedo muncul di kemudian hari.

Apabila ingin berobat ke dokter, obat jerawat yang biasanya diresepkan bisa juga berupa obat oles dengan kandungan sama maupun obat oral (minum). Misalnya seperti erythromycin, tetracycline, tretinoin, atau minocycline

2. Pakai masker belerang
Agar upaya menghilangkan jerawat Anda lebih efetif, kombinasikan obat dengan perawatan dari luar seperti masker wajah.Dari berbagai macam pilihan masker, masker belerang terbilang ampuh untuk membuka pori-pori yang tersumbat dan mengurangi peradangan. Alhasil, jerawat yang tadinya bengkak memerah bisa mengempis dan terlihat lebih kecil.Namun ingat, gunakan produk sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan membiarkannya terlalu lama atau menggunakannya terlalu sering dari yang disarankan.

3. Kompres es batu
Kompres es batu bukan cara menghilangkan jerawat yang efektif, tapi memang cukup ampuh untuk mengempiskan jerawat. Sebab dinginnya es batu membantu mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit. Cara ini cocok dicoba untuk mengatasi jerawat batu atau kistik yang berukuran besar.Sebelum mengompres es pada jerawat, bungkus es batu terlebih dahulu dengan kain lembut atau tisu. Kemudian, tempelkan di kulit yang meradang selama 20-30 detik. Ulangi beberapa kali sehari terutama saat jerawat sedang bengkak.

4. Oles tea tree oil
Jika Anda suka dengan perawatan alami, tea tree oil bisa jadi salah satu pilihan cara menghilangkan jerawat di wajah. Tea tree oil membantu mematikan bakteri penyebab bakteri (P. acnes dan S. epidermidis) dan meredakan peradangan pada kulit.Sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bukti bahwa tea tree oil 3,5 kali lebih efektif mengurangi jumlah bintil jerawat. Selain itu, minyak ini juga terbukti 5,75 kali lebih efektif mengurangi keparahan jerawat dibandingkan dengan plasebo.Sebelum menggunakannya, pastikan dulu kulit tidak rentan iritasi terhadap bahan yang satu ini. Anda bisa tes dulu dengan mengoleskan sedikit tea tree oil pada bagian kulit wajah yang tidak bermasalah. Misalnya, rahang. Kemudian diamkan selama kurang lebih 24 jam untuk melihat reaksinya.

Jika tidak ada tanda iritasi atau gatal, tandanya minyak ini cukup aman digunakan untuk mengatasi jerawat meradang.

5. Oles lidah buaya
Gel lidah buaya terbukti membantu melawan bakteri, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka. Dilansir dari penelitian yang diterbitkan di Indian Journal of Dermatology, lidah buaya mengandung lupeol, asam salisilat, urea nitrogen, asam cinnamonic, dan fenol yang bisa menghambat bakteri penyebab jerawat.Gel lidah buaya bisa digunakan ke kulit tanpa campuran apa pun atau berbarengan dengan obat jerawat lainnya. Sebuah penelitian membuktikan, menggunakan gel lidah buaya 50% dengan krim tretinoin lebih efektif dibanding pakai tretinoin saja.

Baca Juga : Minum Boba Bisa Bikin Jerawat

6. Suntik jerawat
Untuk jerawat yang sangat parah, sakit, dan jerawat kistik yang sulit sembuh, suntik jerawat bisa jadi pilihan. Terlebih jika berbagai cara menghilangkan jerawat di atas tidak cukup efektif untuk Anda.Dokter biasanya akan menyuntikkan kortison encer langsung ke jerawat. Setelahnya bengkak dan rasa sakit akan perlahan surut. Jerawat akan kempis total dan hilang dalam waktu 48 jam setelah disuntik.Setelah itu, dokter dapat merekomendasikan kombinasi obat jerawat seperti retinoid dan antibiotik untuk mencegah kemunculan jerawat di kemudian hari.Namun, selalu konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan prosedur yang satu ini.

Kapan harus ke dokter?
Berbagai cara menghilangkan jerawat di atas bisa Anda coba. Namun, tidak semua jerawat bisa diobati dengan cara yang sama. Tidak semua jerawat juga lantas bisa hilang secara instan hanya dengan perawatan rumahan. Jerawat kistik yang menyebar di seluruh wajah biasanya perlu penanganan dokter.Maka apabila Anda telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi jerawat tapi tidak membuahkan hasil, segera konsultasi ke dokter. Apalagi jika Anda telah mencoba perawatan selama 4-6 minggu, tapi kemunculan jerawat justru lebih parah.Tak perlu takut untuk pergi ke dokter kulit. Pasalnya, dokter akan menyesuaikan jenis dan dosis obat sesuai dengan penyebab serta keparahan jerawat yang Anda alami.Jangan khawatir Anda akan ketergantungan obat. Pasalnya, dokter spesialis kulit juga tidak sembarangan memberikan pilihan pengobatan untuk mengatasi masalah wajah Anda.

Vertigo Mabok Tanpa Amer

Vertigo Mabok Tanpa Amer

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai penyakit Vertigo dan cara penanganannya. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Penyakit Vertigo dan cara penanganannya.

Apa itu vertigo?
Vertigo adalah sebuah keadaan di mana penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang. Kondisi ini juga akan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga kesulitan untuk sekadar berdiri atau bahkan berjalan. Cara terbaik untuk menggambarkan vertigo adalah dengan memutar tubuh Anda beberapa kali dan merasakan kondisi yang dihasilkan.

Perlu diketahui, vertigo bukanlah nama penyakit. Namun, sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu.

Apa saja gejala vertigo?
Gejala umum penyakit ini adalah pusing, sensasi kepala berputar atau kepala kliyengan, dan kehilangan keseimbangan. Tanda-tanda tersebut akan memicu penderitanya mengalami sensasi mual, muntah, mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala, bahkan kadang disertai nistagmus (gerakan mata yang tidak normal), telinga berdenging (tinnitus) dan sensasi merasa akan terjatuh. Biasanya, kondisi ini akan hilang timbul dan bisa berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan hari.

Harap konsultasikan ke dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik. Dokter biasanya akan menanyakan gejala Anda, melakukan pemeriksaan sederhana, serta menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama apabila frekuensi Anda mengalami penyakit ini termasuk sering.

Bagaimana cara mengobati vertigo?
Sering kali gejala vertigo akan membaik seiring berjalannya waktu meski tanpa pengobatan, salah satunya dengan beristirahat. Hal ini terjadi karena otak Anda dapat menyesuaikan diri pada perubahan telinga bagian dalam, sebagai upaya menjaga keseimbangan tubuh.

Meski begitu, ada beragam pengobatan yang ditentukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan vertigo yang dialami oleh pasien, di antaranya:

1. Vertigo yang disebabkan karena Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Melakukan beberapa manuver kepala sederhana berikut ini bisa jadi salah satu cara untuk mengatasi sensasi pusing yang Anda alami.

Manuver epley
Duduklah tegak di pinggir kasur Anda dengan tungkai tergantung. Putar kepala Anda 45 derajat ke kiri. Taruh bantal di bawah Anda, jadi ketika Anda berbaring, bantal akan bertumpu di antara bahu dan bukan di bawah kepala Anda.
Segera berbaring, kepala menghadap kasur (tetap dalam sudut 45 derajat). Bantal harus berada di bawah bahu Anda. Tunggu 30 detik.
Putar kepala Anda 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya. Tunggu 30 detik.
Putar kepala dan tubuh Anda dari sisi kiri ke sisi kanan, jadi Anda bisa melihat lantai. Tunggu 30 detik.
Perlahan-lahan duduk lagi, tapi tetaplah di kasur selama beberapa menit.
Ulangi instruksi gerakan dari sisi yang berbeda dan lakukan gerakan ini tiga kali sebelum tidur setiap malamnya, sampai Anda tidak pusing lagi selama 24 jam.

Manuver Foster/Half Somersault
Duduklah bersimpuh dan dongakkan kepala Anda ke atas menatap langit-langit untuk beberapa detik.
Sentuh lantai dengan kepala (keadaan sujud). Selipkan dagu ke dalam dada sehingga kepala Menyentuh atau masuk ke dalam lutut. Tunggu sekitar 30 detik.
Masih dalam posisi bersujud, putar kepala Anda ke arah telinga yang bermasalah (kalau Anda merasa pusing di sisi kiri, putar wajah ke siku kiri). Tunggu 30 detik.
Kemudian dengan gerakan yang cepat, angkat kepala Anda sampai posisinya lurus horizontal dengan punggung Anda. Jaga kepala Anda tetap pada sudut 45 derajat. Tunggu 30 detik.
Setelah itu dengan gerakan yang cepat juga angkat kepala Anda dan duduklah tegak, tapi tetap jaga kepala Anda menghadap bahu pada posisi yang sama dengan telinga yang bermasalah. Lalu, berdilah perlahan.
Anda bisa mengulangnya beberapa kali untuk mengurangi pusingnya. Setelah ronde pertama, istirahatlah selama 15 menit sebelum lanjut lagi ke ronde kedua.

Setelah melakukan beberapa manuver yang sudah di sebutkan di atas, coba untuk tidak menggerakkan kepala Anda terlalu jauh ke atas ataupun ke bawah dalam beberapa saat.Jika Anda tidak merasa lebih baik selama seminggu setelah mencoba latihan tersebut, segeralah bicarakan dengan dokter Anda lagi, dan tanya apa yang sebaiknya Anda lakukan selanjutnya. Anda mungkin tidak melakukan latihan tersebut dengan benar, atau mungkin ada sesuatu lainnya yang menyebabkan sakit kepala Anda.

2. Untuk vertigo yang disebabkan penyakit Ménière

Jika vertigo Anda disebabkan karena penyakit ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan kedua gejala tersebut, yaitu:
Membatasi konsumsi garam dan diuretik untuk mengurangi volume cairan yang tersimpan dalam tubuh
Menghindari kafein, cokelat, alkohol, dan rokok
Melakukan fisioterapi untuk mengatasi gangguan keseimbangan
Akupuntur dan akupresur bagi sebagian orang mampu mengurangi gejala keduanya, namun sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa hal tersebut efektif.

Baca Juga : Lupa Minum Pil Tapi Buang Dalam

3. Mengonsumsi obat tertentu
Untuk mengurangi gejala, dokter dapat memberikan obat vertigo agar Anda merasa lebih nyaman. Beberapa obat yang umumnya digunakan untuk meredakan gejala penyakit ini seperti sakit kepala, mual dan muntah di antaranya: meclizine, promethazine, diphenhydramine, dimenhydrinate, dan lorazepam.Dokter juga akan mempertimbangkan untuk memberikan antibiotik atau steroid yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan penyembuhan infeksi. Sedangkan untuk penyakit Ménière, diuretik (pil air) dapat diresepkan untuk mengurangi tekanan dari penumpukan cairan.Informasi mengenai dosis dan jenis obat lainnya, selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

4. Terapi rehabilitasi vestibular (VRT)
Terapi ini dilakukan jika keluhan yang dialami adalah pusing dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuh. Ini adalah jenis terapi fisik untuk memperkuat sistem vestibular. Secara fungsi, sistem vestibular berperan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi, serta kontrol pergerakan tubuh.

5. Operasi
Jika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang lebih serius, seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi dapat dilakukan untuk membantu meringankan bahkan menyembuhkan