Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

duniiakesehatan.com Siapa yang sangka Goldar ini bisa menjadi Goldar terkuat untuk melawan Flu Perut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut

Kaitan Antara Golongan Darah dengan Flu Perut
Pakar kesehatan menyebut flu perut seringkali dipicu oleh infeksi bakteri norovirus. Bakteri ini memang bisa menyerang sel-sel yang melapisi dinding usus halus. Jika sampai infeksi ini muncul, maka akan menyebabkan peradangan dengan gejala layaknya nyeri perut, demam parah, mual-mual, muntah, dan diare.Penelitian pun dilakukan di Linkoping University, Swedia untuk mengetahui apakah ada orang-orang yang lebih tahan terkena flu perut. Hasilnya adalah, mereka yang memiliki golongan darah B cenderung lebih kebal dan lebih kuat melawan infeksi norovirus. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O, A, serta AB cenderung lebih rentan terkena infeksi bakteri ini sehingga bisa menderita flu perut dengan gejala yang cukup parah.

Mengapa mereka yang bergolongan darah B cenderung lebih kebal dari virus ini? Hal ini disebabkan oleh antigen yang ada pada permukaan sel-sel darah merah. Antigen tak hanya menentukan golongan darah, namun juga molekul yang mempengaruhi respons dari sistem kekebalan tubuh.Antigen biasanya berbentuk protein atau gula. Hanya saja molekul gula ini sama dengan yang bisa ditemukan pada sel-sel usus halus. Norovirus bisa aktif pada jenis molekul bernama H1-Antigen yang dimiliki oleh mereka yang memiliki golongan darah A, O, dan AB. Hanya saja, molekul ini tidak ada dalam golongan darah B.

Tak adanya molekul ini akan membuat norovirus tak bisa aktif untuk menyebabkan infeksi di dalam usus. Hal ini membuat pemilik golongan darah ini tak mudah terkena flu perut. Selain itu, sistem imun tubuh juga akan segera mengeluarkan respons untuk segera membentuk mekanisme pertahanan melawan norovirus demi mencegahnya memicu dampak kesehatan lain yang lebih buruk.

Baca Juga : Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Beberapa Cara Mencegah Flu Perut
Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam European Journal of Immunology menghasilkan fakta bahwa flu perut yang dipicu oleh infeksi norovirus akan segera merangsang respons dari sistem imun tubuh demi melakukan mekanisme perlawanan. Hal ini berarti, dalam waktu beberapa hari saja infeksi ini biasanya akan mereda dengan sendirinya.Sayangnya, dalam beberapa kasus, respons sistem imun tubuh tidak berlangsung dengan cukup lama sehingga infeksi bisa tetap berlangsung dan membuat gejala flu perut menjadi semakin parah. Jika sampai hal ini terjadi, mau tidak mau kita harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya flu perut, yakni dengan selalu rutin mencuci tangan dengan memakai sabun, khususnya sebelum makan atau setelah memegang benda-benda yang kotor. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak sembarangan berbagi peralatan makan dan peralatan mandi dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah anggota keluarga kita.Cara lain yang bisa dilakukan demi mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi, cermat dalam memilih atau membeli makanan dan minuman yang ingin kita konsumsi, dan menjaga jarak dari orang-orang yang terkena masalah kesehatan seperti flu atau flu perut.Pastikan untuk menjaga pola makan sehat demi membuat sistem imun tubuh lebih kuat dalam melawan berbagai penyebab penyakit, termasuk norovirus.

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

duniiakesehatan.com Sadar gak sih ? Spons cuci piring yang kamu gunakan dirumah sebagai alat untuk mencuci piring ternyata bisa membuat kamu diare loh. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Kotor Menyebabkan Diare
Banyak orang yang masih menyepelekan pentingnya rajin mengganti spons cuci piring. Bukannya segera menggantinya setelah beberapa minggu saat spons sudah terlihat rusak atau kotor, spons ini terus dipakai hingga robek atau terlihat sudah dipenuhi kotoran. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa sabun yang dipakai untuk mencuci piring sudah cukup untuk membersihkan peralatan makan dan memasak sekaligus membunuh berbagai macam bakteri.

Pakar kesehatan Charles Gerba dari Mel and Enid Zuckerman Arizona University, Amerika Serikat menyebut spons cuci piring sebagai salah satu sarang bakteri. Dia bahkan menyebut bakteri di dalam spons cuci piring seperti salmonella bisa saja memiliki jumlah lebih tinggi dari bakteri yang ada di toilet! Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada tahun 2000 silam dengan menggunakan 100 spons cuci piring yang didapatkan dari berbagai tempat di Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa 15 persen dari spons tersebut memiliki bakteri salmonella dan kandungan yang ada di dalam tinja manusia!

Penelitian lain yang dilakukan Gerba pada 2017 silam juga membuktikan bahwa spons cuci piring tinggi kandungan pathogen yang bisa menyebabkan kontaminasi silang, baik itu dari peralatan masak ke peralatan makan dan sebaliknya. Jika sampai kita makan dengan menggunakan peralatan yang sudah dipenuhi dengan bakteri penyebab penyakit, maka risiko untuk terkena diare tentu akan meningkat.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut spons bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak bakteri karena kondisinya yang selalu cenderung lembap. Mengingat setiap tahunnya ada 380 orang kehilangan nyawa di AS akibat infeksi bakteri salmonella, kita pun sangat disarankan untuk selalu mengganti spons cuci piring setiap satu atau dua minggu sekali.

Berbagai Penyebab Diare
Selain spons cuci piring, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan datangnya diare.Berikut adalah beberapa di antaranya.

Baca Juga : Seks Bisa Mencegah Flu

Konsumsi Makanan Tertentu
Penyebab paling umum masalah diare adalah konsumsi beberapa jenis makanan yang kurang higienis, baik itu dalam hal cara memasak yang tidak tepat atau cara penyajian yang tidak benar. Hal ini membuat makanan terpapar bakteri yang bisa menyebabkan diare.Hanya saja, dalam beberapa kasus konsumsi makanan yang sangat pedas, minuman seperti kopi dan alkohol juga bisa menyebabkan datangnya diare.

Keracunan Makanan
Beberapa jenis makanan masih memiliki bakteri seperti e-coli, salmonella, rotavirus, dan berbagai makanan lain yang bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan masalah pencernaan lainnya..

Mengalami Kolitis Ulseratif
Kolitis ulseratif adalah peradangan yang bisa memicu luka pada saluran pencernaan. Dampak dari hal ini tak hanya akan menyebabkan diare parah, bisa jadi akan memicu gangguan pencernaan lain layaknya kram perut, nyeri pada dubur, tubuh lelah, dan demam tinggi.

Mengalami Sindrom Iritasi Usus
Sindrom iritasi usus biasanya menyerang bagian usus besar dengan gejala perut kembung, diare, sakit perut, hingga kotoran yang berlendir.

Gangguan Pankreas
Jika pankreas mengalami masalah pankreatitis kronis, maka fungsinya akan menurun dan akhirnya menyebabkan gejala seperti diare parah. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Berhenti Bangun Tengah Malam

Berhenti Bangun Tengah Malam

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Berhenti Bangun Tengah Malam. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Bisa Berhenti Bangun Tengah Malam

1. Tidak makan makanan pedas sebelum tidur
Salah satu alasan mengapa Anda sering terbangun tengah malam yaitu karena keinginan untuk buang air kecil. Keinginan tersebut mau tidak mau harus dituntaskan jika Anda tidak ingin urine tersebut membasahi kasur Anda.Ada beberapa alasan mengapa ingin buang air kecil bisa muncul ketika Anda tidur, salah satunya yaitu makan makanan pedas.Makan makanan pedas termasuk salah satu jenis makanan yang perlu dihindari sesaat sebelum tidur.Hal ini dikarenakan makanan pedas dapat mengiritasi kandung kemih. Selain itu, makanan pedas cenderung membuat produksi keringat lebih banyak sehingga membuat tidur Anda menjadi kurang nyaman.

2. Meditasi
Apabila insomnia menjadi dalang yang membuat Anda sering terbangun pada tengah malam ,mungkin meditasi adalah solusinya.Menurut The National Sleep Foundation, merilekskan diri sebelum tidur dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Bahkan, membuat Anda lebih mudah untuk tertidur.Selain aman dan mudah dilakukan sebelum tidur, meditasi juga dapat menurunkan tekanan darah dan membantu meredakan rasa sakit serta depresi.Caranya cukup mudah. Anda bisa memulai latihan meditasi dengan mencari tempat yang nyaman untuk duduk atau berbaring.Kemudian, tutup mata dan ambil serta buang napas secara lambat dan dalam. Pusatkan konsentrasi pada bagaimana Anda mengambil dan mengembuskan napas.Usahakan agar pikiran Anda tidak ke mana-mana dan lakukan meditasi selama 4-5 menit agar Anda tidak sering terbangun tengah malam.

3. Tidur dengan suhu kamar yang ideal
Kamar dengan suhu yang terlalu panas dapat membuat Anda berkeringat. Terutama setelah mengonsumsi makanan pedas yang akan memperburuk kualitas tidur Anda.Anda bisa mendinginkan kamar dengan menggunakan kipas angin atau menyalakan pendingin ruangan. Suhu ideal kamar untuk tidur agar tidak sering terbangun tengah malam karena kepanasan adalah 20-23°C.Hal ini dikarenakan ketika Anda akan tidur, suhu tubuh yang ingin dicapai oleh otak Anda akan menurun, alias ingin suhu tubuh lebih dingin.Maka itu, sangat disarankan untuk mengubah kamar Anda menjadi nyaman dengan mengatur suhu ruangan menjadi dingin.

4. Konsumsi makanan berat saat sarapan
Selain insomnia dan berkeringat pada malam hari, sering terbangun pada tengah malam juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan.Gangguan pencernaan ini dapat berupa diare, perut kembung, hingga buang gas alias kentut.Salah satu cara agar masalah pencernaan ini tidak terjadi ketika Anda tidur adalah makan makanan berat saat sarapan atau makan siang.Hal ini bertujuan agar Anda tidak perlu lagi makan malam yang bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan dan membuat Anda sering terbangun tengah malam.Makan lebih banyak di pagi hari mungkin terasa terlalu berat dan takut membuat kantuk saat bekerja semakin cepat datang.Kenyataannya, banyak orang yang mengaku bahwa sarapan dengan makanan yang lebih bernutrisi dan berat justru mengurangi keinginan mereka untuk makan di waktu berikutnya.Oleh karena itu, sarapan dengan makanan yang lebih berat dapat membantu Anda untuk mengontrol asupan makanan pada waktu makan selanjutnya.Jika Anda masih lapar pada malam hari, mungkin mengonsumsi makanan ringan, seperti buah atau camilan sehat lainnya dapat membantu.

Baca Juga : Masukin Jari Yang Aman Bikin Pasangan Melayang

5. Mengurangi jam tidur siang
Bagi Anda yang sering tidur siang lebih dari 3 jam, mungkin sudah saatnya untuk mengurangi durasinya.Tujuannya tentu saja agar jam tidur malam Anda tidak terganggu. Selain itu, tidur siang setelah jam 3 sore sebenarnya hanya akan mengacaukan jam tidur di malam hari.Misalnya, Anda tidur dari jam 4 sampai 5 sore dan terbiasa tidur jam 9 malam. Ketika sudah saatnya tidur pada malam hari, Anda menjadi tidak mudah tertidur atau sering terbangun karena terlalu banyak tidur siang.

Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Timpa Jerawatmu Pake Make Up Emang Boleh

Punya jerawat di wajah memang mengganggu penampilan dan bikin kita kurang percaya diri. Akibatnya, tidak sedikit orang yang rela melakukan berbagai cara untuk menyamarkannya. Salah satunya dengan memakai makeup saat ke luar rumah. Namun, apakah aman menutupi jerawat pakai makeup? Berikut penjelasannya.

Amankah menutupi jerawat pakai makeup?
Makeup bukan cuma bertujuan untuk mempercantik diri, tapi juga sering diandalkan sebagai jalan pintas untuk menutupi jerawat. Biasanya, kebanyakan wanita menggunakan foundation atau concealer yang ampuh menyamarkan jerawat dalam sekejap.Akan tetapi, pakai makeup untuk menutupi jerawat ternyata tidak selamanya jadi cara yang tepat, lho. Menurut Mona Gohara, M.D., seorang ahli dermatologi dari Yale School of Medicine, Amerika Serikat, beberapa jenis makeup memang dapat membantu menyamarkan jerawat, tapi pada saat bersamaan juga memperparah jerawat.Hal ini turut disetujui oleh Shereene Idriss, M.D., seorang ahli dermatologi dari Union Square Laser Dermatology di New York. Menurutnya, ada bahan-bahan tertentu di dalam makeup yang dapat menyumbat pori-pori dan memperparah peradangan (breakout) jerawat.Salah satu contohnya adalah foundation berbasis minyak atau air. Meski memang ampuh menutupi jerawat, kandungan minyak di dalamnya dapat semakin memperburuk jerawat di wajah. Apalagi kalau digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga : Cara Melenyapkan Jerawat Bandel

Anda boleh pakai makeup saat jerawatan, asal….
Menurut American Academy of Dermatology, Anda sebetulnya boleh saja, kok, menutupi jerawat pakai makeup. Akan tetapi, perhatikan dulu jenis makeup yang Anda gunakan.Foundation sebetulnya bukan satu-satunya produk makeup yang bisa Anda andalkan. Ahli dermatologi dari McLean Dermatology and Skincare Center, Lily Talakoub, M.D, juga menyarankan Anda untuk menghindari penggunaan primer jika kulit wajah Anda sedang bermasalah.Sebagai solusinya, gunakan concealer bebas minyak yang lebih aman untuk pori-pori wajah. Kalau Anda terbiasa memakai foundation, pilihlah jenis foundation yang bebas minyak dan bersifat non-komedogenik yang tidak memicu timbulnya komedo.Yang terpenting, gunakan makeup hanya pada saat dibutuhkan saja. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi wajah, khususnya jerawat, untuk bernapas. Semakin banyak paparan oksigen yang mengenai jerawat, maka proses penyembuhannya pun bisa jadi lebih cepat.Begitu selesai beraktivitas, segeralah cuci muka menggunakan pelembap bebas minyak dan bersifat non-komedogenik. Bersihkan juga kuas-kuas makeup yang baru saja Anda gunakan sebelum digunakan lagi esok hari.

Minum Boba Bisa Bikin Jerawat

Minum Boba Bisa Bikin Jerawat

duniiakesehatan.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Minum Boba Bisa Bikin Jerawat. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Minum Boba Bisa Bikin Jerawat

Demam bubble tea belakangan ini sedang melanda masyarakat, mungkin sebagian dari Anda atau orang terdekat juga keranjingan minuman ini. Meski begitu, konon bubble tea juga dapat menyebabkan jerawat. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya berikut ini.Anda tentu tak asing lagi dengan minuman manis dari teh dan susu asal Taiwan ini yang tengah jadi primadona. Tak hanya menggunakan teh dan susu, minuman ini juga dapat dikombinasikan dengan cokelat, sari buah-buahan, atau karamel.Satu hal yang menjadi ciri khas lainnya adalah campuran topping boba, alias bola-bola tapioka yang kenyal.Anda mungkin berpikir bahwa kandungan teh yang ada pada bubble tea tidak akan memberikan efek buruk bagi kulit. Apalagi, teh sendiri diketahui memiliki banyak manfaat.

Kandungan vitamin B2, C, dan E dalam teh dapat melawan radikal bebas yang berbahaya untuk kulit. Kafein di dalamnya juga dapat membantu mencegah infeksi kulit dan jerawat. Tak hanya itu, teh bisa juga mengurangi tanda-tanda penuaan.Meski begitu, ada anggapan bahwa bubble tea bisa menyebabkan jerawat. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena khasiat baik pada teh bisa jadi tidak bekerja maksimal ketika dicampur bahan-bahan lainnya, seperti susu dan gula.Apalagi, minuman semacam ini biasanya memiliki kalori yang tinggi. Tak hanya diabetes, bahan-bahan pada bubble dapat berdampak buruk pada kulit jika dikonsumsi berlebihan, termasuk jerawat.

Gula
Salah satu kandungan dalam bubble tea yang bisa menyebabkan munculnya jerawat adalah gula.Seperti yang telah diketahui, gula memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, gula dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.Ketika gula darah meningkat, maka kadar insulin dalam tubuh juga ikut meningkat. Kenaikan insulin ini akan menyebabkan peningkatan hormon androgen.Akibatnya, peningkatanan itu akan membuat kulit wajah berminyak dan rentan terhadap jerawat.

Susu
Meski dikenal memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang, The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyebut, susu yang jadi bahan pembuatan bubble tea bisa menyebabkan jerawat.Ketika kita meminumnya, protein dari susu akan melepas hormon yang menyerupai insulin bernama insulin-like growth factor-1 (IGF-1) dan dapat menyebabkan jerawat. Susu juga mengandung gula alami yang disebut laktosa.

Baca Juga : Sperma Kuning Rasa Pisang Atau Nanas

Bola tapioka
Bola tapioka atau boba terbuat dari tepung tapioka yang berasal dari singkong. Walau tidak mengandung lemak, bola tapioka yang disajikan pada bubble tea biasanya sudah direbus dan dimasak dengan sirup gula.Hal ini tentu akan meningkatkan kalori pada boba. Seperti yang sudah dijelaskan, bola tapioka yang sudah manis ditambahkan dengan campuran teh dan susu membuat kandungan gulanya bertambah.Akibatnya, lagi-lagi gula darah Anda meningkat dan insulin juga meningkat untuk memecah gula.

Alasan Jalan Pagi Di Hari Minggu

Alasan Jalan Pagi Di Hari Minggu

Duniiakesehatan.com – Berjalan di pagi hari dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Tampaknya saya malas berjalan, tetapi cobalah berjalan di sekitar rumah Anda atau benar-benar berkomitmen untuk pergi ke toko di dekat rumah Anda tanpa harus mengendarai sepeda motor atau mobil. Seperti dikutip dalam Health Line, berikut adalah lima alasan untuk berjalan di Minggu pagi yang cerah ini.

Jadi lebih semangat
Berjalan kaki saat kamu merasa suntuk bisa jadi lebih efektif dari secangkir kopi untuk meningkatkann energi. Berjalan meningkatkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh. Ini juga bisa menambah level kortisol, epinephrine, dan norepinephrine yang merupakan hormon yang membantu meningkatkan kadar energi.

Mood lebih oke
Minggu sebagai hari libur seharusnya bisa bikin kamu senang. Untuk memulainya, jalan kaki. Jalan kaki membantu kesehatan mental, berdasarkan studi ini membantu mengurangi kecemasan, depresi, dan mood negatif seseorang. Bahkan ini bisa menambah harga diri dan mengurangi gejala penarikan sosial. Untuk merasakan manfaat ini, usahakan jalan cepat 30 menit atau olahraga intensitas sedang lainnya tiga hari seminggu. Kamu juga dapat memecahnya menjadi tiga jalan kaki 10 menit.

Baca juga : Penyakin Yang Sering Menyerang Wanita

Panjang umurnya
Berjalan dengan langkah lebih cepat bisa memperpanjang hidup. Para peneliti menemukan bahwa berjalan dengan kecepatan rata-rata dibandingkan dengan kecepatan lambat menghasilkan 20 persen penurunan risiko kematian secara keseluruhan. Tetapi berjalan dengan langkah cepat atau cepat (setidaknya 4 mil atau 6,4 km per jam) mengurangi risiko sebesar 24 persen. Studi ini mengamati hubungan berjalan dengan kecepatan yang lebih cepat dengan faktor-faktor seperti keseluruhan penyebab kematian, penyakit kardiovaskular, dan kematian akibat kanker.

Membentuk otot kaki
Berjalan bisa menguatkan otot-otot kaki. Untuk membangun lebih banyak kekuatan, berjalanlah di area berbukit atau di atas treadmill dengan tanjakan. Bisa juga dengan membiasakan diri naik tangga. Manfaat ini bisa lebih terasa dengan latihan lainnya seperti bersepeda atau jogging. Bisa juga melakukan latihan ketahanan seperti squat dan lunges untuk memperdalam dan memperkuat otot-otot kaki.

Bakar kalori
Berjalan dapat membantu kamu membakar kalori. Meskipun begitu, pembakaran kalori ini sebenarnya juga tergantung pada beberapa faktor, termasuk:

  • kecepatan berjalan
  • jarak yang ditempuh
  • medan (kamu akan membakar lebih banyak kalori saat berjalan menanjak daripada membakar di permukaan yang rata)
  • berat badan

Kebiasaan Sederhana Yang Bisa Jaga Kesehatan

Kebiasaan Sederhana Yang Bisa Jaga Kesehatan

Duniiakesehatan.com – Generasi milenium adalah istilah bagi mereka yang lahir dari tahun 1980 hingga 2000. Jika dimasukkan, kemungkinan besar ia juga akan menjadi salah satu generasi millenial yang memiliki kesulitan dalam menjaga kesehatan. Dunia modern dengan berbagai kebiasaan tidak sehat seperti gaya hidup yang kurang gerak, pola makan dan tidur yang buruk, dan kurang olahraga dapat meningkatkan risiko kematian anak muda.

Alasan ‘menikmati hidup selagi muda’ tak bisa mencegahmu dari menjaga kesehatan. Erin Synder, MD, seorang profesor kedokteran dan klinis di University of Alabama mengatakan semakin cepat kita membiasakan hidup sehat, semakin mudah untuk menjaganya.

Dikutip dari SELF, berikut kebiasaan simpel yang bisa kamu coba lakukan mulai dari sekarang:

Medical check up setidaknya sekali dalam setahun

Kesibukan seharusnya tak menjadi alasanmu untuk mengabaikan kesehatanmu dan tidak sempat untuk mengecek kesehatan secara rutin. Medical check up tak perlu sering-sering dilakukan, bisa dilakukan setidaknya sekali dalam setahun atau enam bulan sekali.Biasanya dalam medical check up akan ditawarkan paket, bergantung dari paket mana yang kamu ambil, kamu bisa mengecek secara rutin kesehatanmu. Bisa jadi ada penyakit yang diam-diam berada di tubuhmu, masa ingin diabaikan? Kemudian, sangat disarankan untuk memiliki satu dokter yang dirasa cukup nyaman untuk konsultasi, dan buatlah check up tahunan bersama dokter tersebut, sehingga kamu memiliki riwayat klinis. “Kamu punya seseorang yang mengetahuimu dan riwayatmu, dan kamu merasa nyaman berbicara dengannya,” kata Amber Tully, MD, seorang dokter keluarga di Cleveland Clinic.

Bergeraklah sesuai yang kamu senangi

Sudah jelas olahraga sangat esensial untuk kesehatan yang baik bagi usia berapapun. Namun bagi milenial di usia 20 hingga 30-an, merutinkan olahraga sangat baik untuk membuatmu tetap awet muda dan terhindar dari penyakit degeneratif di usia tua nanti. Dr Synder menyebut rentang usia tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk membiasakan berolahraga. Saat hidupmu terasa berantakan, olahraga bisa membantumu termotivasi. Misalnya, kamu mencoba setahun menikmati olahraga yoga, tak terasa kamu akan terbiasa untuk memprioritaskan waktu untuk hal itu sesibuk apapun kegiatanmu. Carilah aktivitas olahraga yang kamu senangi, mau di dalam gym atau di luar ruangan. Atau yang ekstrem sekalipun. Jika kamu belum menemukannya, saat bereksperimen mencoba beberapa jenis olahraga, siapa tahu jatuh cinta. Setelah itu, rutinkan waktu berolahraga sesuai jadwal yang terbaik untukmu.

Baca juga : Waktu Yang Tepat Berolah Raga Jika Anda Kerja Malam

Daripada membeli, coba memasak

Generasi milenial dengan kehidupan modern-nya mungkin akan lebih nyaman dan terbiasa untuk membeli makanan ketimbang memasak, menimbang sedikitnya waktu yang dipunyai. Padahal, memasak tidak memerlukan skill yang sangat tinggi, lho. “Belajar memasak merupakan skill vital untuk dilakukan di usia 20-an. Tujuannya adalah untuk membuat daftar dari makanan yang disukai, sehingga membuatnya jauh lebih mudah untuk mengisi tubuh dan pikiran dengan cara apapun yang membuatmu merasa lebih baik, plus hal itu bisa jadi cara yang hebat untuk menghemat uang,” jelas Dr Synder. Kamu bisa membiasakan diri untuk memasak mulai dengan mempersiapkan bahan-bahannya di malam hari. Dengan memasak, kamu juga bisa bereksperimen soal rasa yang kamu inginkan. Memasak tidak perlu sulit, kamu bahkan juga bisa menemukan beberapa resep yang mudah di internet.

Begadang jangan begadang?

Tidur yang cukup mungkin menjadi barang langka bagi generasi milenial. Padahal tidur cukup dan baik juga menjadi salah satu kunci penting bagi kesehatan, namun dengan terbatasnya waktu sering diabaikan dan disepelekan. Waduh! Kurangnya waktu tidur tidak hanya membuatmu merasa ngantuk di siang hari, namun juga membuatmu mudah marah dan sulit untuk fokus. Alhasil, aktivitasmu bisa terganggu bahkan terhambat. Cobalah untuk memprioritaskan tidur 6-7 jam sehari, mempraktekkan sleep hygiene, dan membiasakan waktu tidur dan bangun yang sama. Seperti kata Rhoma Irama: Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya!

Jangan stres-stres amat

Generasi milenial tercatat tinggi soal mengalami depresi dan stres. Dengan kehidupan modern yang super hectic, sudah jelas kesehatan jiwa bisa menjadi sangat rentan. Oleh karena itu, sangat penting untukmu menyisihkan waktu sebagai manajemen stres. Bisa jadi apa saja, olahraga, meditasi, quality time bersama teman, bersantai sambil membaca buku, terapi, bahkan detoks media sosial. Apapun! Dr Synder mencatat untuk membuatnya konsisten agar menjadi kebiasaan. “Kamu butuh untuk meluangkan waktu, menjadwalkannya dalam kalender juga bisa membantu,” lanjutnya.

Selalu pakai tabir surya

Kulit yang sehat dan kencang menjadi salah satu ‘harta’ para generasi milenial. Terkadang untuk urusan menjaga kulit dianggap hanya kerjaan wanita, namun mengenakan tabir surya bukanlah sesuatu yang memalukan untuk pria. Tinggal di negara tropis dengan siraman sinar matahari hampir sepanjang waktu bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Mengenakan tabir surya adalah cara paling baik untuk mengurangi efek paparan radiasi sinar ultraviolet, yang bisa merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini. Gunakan tabir surya di wajah dan leher tiap kali kamu bepergian keluar, dengan SPF setidaknya 30 atau disesuaikan dengan warna kulit. Gunakan juga kacamata hitam dengan perlindungan UV, batasi waktu berada di luar ruangan ketika siang hari atau sinar matahari terik, dan gunakan pakaian panjang, topi ataupun payung.

Waktu Yang Tepat Berolah Raga Jika Anda Kerja Malam

Waktu Yang Tepat Berolah Raga Jika Anda Kerja Malam

Duniiakesehatan.com – Bekerja di luar jam kerja secara umum sebenarnya rentan membuat kesehatan kacau. Bisa jadi diet dan olahraga diabaikan karena kesulitan mengatur waktu.
Terutama pekerja yang menjalankan shift malam bekerja dari malam hingga subuh. Olahraga di pagi hari tidak memungkinkan karena tubuh lelah. Jika Anda tidak berolahraga, kesehatan benar-benar terganggu. Hmm … bagaimana?

Dikutip dari Live Strong, ada tiga waktu yang bisa disesuaikan pada jadwalmu untuk menyempatkan berolahraga. Pilihlah waktu yang dirasa sesuai dan bisa berkomitmen melakukannya secara rutin. Di luar itu, tetaplah menjaga kesehatan dengan makan teratur yang sehat dan cukup tidur.

Yang pertama adalah sebelum kerja. Bekerja shift malam tak berarti kamu merasa segar sebelumnya, karena secara alamiah kerja tubuh melambat di malam hari. Jika kamu merasa lelah, moody atau lesu, kamu bisa mengatasinya dengan berolahraga ketimbang minum segelas kopi.

“Olahraga melawan stres dan rasa cemas, meningkatkan daya tahan, konsentrasi dan fokus serta meningkatkan energi dan mood,” demikian dilaporkan situs Mayo Clinic.

Kamu bisa menyiasatinya dengan berolahraga sebelum berangkat kerja, misal melakukan aktivitas kardio seperti berenang, bersepeda, atau lari selama 30 menit. Bersepeda ke tempat kerja juga bisa menjadi pilihan, lalu pertimbangkan untuk menggunakan tangga.

Baca juga : Taukah Anda Di Usia Ke 27 Tahun Kesehatan Akan Menurun

Waktu kedua adalah saat bekerja. Dengan segala macam hiruk pikuk kegiatan saat bekerja, rasanya tak mungkin berolahraga saat bekerja. Belum lagi, berolahraga saat dini hari rasanya tidak cocok. Eits, tidak begitu, lho sebenarnya.

Kamu bisa menyimpan dumbbell ringan, mungkin berukuran 1 kg, di kantor, untuk bisa kamu gunakan di sela-sela waktu kerja. Push-up dan berjalan sekitaran kantor juga bisa menjadi alternatif yang baik.

Waktu ketiga tentu saja saat usai bekerja. Rasa lelah dan ngantuk mungkin akan menjadi alasan terbesarmu menghindari olahraga. Jika shift bekerjamu usai sekitar jam 6 atau 7 pagi, kamu bisa berolahraga ringan seperti berjalan-jalan atau yoga selama 10-15 menit. Olahraga ini bisa membantumu untuk tidur lebih nyenyak dan tanpa stres.

Taukah Anda Di Usia Ke 27 Tahun Kesehatan Akan Menurun

Taukah Anda Di Usia Ke 27 Tahun Kesehatan Akan Menurun

Duniiakesehatan.com – Maraknya aktivitas olahraga dan semua jenis diet dapat membuat kita berpikir bahwa kesadaran dan upaya untuk hidup sehat semakin besar, terutama di kalangan milenium. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa generasi milenial sejati tidak lebih sehat daripada Generasi X yang sebelumnya. Dan penurunan kesehatan dimulai pada usia yang sangat dini, yaitu usia 27 tahun.

Para peneliti dari Blue Cross Blue Shield Association menganalisis data dari klaim asuransi kesehatan bagi 55 juta milenial di Amerika Serikat. Milenial tersebut berada pada rentang usia 21 hingga 36 tahun pada tahun 2017 studi ini dilakukan.

Berdasarkan indeks kesehatan optimal 100 dari perusahaan asuransi, studi ini menemukan bahwa skor rata-rata untuk milenial adalah sekitar 95. Secara keseluruhan, kesehatan milenial mulai menurun di usia 27, lebih awal dari perkiraan

Mereka juga menemukan bahwa milenial yang lebih tua (usia 34-36) memiliki tingkatan tinggi pada 10 masalah kesehatan tertinggi daripada generasi X ketika mereka berada di usia yang sama. Masalah kesehatan seperti depresi, diabetes, tekanan darah tinggi dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Studi tersebut menyatakan masalahnya terletak pada upaya pencegahan, karena kondisi ini diperburuk dengan obesitas yang bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seperi hipertensi dan diabetes.

Baca juga : Bakat Besar Dibalik Gangguan Hiperaktif

“Contohnya, banyak milenial yang tak selalu berpikir mereka perlu rutin mengecek tekanan darah, namun hal itu bisa memberikan dampak yang berbeda pada kesehatan dan perilaku mereka,” jelas Dr Vincent Nelson, wakil presiden dari Blue Cross Blue Shield Association, dikutip dari Health Line.

Ia menyebut studi ini penting karena bisa mengidentifikasi masalah dan masih ada waktu untuk mengatasinya. Nelson menyarankan bagi para milenial untuk lebih proaktif, misalnya skrining untuk hipertensi, diabetes dan kadar kolesterol.

“Dalam beberapa kasus, semuanya kembali pada menjaga berat tubuh ideal. Lebih aktif secara fisik, jangan merokok. Jika kamu merasa depresi, kewalahan, mintalah bantuan. Berbicaralah dengan teman, keluarga, atau ke dokter. Kami tahu bahwa perubahan sikap dapat membuat perbedaan besar. Dan tak butuh lama untuk mendapatkan manfaat kesehatannya,” tandas Nelson.

Inilah Perbedaan Antara Sehat Dan Bugar

Inilah Perbedaan Antara Sehat Dan Bugar

Duniiakesehatan.com – Di mana kata sehat menjelaskan suatu kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial. Meskipun kata “cocok” lebih baik sesuai dengan kapasitas fisik seseorang.

Pemahaman tentang kesehatan umum dan sederhana adalah suatu kondisi di mana semuanya berjalan normal, berfungsi sesuai dengan fungsinya dan sebagaimana mestinya.

Sedangkan sehat menurut KBBI dapat didefinisikan sebagai

  • Baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit); waras: sampai tua ia tetap karena rajin berolahraga
  • (yang) mendatangkan kebaikan pada badan: makanan dan lingkungan yang diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak
  • Sembuh dari sakit: dokter yang merawatnya menyatakan ia telah dan boleh pulang segera
  • Baik dan normal (tentang pikiran)
  • Boleh dipercaya atau masuk akal (tentang pendapat, usul, alasan, dan sebagainya)
  • Berjalan dengan baik atau sebagaimana mestinya (tentang keadaan keuangan, ekonomi, dan sebagainya)
  • Dijalankan dengan hati-hati dan baik-baik (tentang politik dan sebagainya)

Selama ini sehat selalu identik dengan kondisi tubuh atau badan. Namun pada saat ini sejalan dengan perkembangan zaman kata sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh atau badan, tapi juga berhubungan dengan segala sesuatu yang dapat bekerja, baik berlangsung secara normal dan semestinya.

Baca juga :  Tanda-tanda Badan Anda Tetap Fit

Contoh dalam penggunaan kata sehat :

“Meskipun sudah berusia lanjut namun fisiknya tetap terlihat sehat dan prima”. Pada kalimat tersebut terlihat penggunaan kata sehat berkaitan dengan kondisi tubuh.

“Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang dapat membiayai operasional bulanan selama kurun tiga bulan ke depan”. Pada kalimat tersebut dipastikan kata sehat tidak berkaitan dengan kondisi tubuh seseorang, namun lebih kepada sesuatu yang berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Namun pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, jadi tidak hanya meliputi satu aspek saja namun harus mencakup ketiga pemenuhannya.

Hal tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut WHO tahun 1975 dimana Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

Sedangkan menurut undang-undang kesehatan terbaru yakni dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi.

Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

Penggunaan kata kesehatan yang semakin luas dan menambah batasan pada pengertian dari kesehatan itu sendiri. Mencakup 4 aspek yakni :

  • Kesehatan fisik – Tidak terdapat atau tidak ada keluhan tentang sakit atau terbebas dari penyakit.
  • Kesehatan mental (jiwa) – Pemenuhan mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. Tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  • Kesehatan sosial – Terciptanya hubungan baik dengan orang lain maupun kelompok lain.
  • Kesehatan dari aspek ekonomi – Mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.
  • Pengertian Bugar
    Pengertian bugar menurut KBBI adalah suatu kondisi badan terasa sehat dan segar.

Adapun kata bugar diartikan sebagai suatu kemampuan individu dalam melakukan aktivitas dengan efektif dan efisien serta bisa melakukan secara mendadak atau berkala tanpa merasa lelah.

Meskipun kata bugar digolongkan sebagai adjektiva yang artinya adalah sehat dan juga segar. Bugar menerangkan kondisi badan atau tubuh. Namun dalam bahasa medis keduanya memiliki artian yang berbeda.