Ciri Hamil Muda yang Wajib Diketahui

Ciri Hamil Muda yang Wajib Diketahui

Ciri Hamil Muda yang Wajib Diketahui – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang ciri-ciri kehamilan muda yang harus di ketahui para calon ibu dan ayah.

Hamil atau tidak, ya? Pertanyaan itu mungkin sedang berkecamuk dalam benak Anda setelah telat haid beberapa hari dari tanggal biasanya. Kebanyakan orang hanya tahu telat haid sebagai ciri-ciri hamil muda yang utama. Namun, ada banyak tanda-tanda lain yang menunjukkan Anda benar sedang hamil muda. Apa saja tanda dan gejala awal kehamilan yang dapat Anda rasakan?
Ciri-ciri hamil muda yang umum
Jika Anda dan pasangan sedang menjalani program hamil, cara untuk memastikan positif tidaknya adalah dengan alat tes kehamilan alias test pack.Namun, alat ini kerap menunjukkan hasil negatif atau positif palsu meski Anda sebetulnya sudah berbadan dua. Hasil yang keliru sangat mungkin terjadi bila tes dilakukan hanya beberapa hari setelah telat datang bulan.Kekeliruan ini diakibatkan oleh masih sedikitnya level hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Homon hCG jumlahnya akan makin banyak seiring dengan pertambahan usia kehamilan Anda.Hasil test pack yang negatif mungkin berbanding terbalik dengan berbagai ‘keanehan’ yang menyertai telat haid yang Anda alami. Bisa jadi, itu adalah gejala awal kehamilan.Gejala awal kehamilan sudah bisa Anda rasakan hanya dalam satu minggu setelah berhubungan seksual dengan pasangan. Namun, mungkin juga Anda bisa sama sekali tidak menyadari ciri-ciri hamil muda sehingga Anda telat mengetahui bahwa Anda sebetulnya tengah mengandung.Maka selain mengeceknya dengan test pack, cobalah kenali tanda-tanda hamil muda berikut ini:
1. Spotting dan kram perut
Spotting dan kram perut adalah ciri hamil muda paling awal. Ini menandai menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim.Spotting (sering disebut sebagai pendarahan implantasi) adalah munculnya flek atau bercak darah dari vagina dan kadang kala disertai dengan kram ringan pada perut bagian bawah.Spotting bisa muncul dalam 6-12 hari setelah sel telur dibuahi. Berbeda dengan darah menstruasi, darah implantasi jumlahnya tidak banyak dan tidak membuat Anda perlu menggunakan pembalut.
2. Telat haid
Telat haid adalah ciri-ciri hamil muda yang pasti dialami oleh semua calon ibu.Jika Anda sudah telat haid tapi hasil test pack masih negatif, tunggu dulu beberapa hari sebelum mengulangi tes sekali lagi. Pada rentang waktu tersebut, level hormon hCG sudah cenderung naik sehingga dapat terdeteksi oleh alat tes kehamilan.
3. Perubahan payudara
Perubahan payudara yang dimaksud sebagai ciri-ciri hamil muda adalah sensasinya.Payudara menjadi lebih sensitif ketika disentuh. Anda mungkin akan merasakan nyeri, payudara terasa penuh, dan berukuran lebih besar dari semestinya.Sementara itu, area di sekitar puting (disebut areola) bisa juga menjadi lebih hitam. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon kehamilan hanya beberapa saat setelah sel telur dibuahi dan menempel di rahim Anda.
4. Cepat lelah
Menurut Planned Parenthood, wanita hamil memang cepat lelah karena kenaikan hormon progesteron di dalam tubuhnya dimulai sejak seminggu setelah konsepsi.Cepat lelah pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh penurunan gula darah, tekanan darah, hingga kenaikan produksi sel darah merah itu sendiri.Banyak hal dapat menyebabkan Anda cepat lelah. Jika kehamilan adalah alasannya, maka Anda harus memperbanyak istirahat dan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, terutama yang mengandung protein dan zat besi.

Cara Menjaga Kehamilan Muda Agar Tetap Sehat

Cara-Menjaga-Kehamilan-Muda-Agar-Tetap-Sehat

duniiakesehatan – Menjaga kesehatan di kehamilan muda merupakan langkah penting untuk memastikan pembentukan dan perkembangan organ janin di dalam kandungan. Awal kehamilan atau hamil muda merupakan saat- saat yang dapat membingungkan. Berbagai perubahan yang dialami, sebaiknya ditanggapi dengan tepat untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Banyak penyesuaian tubuh yang dipicu oleh perubahan hormon saat hamil. Hal ini bertujuan agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan normal dan sehat dalam kandungan.

 

Beragam Cara Menjaga Kehamilan Muda
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menjaga kehamilan muda, di antaranya:

 

Mengatasi keluhan dan perubahan fisik
Berbagai perubahan fisik dalam kehamilan yang umumnya terjadi yaitu mual muntah (morning sickness), payudara terasa nyeri, sering buang air kecil, mudah lelah, pusing, sulit buang air besar, dan keinginan makan sesuatu di luar kebiasaan atau ngidam. Selain itu, ibu hamil juga ada yang sensitif terhadap bau tertentu, seperti parfum ataupun asap rokok.Untuk meringankan gejala morning sickness, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dengan lebih sering. Perbanyak minum air, selingi dengan minuman jahe. Tidak hanya itu, beristirahat yang cukup juga membantu mengurangi rasa lemas saat hamil muda. Guna mencegah sembelit saat hamil muda, batasi makanan yang digoreng, makanan pedas, dan minuman soda. Sertakan pula makanan kaya serat dan lakukan aktivitas tubuh yang ringan.Hindari menahan buang air kecil, karena dapat memicu infeksi saluran kemih. Untuk membantu mengatasi pusing saat hamil muda, hindari berdiri terlalu lama dan jangan mengubah posisi tiba-tiba. Berbaring ke sebelah kiri akan membantu meringankan pusing.

Menghindari rokok, minuman beralkohol, dan membatasi kafein
Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan keguguran, bayi terlahir prematur, dan plasenta bermasalah adalah rokok. Beberapa penelitian bahkan mengaitkan rokok dengan kondisi bibir sumbing. Hindari juga minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah, gangguan tumbuh kembang, serta menjadi hiperaktif. Batasi asupan kafein untuk menghindari risiko keguguran dan masalah lain dalam menjaga kehamilan Anda.Selain itu, hindari kegiatan atau hobi yang membuat ibu hamil menggunakan zat kimia seperti cairan pembersih, pestisida, atau yang mengandung logam berat.

 

Baca Juga : Tips Gaya Hidup Sehat Untuk Mencegah Kanker

 

Mengendalikan kondisi emosional
Kehamilan dapat memicu berbagai emosi, seperti gembira, bersemangat hingga gelisah dan perubahan mood. Ibu hamil muda seringkali cemas mengenai kondisi bayi, kemampuan mengasuh, hingga kondisi finansial. Namun, jangan sampai hal-hal tersebut menyebabkan stres.Sangat normal ibu hamil mengalami perubahan emosi yang naik turun atau tiba-tiba merasa ingin menangis. Nikmati setiap proses dalam menjaga kehamilan, jangan terlalu memaksakan atau menghakimi diri. Minta dukungan dari keluarga dan pasangan. Jika perubahan mood menjadi sangat intensif, konsultasikan ke dokter kandungan atau psikolog.

Mempererat hubungan dengan pasangan
Kehamilan merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman pada pasangan. Ungkapkan secara jujur mengenai kebutuhan, kekhawatiran, permasalahan, dan harapan yang dirasakan. Minta pasangan melakukan hal yang sama. Membahas hal-hal tersebut bersama akan membantu memperkuat rasa kebersamaan sebagai pasangan.Aktivitas seksual ibu hamil tak jarang terganggu, lantaran mual, lelah, ataupun kehilangan mood. Pilih saat yang tepat untuk berhubungan intim, yaitu ketika ibu hamil merasa nyaman. Tidak perlu mencemaskan efek aktivitas tersebut pada janin, sebab janin terlindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot-otot rahim, serta cairan yang melindungi leher rahim terhadap infeksi.

Mewaspadai tanda-tanda bahaya kehamilan
Timbul flek atau perdarahan ringan saat kehamilan trimester pertama, termasuk normal. Namun, waspadai perdarahan yang lebih banyak yang disertai rasa sakit pada bagian perut. Demikian pula jika cairan vagina saat hamil muda mengalami perubahan warna, bau, ataupun membuat gatal. Ada kemungkinan terjadi infeksi yang perlu segera ditangani dokter. Infeksi juga dapat menimbulkan gejala rasa panas atau nyeri saat buang air kecil.Mual dan muntah juga termasuk normal saat hamil muda, yang umumnya semakin ringan pada usia kehamilan 12-14 minggu. Konsultasikan ke dokter jika mual dan muntah, diiringi dengan demam, muntah berdarah, detak jantung tak beraturan, ataupun terjadi penurunan berat badan, dehidrasi dan pusing secara berlebihan.

Melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter
Lakukan pemeriksaan pada bidan atau dokter kandungan secara teratur. Kunjungan pertama, umumnya seputar kesehatan ibu hamil dan menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan awal pada kehamilan trimester pertama juga dapat mengidentifikasi faktor risiko dan memeriksa kelainan kromosom pada janin.Pemeriksaan pada kehamilan trimester pertama yang normal yaitu setiap enam minggu. Jangan malu untuk mengajukan pertanyaan mengenai kehamilan atau rencana persalinan nanti pada bidan atau dokter kandungan Anda.
Kehamilan muda merupakan saat yang harus memperoleh perhatian khusus. Keluhan yang timbul pada masa tersebut, harus disikapi dengan tepat demi menjaga kehamilan tetap sehat. Konsultasikan segera pada bidan atau dokter, jika timbul tanda-tanda bahaya selama masa kehamilan.

Pantangan Mitos Atau Fakta Ibu Hamil

Pantangan Mitos Atau Fakta Ibu Hamil

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pantangan Mitos Atau Fakta Ibu Hamil. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Pantangan Mitos Atau Fakta Ibu Hamil

Merokok
Merokok saat hamil dapat membuat bayi Anda nantinya terlahir dengan berat badan yang rendah. Kondisi itu tidak baik bagi bayi karena dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan Si Kecil, seperti infeksi dan masalah tumbuh kembang. Pantangan ibu hamil yang satu ini juga perlu diberlakukan pada suami yang merokok. Suami harus menjauhkan asap rokok dari istri yang sedang hamil, termasuk asap rokok yang menempel di pakaian.
Mengonsumsi Minuman Keras
Mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil dapat membuat bayi lahir dengan sindrom alkohol janin. Tanda-tandanya dapat berupa berat badan rendah ketika lahir, mengalami gangguan perilaku, ketidakmampuan belajar, dan hambatan tumbuh kembang.
Jika sebelum hamil Anda merupakan seorang penggemar minuman beralkohol, disarankan untuk menghentikan kebiasaan itu saat sedang mengandung, terutama pada usia kandungan trimester pertama. Pada saat itu, janin sedang mengalami proses pembentukan sistem saraf. Anda mungkin membutuhkan bantuan dokter untuk bisa berhenti. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang-orang terdekat atau bantuan medis, agar Anda dapat menghentikan kecanduan minuman beralkohol.
Makanan yang Tidak Matang
Telur dan daging yang tidak dimasak hingga matang dapat membuat ibu hamil mengalami penyakit oleh bakteri seperti Listeria, Salmonella, dan E. coli; parasit Toxoplasma; serta keracunan makanan. Selain itu, ibu hamil juga dapat menghadapi kondisi kesehatan serius, yaitu keguguran atau bayi lahir cacat.
Susu yang Tidak Dipasteurisasi
Susu mentah sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena belum melalui proses pasteurisasi. Proses tersebut bertujuan menghilangkan bakteri jahat menggunakan suhu panas. Jika Anda ingin mengonsumsi susu atau produk olahan susu, perhatikan pada kemasannya apakah telah melalui proses pasteurisasi atau belum. Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria yang bisa menyebabkan keguguran atau penyakit serius.
Sauna atau Berendam Air Panas
Penelitian menunjukkan bahwa risiko keguguran dan cacat lahir dapat meningkat hingga dua kali lipat, jika Anda melakukan sauna atau berendam di air panas terlalu lama. Untuk mengurangi risiko ini, disarankan untuk membatasi waktu mandi hingga kurang dari 15 menit.
Kelebihan Berat Badan
Ibu hamil memang berbadan dua, tetapi bukan berarti porsi makan perlu bertambah dua kali lipat. Kelebihan berat badan saat hamil dapat meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah, menderita diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional), dan meningkatkan risiko obesitas pada anak nantinya. Sebagai patokan, pada trimester kedua, ibu hamil perlu menambahkan 340 kalori per hari, dibandingkan porsi makan sebelum hamil. Sedangkan pada trimester ketiga, ibu hamil perlu menambahkan 450 kalori per hari.
Kurang Tidur
Saat hamil, tak sedikit wanita yang mengalami susah tidur, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Jika dibiarkan, kurang tidur akan berdampak buruk bagi kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa insomnia atau susah tidur saat hamil berhubungan erat dengan peningkatan risiko terkena hipertensi dan diabetes dalam kehamilan, preeklamsia, dan depresi pasca melahirkan. Untuk menyiasatinya, Ibu hamil dapat rutin berolahraga saat hamil, menetapkan jadwal tidur yang teratur, menciptakan suasana nyaman saat tidur, dan hindari stres.
Mengonsumsi Kafein Berlebihan
Batas aman konsumsi kafein harian untuk ibu hamil adalah 200 mg atau setara dengan dua cangkir kopi instant. Perlu diingat juga bahwa kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi, tetapi juga pada cokelat, teh, dan minuman berenergi. Perhatikan takaran kafein yang tertera pada kemasan. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran ataupun bayi lahir dengan berat badan rendah.
Membersihkan Kotoran Kucing
Kotoran kucing merupakan habitat untuk parasit Toxoplasma gondii yang berbahaya bagi ibu hamil. Gejala infeksi parasit mungkin tidak dirasakan dan disadari pada awalnya, tetapi ibu hamil dapat mengalami keguguran atau melahirkan bayi lahir dalam keadaan meninggal. Selain itu, jika bayi tetap dapat lahir dengan selamat, infeksi parasit ini dapat membuat bayi mengalami kejang atau menderita gangguan mental. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk menghindari binatang peliharaan. Mintalah suami atau anggota keluarga lain untuk merawat kucing kesayangan Anda untuk sementara.
Jika Anda sedang hamil, periksakan kandungan Anda ke dokter kandungan secara rutin. Perbanyak minum air putih dan penuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Selain itu, ibu hamil perlu mendapatkan istirahat cukup, setidaknya 8 jam tidur pada malam hari. Berbaringlah dengan posisi menyamping ke kiri agar nyaman. Posisi tidur seperti ini bertujuan memperlancar aliran darah ke janin. Di samping itu, jangan lupa untuk menghindari berbagai pantangan ibu hamil yang disebutkan di atas.

Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

Setelah kamu dinyatakan hamil, biasanya orang-orang di sekitarmu mulai memberikan nasihat untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu dan menghindari kegiatan ini dan itu.
Mitos Seputar Kehamilan dan Fakta yang Sebenarnya
Saat mendengar berbagai informasi terkait kehamilan, jangan langsung percaya begitu saja dan menjalaninya. Apalagi jika informasi tersebut terdengar tidak masuk akal dan tidak jelas sumbernya.
Berikut ini adalah beragam mitos kehamilan yang banyak beredar di masyarakat, beserta penjelasannya secara medis:
1. Tidak boleh berhubungan seks saat hamil
Banyak orang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan intim. Hal ini karena ada anggapan bahwa berhubungan intim saat hamil bisa menyakiti janin dan berpotensi menyebabkan keguguran.
Informasi ini hanyalah mitos belaka. Selama kehamilan sehat dan normal, kamu masih tetap bisa melakukan hubungan intim dengan pasanganmu.
Janin dalam kandungan sepenuhnya dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot rahim yang kuat, dan lendir yang tebal pada leher rahim. Oleh karena itu, keguguran tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. Sebagian besar keguguran terjadi akibat janin tidak berkembang dengan baik.
2. Ibu hamil tidak boleh berolahraga
Ini juga merupakan mitos kehamilan yang banyak beredar di kalangan ibu hamil. Namun, ini tidak benar. Saat sedang mengandung, kamu boleh tetap berolahraga, kok. Bahkan aktivitas ini sangat dianjurkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin, lho!
Namun dengan catatan, olahraga yang dilakukan ibu hamil janganlah yang terlalu berat, apalagi sampai membuat dehidrasi dan kelelahan. Berolahraga selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu sudah bisa memberikan manfaat yang baik untuk dirimu dan janin. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk ibu hamil meliputi senam hamil, latihan Kegel, berenang, berjalan, hingga yoga dan pilates ibu hamil.
3. Bentuk perut ibu hamil menandakan jenis kelamin janin
Mungkin kamu sering mendengar anggapan perut yang terlihat meninggi itu menandakan bayi perempuan. Sebaliknya, perut turun ke bawah menjadi pertanda bayi laki-laki.
Meski menebak-nebak jenis kelamin anak merupakan hal yang menyenangkan, tapi anggapan bahwa bentuk perut menandakan jenis kelamin anak hanyalah mitos belaka.
Faktanya, bentuk dan tinggi rendahnya perut saat hamil bergantung pada kekuatan otot perut dan posisi janin di dalam kandungan. Jadi, tidak ada kolerasi antara bentuk perut dan jenis kelamin, ya.
Cara untuk mengetahui jenis kelamin janin hanya bisa dilakukan melalui USG kehamilan pada minggu ke-18 hingga ke-20 atau melalui tes genetik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sewaktu kamu melakukan cek kehamilan rutin di dokter kandungan.
4. Bumil harus makan dengan porsi dua kali lipat
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa wanita hamil harus mengonsumsi makanan sebanyak dua porsi, yaitu untuk dirinya sendiri dan untuk janin dalam kandungannya. Memang benar bahwa wanita hamil memerlukan nutrisi dan kalori lebih banyak, tapi itu tidak membuatmu harus menyantap makanan sebanyak dua kali porsi biasanya.
Jika memiliki berat badan normal, kamu hanya membutuhkan tambahan 300 kalori tiap hari. Asupan ini sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan janinmu. Jadi, tidak perlu menambah porsi makan terlalu banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saat hamil.
5. Tidak boleh minum kopi selama hamil
Bagi kamu pecinta kopi, larangan ini tentu menyiksa. Sebenarnya, mengonsumsi kopi saat hamil tidak dilarang, kok. Asalkan kamu tahu batasannya.
Perlu diketahui bahwa mengonsumsi kafein terlalu banyak bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah, lho! Oleh sebab itu, saat hamil, jangan mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Jumlah kafein ini setara dengan sekitar satu gelas kopi instan atau 3 cangkir teh.
6. Tidak boleh mewarnai rambut selama hamil
Banyak yang bilang kalau ibu hamil tidak boleh mewarnai rambut. Ternyata, anggapan ini salah, lho. Mewarnai rambut tidak berdampak buruk untukmu maupun janinmu, selama dilakukan dengan benar.
Jika ingin mewarnai rambut, sebaiknya hindari mewarnai rambut saat trimester pertama. Tunggulah hingga usia kehamilanmu memasuki trimester kedua. Kamu juga bisa mengganti pewarna rambut kimia dengan henna atau menghindari pewarna yang mengandung bau amonia menyengat.
7. Ibu hamil harus menjauhi kucing
Mungkin kamu sering mendengar bahwa ibu hamil dilarang memelihara kucing karena dapat meningkatkan risiko terkena toksoplasmosis. Bagi ibu hamil pecinta kucing dan memiliki peliharaan kucing di rumah, hal ini tentu bisa membuat resah.
Tapi jangan khawatir, kamu tetap bisa bermain dengan kucing kesayanganmu, kok. Namun, kamu harus berhari-hati saat membersihkan kotorannya. Sebaiknya minta orang lain yang membersihkannya dan jangan menyentuh kotoran maupun kotak pasirnya.
Mulai sekarang, lebih cermatlah dalam menyikapi berbagai mitos kehamilan. Jangan langsung memercayai perkataan orang lain yang bertentangan dengan anjuran dokter. Jika terdapat mitos kehamilan yang membuatmu bingung, coba diskusikan dengan dokter kandungan saat kamu menjalani pemeriksaan kehamilan.

Pentingnya Gizi Untuk Ibu Hamil

Pentingnya Gizi Untuk Ibu Hamil

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pentingnya Gizi Untuk Ibu Hamil. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Pentingnya Gizi Untuk Ibu Hamil

Di masyarakat, ada mitos bahwa ibu hamil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak untuk dirinya sendiri dan janin dalam kandungan. Persepsi ini sebenarnya kurang tepat. dan nutrisi selama kehamilan.
Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
Ibu hamil memang disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak kalori, namun bukan berarti harus melipatgandakan porsi makanan yang dikonsumsinya. Hal ini karena makan secara berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih, yang pada akhirnya dapat memicu hipertensi dan diabetes gestasional selama kehamilan.
Karena dampaknya tidak bisa disepelekan, Bumil disarankan untuk fokus pada kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi sehat dan memiliki gizi yang seimbang, serta bermanfaat dalam mendukung kehamilan yang sehat.
Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan, seperti sayur, buah, biji-bijian, daging, ikan, telur, susu dan produk olahan susu yang sudah dipasteurisasi. Sementara makanan yang rendah nutrisi seperti makanan cepat saji dan makanan tinggi gula sebaiknya dibatasi.
Asupan Gizi Ibu Hamil yang Direkomendasikan
Untuk menunjang kesehatan Bumil dan mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan, ada beberapa nutrisi penting yang dianjurkan, di antaranya:
1. Asam folat
Selama kehamilan, Bumil disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400-600 mcg (mikrogram) per hari. Hal ini sangat penting karena asam folat yang cukup bisa mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf.
Selain dari suplemen yang dianjurkan oleh dokter, ibu hamil juga dapat melengkapi kebutuhan asam folat dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, seperti bayam, brokoli, kubis, jeruk, stroberi, roti gandum, dan ikan salmon.
2. Protein
Makanan berprotein yang dikonsumsi ibu hamil memiliki manfaat besar untuk menunjang tumbuh kembang janin dalam kandungan. Beragam makanan berprotein yang dapat dikonsumsi, antara lain kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, atau susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt.
3. Makanan berserat
Mengonsumsi makanan berserat juga penting untuk dilakukan karena selain tinggi akan kandungan nutrisi, konsumsi makanan berserat juga bisa mencegah konstipasi dan wasir saat hamil.
Beberapa jenis makanan berserat yang baik dikonsumsi selama kehamilan adalah buah dan sayur, seperti kentang, tomat, brokoli, wortel, apel, dan jeruk.
4. Makanan berkalsium
Jika Bumil ingin pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil berjalan optimal, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan berkalsium. Contoh makanan yang mengandung kalsium antara lain  susu, keju, yoghurt, tahu, brokoli, dan kacang almon.
5. Makanan berlemak
Selain membuatmu bertenaga, asupan lemak juga dibutuhkan untuk membantu perkembangan otak dan saraf pusat janin. Meski begitu, pilihlah makanan berlemak yang sehat, seperti alpukat, ikan salmon, keju,  minyak zaitun, telur, dan kacang-kacangan.
Meski banyak pilihan makanan yang bisa mendukung tercukupinya kebutuhan gizi ibu hamil, Bumil perlu memastikan bahwa porsi yang dikonsumsi tidak berlebihan. Selain itu, karena kebutuhan nutrisi tiap ibu hamil bisa berbeda pada tiap trimester atau sesuai kondisi kesehatan Bumil, Bumil dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan terkait pola makan yang tepat.

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

duniiakesehatan.com Untuk beberapa ibu hamil mungkin bisa merasakan bahwa berkurangnya atau menurunnya gairah seks seorang wanita ketika mereka memasuki tahap dimana merekia berhasil mendapatkan anak. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Dipengaruhi Faktor Fisik dan Psikis

Penyebab menurunnya gairah seks pada wanita hamil bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis, seperti:

Tidak Percaya Diri
Wanita hamil kerap berpikir bahwa tubuhnya gemuk, tidak seksi dan terlihat kurang menarik. Perubahan bentuk tubuh yang seperti ini membuat wanita hamil menganggap bahwa ia tak akan bisa memberikan kepuasan pada suaminya.

Kelelahan
Terutama pada awal kehamilan, tidak jarang wanita hamil mengalami mual dan muntah, sehingga menyebabkan lemas atau kelelahan. Umumnya hal itu akan mereda setelah memasuki kehamilan trimester kedua, yang dapat membuat gairah seks kembali normal.

Khawatir dengan keselamatan janin
Kehadiran Si Kecil di dalam perut membuat wanita merasa was-was untuk melakukan hubungan seks. Padahal selama kehamilan dinyatakan sehat,  hubungan seks tetap aman dilakukan.

Tips Meningkatkan Gairah Seks Saat Hamil
Saat hamil, aliran darah dalam tubuh akan meningkat, terutama pada organ seksual seperti payudara dan vulva, yang akan menjadi lebih sensitif pada rangsangan.  Namun, jangan heran jika ada beberapa kejutan saat berhubungan intim, misalnya keluar cairan dari puting payudara. Jadikan ini pengalaman baru yang membuat aktivitas seks menjadi lebih seru.Agar hubungan antara suami istri tetap harmonis, meningkatkan gairah seks saat hamil bisa dilakukan dengan banyak cara di antaranya:

Membuka diri terhadap pasangan
Apapun keinginan dan masalah yang kamu atau suami hadapi sebaiknya segera diatasi dengan berbicara secara langsung. Kalian mungkin khawatir dengan bayi di dalam janin. Padahal di dalam perut, bayi dilindungi dengan kantung berisi cairan ketuban. Selama kehamilan sehat, bayi tidak akan merasakan pengaruh berarti dari hubungan seks yang ayah ibunya lakukan.

Memperbaiki hubungan dengan pasangan
Bagi seorang wanita, kedekatan yang intim dengan pasangan baik sekali untuk meningkatkan gairah seksualnya. Jadi, pastikan bahwa hubungan rumah tanggamu dan suami berjalan baik-baik saja.

Baca Juga : Menyembuhkan Maniak Seks

Melakukan seks dengan posisi aman
Seks bisa dilakukan saat hamil tanpa mengundang risiko. Selama Selama posisi seks saat hamil yang dipilih adalah posisi aman seperti misionaris, atau wanita di posisi atas. Yang terpenting adalah kamu dan pasangan melakukannya dengan nyaman, dalam posisi yang aman, serta melakukannya tanpa membuatmu merasa tersiksa.

Meningkatkan percaya diri
Tak ada salahnya jika kamu mencari inspirasi dari luar untuk meningkatkan gairah seks. Seperti membeli beberapa lingerie cantik, melakukan babymoon (honeymoon saat hamil), atau melakukan foto hamil secara khusus untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Ketika seks saat hamil membuat kamu tidak nyaman, kamu dapat mencari cara lain untuk untuk menjaga keintiman antara suami istri. Keintiman antara pasangan bisa dilakukan dengan berbagai hal seperti memijat, membelai, berpelukan atau berciuman.Menurunnya gairah seks saat hamil memang umum terjadi, namun jika penurunan gairah seks dianggap sangat mengganggu keharmonisan suami istri, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

duniiakesehatan.com Penasaran gak sih kenapa banyak terjadi yang namanya kasus keguguran. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Keguguran adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kehamilannya sebelum 20 minggu. Umumnya terjadi dalam 12 minggu pertama. Keguguran tentu terasa sangat menyedihkan dan menghancurkan secara emosional atau mengejutkan karena mungkin ibu hamil tidak menyadari bahwa ia sedang hamil. Apapun itu, ketahuilah bahwa itu bukan kesalahan ibu.

Tanda-tanda keguguran biasanya meliputi:
Pendarahan dari vagina yang mungkin terasa berat.
Rasa sakit di perut bagian bawah yang terasa seperti kram menstruasi yang sangat sakit.
Tanda-tanda kehamilan (seperti payudara yang lembut atau mulat) mulai hilang

Penyebab Keguguran yang Mungkin Terjadi
Saat hamil, ibu mungkin khawatir tentang risiko keguguran. Sebagian besar keguguran terjadi karena alasan yang tidak dapat ibu kendalikan. Sering kali sulit untuk menentukan penyebab pasti keguguran. Mempelajari apa yang menyebabkan keguguran dapat membantu menenangkan kekhawatiran dan membantu ibu meningkatkan peluang untuk memiliki kehamilan yang sehat. Berikut ini empat penyebab keguguran yang paling umum.

1. Kromosom Abnormal
Lebih dari setengah keguguran dalam 13 minggu pertama kehamilan terjadi karena masalah dengan kromosom bayi. Kromosom mengandung gen yang menentukan sifat unik bayi, seperti warna rambut dan mata. Seorang bayi tidak dapat tumbuh secara normal dengan jumlah kromosom yang salah atau rusak. Berikut beberapa hal yang perlu diingat mengenai kromosom abnormal:
Tidak ada cara untuk mencegah masalah kromosom terjadi.Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun, risiko ibu untuk masalah kromosom secara khusus, dan keguguran secara umum meningkat.Keguguran dari masalah kromosom biasanya tidak terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

2. Kondisi Medis
Keguguran selama minggu 13 hingga 24 (trimester kedua) sering merupakan akibat dari masalah dengan ibu. Ini adalah beberapa masalah kesehatan yang meningkatkan risiko keguguran seorang wanita:
Infeksi seperti cytomegalovirus atau campak Jerman.
Penyakit kronis yang tidak terkontrol dengan baik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya.
Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, rahim berbentuk tidak normal atau serviks yang terbuka dan melebar terlalu dini, serta masalah pada serviks.

Baca Juga : Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

3. Gaya Hidup
Kebiasaan ibu hamil sebagai calon ibu dapat meningkatkan risiko keguguran. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang:
Merokok. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko keguguran bahkan jika hanya ayah yang merokok.
Minum banyak.
Menggunakan obat-obatan terlarang.

4. Bahaya Dari Lingkungan
Selain perokok pasif, zat-zat tertentu di lingkungan ibu di rumah atau tempat kerja juga dapat membuat kehamilan berisiko keguguran. Hal ini termasuk:
Merkuri yang dilepaskan dari termometer yang rusak atau lampu neon.
Pelarut seperti pengencer cat, degreas, serta penghilang noda dan pernis.
Pestisida untuk membunuh serangga atau tikus.
Arsenik yang ditemukan di dekat lokasi limbah atau air sumur.

Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

duniiakesehatan.com Banyak pertanyaan tentang kehamilan yang kita masih tidak ketahui jawabannya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

Memahami Siklus Menstruasi Wanita
Siklus menstruasi dimulai pada hari pertama haid dan berlanjut hingga hari pertama haid berikutnya. Seorang wanita berada pada masa subur ketika terjadi ovulasi atau saat sel telur dilepaskan dari ovarium. Kondisi ini terjadi 12 hingga 14 hari sebelum periode berikutnya dimulai. Nah, buat pasangan yang berencana hamil, ini waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar mendapatkan keturunan. Namun, sebetulnya agak tidak mungkin kamu hamil setelah menstruasi, meskipun itu bisa saja terjadi. Penting untuk diingat bahwa sperma bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 7 hari setelah kamu berhubungan seks. Jika spermanya tergolong sehat dan memiliki daya gerak yang baik untuk akhirnya bisa membuahi sel telur.Jadi, kamu bisa hamil setelah menstruasi selesai jika ovulasi juga terjadi lebih awal. Terutama jika kamu memiliki siklus menstruasi pendek yang alami misalnya hanya 21 hari.

Tips Cepat Hamil Usai Menstruasi
Berikut ini tips yang bisa dilakukan supaya bisa hamil setelah menstruasi, yaitu:

Cek Masa Subur. Beberapa pasangan terpaku pada masa subur sebagai waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Padahal, melihat dari lama hidup sperma, sebenarnya kamu tidak perlu menunggu tepat pada masa ovulasi untuk berhubungan seksual.

Menghindari Stres. Stres memicu terbentuknya hormon yang membuat kamu menjadi lebih sensitif, terutama ketika menstruasi. Sayangnya, stres berlebihan ini membuat wanita menjadi lebih sulit untuk hamil. Pastikan kamu mengelola stres dengan baik, caranya dengan melakukan hobi yang menyenangkan atau hal-hal yang disukai.

Lakukan Hubungan Seksual Kapan Saja. Waktu terbaik untuk berhubungan seksual bisa kapan saja, jadi jangan terpaku untuk melakukannya hanya pada malam hari atau pagi hari. Pagi hari lebih dianjurkan karena ketika bangun tidur, tubuh sedang fit dan pikiran masih segar sehingga performa kamu dan pasangan masih baik.

Baca Juga : Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

Selain itu, untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi, kamu bisa mengetahui pola ovulasi yang dimiliki dengan bantuan beberapa alat, seperti:

Perangkat Prediktor Ovulasi. Alat ini bekerja dengan mendeteksi LH (luteinizing hormone), yang melonjak 1-2 hari sebelum ovulasi terjadi. Jadi alat ini dapat memberi tahu kapan wanita mengalami ovulasi, tetapi mereka tidak dapat memberi tahu kapan ovulasi telah terjadi.

Alat Uji Progesteron. Beberapa wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur, seperti mereka yang mengalami PCOS, juga menemukan bahwa menggunakan kit yang mendeteksi progesteron, hormon yang dilepaskan tepat setelah ovulasi membantu untuk digunakan sebagai tambahan pada kit ovulasi standar. Menentukan apakah progesteron yang diproduksi tubuh membantu untuk mengetahui apakah kamu mengalami ovulasi atau tidak.

Aplikasi Kesuburan. Aplikasi pelacak ovulasi bisa menyusun catatan bulanan dari berbagai faktor, seperti suhu tubuh basal dan lendir serviks. Mereka dapat membantu wanita dengan menstruasi teratur menentukan kapan mereka berovulasi.

Melacak Suhu Tubuh Basal. Untuk melacak suhu tubuh basal, kamu membutuhkan termometer khusus yang dirancang untuk tujuan ini. Ambil suhu setiap pagi sebelum kamu beraktivitas. Ukur suhu pada waktu yang sama setiap hari. Jika kamu melihat ada kenaikan suhu sekitar 0,4° F selama tiga hari berturut-turut, kamu mungkin mengalami ovulasi.

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

duniiakesehatan.com Siapa sih yang gak pernah melakukan hubungan Seks Ketika sang wanita sedang mengandung, tentu saja sensasi yang didapatkan berbeda dengan ketika belum mengandung. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ena Ena Pas Hamil.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Ena Ena Pas Hamil.

Hubungan seksual yang dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun, ketika sang istri sudah hamil, hubungan seksual mungkin jadi tidak semenyenangkan sebelumnya. Hal ini karena sang suami atau istri jadi ragu akan terjadinya efek samping yang mengganggu kesehatan bayi di dalam kandungan.Sebenarnya, tidak ada alasan untuk mengubah aktivitas seksual  selama kehamilan, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Hubungan seksual atau orgasme selama kehamilan juga tidak membahayakan bayi. Namun, banyak pasangan yang khawatir jika ejakulasi terjadi di dalam sehingga sperma masuk ke kandungan. Lantas, apakah hal ini berbahaya? Ini ulasannya

Hubungan Seksual Sehat Selama Hamil, Amankah?
Sekali lagi, hubungan intim selama hamil aman dilakukan. Apalagi, banyak wanita yang mengalami peningkatan gairah seks selama kehamilan, terutama pada trimester kedua setelah lonjakan hormon mereda. Hubungan intim di trimester tiga bisa membantu membuka jalan lahir.Nyatanya, ejakulasi di dalam vagina menurut para ahli tergolong aman. Melansir dari Cleveland Clinic, ketika suami ejakulasi di dalam vagina, hal ini tidak memengaruhi bayi. Alasannya, janin dilindungi oleh selaput dan cairan ketuban. Sperma yang masuk ke dalam rahim juga tidak berbahaya untuk janin, kecuali bila suami mengidap infeksi seksual menular atau AIDS.Namun, bagi ibu yang sedang hamil muda atau memiliki kondisi kehamilan yang lemah, sebaiknya hubungan seksual dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, menumpahkan sperma dalam jumlah yang banyak ke dalam vagina memicu kontraksi. Sperma mengandung zat prostaglandin yang memicu reaksi kontraksi pada rahim dan kram perut. Akibatnya, ibu hamil muda bisa mengalami keguguran bahkan kelahiran prematur kelak.Namun, bila kehamilan ibu sehat dan dokter mengizinkan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hubungan seksual selama kehamilan. Jika kamu masih ragu, tanyakan saja dokter di aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu chat dokter spesialis kandungan, dan mereka memberikan informasi kesehatan sesuai kondisi yang dirasakan.

Baca Juga: Arti Cairan Lobang Buaya Yang Perlu Diketahui

Tips Hubungan Seksual Selama Kehamilan
Selama kehamilan, mengubah posisi mungkin diperlukan untuk kenyamanan kamu dan pasangan. Hal ini bisa berlanjut setelah bayi lahir. Pelumas berbasis air juga digunakan selama hubungan intim jika diperlukan. Kamu harus memastikan bahwa selama melakukan hubungan seksual seharusnya tidak merasakan sakit.Selama orgasme, rahim berkontraksi yang menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman. Biasanya bercak vagina (darah) juga muncul setelah berhubungan intim. Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami pendarahan hebat pada vagina, sakit yang menetap, atau jika air ketuban pecah.Selain itu, pastikan pasangan saling berbicara terkait hal ini. Beritahu pasangan bagaimana perasaanmu, terutama jika kamu memiliki perasaan campur aduk tentang seks selama kehamilan. Minta pasangan juga berkomunikasi, terutama jika kamu melihat perubahan dalam respon pasangan. Berkomunikasi dengan pasangan membantu lebih memahami perasaan dan keinginanmu.

Jaga Nutrisi Untuk Kesehatan Ibu Hamil

Jaga Nutrisi Untuk Kesehatan Ibu Hamil

Duniiakesehatan.com – Diet sehat dan seimbang bisa menjadi hadiah terbesar yang bisa Anda berikan kepada bayi yang sedang tumbuh. Nutrisi ibu hamil penting untuk kesehatan bayi.

Tidak peduli berapa minggu yang tersisa sebelum melahirkan, tidak ada kata terlambat untuk memulai diet sehat. Memberikan makanan bergizi bagi tubuh sendiri dapat meningkatkan kesuburan, membuat Anda merasa sehat selama kehamilan, memfasilitasi persalinan dan meletakkan dasar untuk pertumbuhan dan kesehatan yang signifikan bagi anak-anak.

Makanan yang kita makan setiap hari memengaruhi pertumbuhan dan pemeliharaan energi kita di tahun-tahun mendatang. Makanan yang dikonsumsi ibu menentukan kesehatan gizi dasar anak-anak yang lahir, yang juga merupakan contoh kebiasaan makan anak-anak di masa kecil dan setelahnya.

Kehamilan adalah masa ketika kebiasaan makan Anda secara langsung memengaruhi orang lain, dalam hal ini calon bayi Anda. Keputusan untuk memasukkan sayuran, protein dan pilihan makanan sehat lainnya dalam diet pra-kehamilan memberi bayi Anda awal yang baik dalam hidup.

Perubahan Berat Badan Dan Kalori

Berat badan Anda akan bertambah selama hamil. Ketika berat badan mulai meningkat, ini menjadi bukti tubuh memberi nutrisi pada janin. Di saat Anda siap melahirkan, volume total darah akan meningkat sebanyak 60 persen. Payudara akan terisi oleh ASI. Rahim akan tumbuh untuk mengakomodasi bayi dan terisi oleh cairan ketuban. Bayi tumbuh dan beratnya mencapai 2,7 sampai 4,5 kg. Untuk memenuhi semua perubahan ini tubuh membutuhkan sekitar 300 kalori tambahan per hari selama kehamilan trimester 2 dan 3. Tiap ibu hamil perlu membahas kebutuhan nutrisi individunya bersama dokter. Jangan remehkan kesehatan bayi dengan meremehkan kesehatan Anda.

Kelompok Makanan Untuk Nutrisi Ibu Hamil

Akan sangat penting memperhatikan sajian harian yang direkomendasikan untuk tiap kelompok makanan. Kebanyakan makanan memiliki label nutrisi. Label ini membantu Anda mengetahui jumlah nutrisi pada satu sajian.

Baca juga : Cara duduk yang Tepat Untuk Ibu hamil

  1. Protein
    Para ahli menganjurkan konsumsi 75 sampai 100 gram protein per hari. Protein mempengaruhi pertumbuhan jaringan tubuh janin, termasuk otak. Protein juga membantu pertumbuhan jaringan payudara dan rahim selama hamil, serta berperan dalam meningkatkan aliran darah. Contoh makanan sebagai sumber protein harian antara lain daging, ikan atau makanan laut matang, ayam, daging sapi, dan tahu.
  2. Asam folat
    Asam folat memiliki peran kunci dalam menurunkan risiko cacat tabung saraf termasuk spina bifida. Para ahli menganjurkan 600 sampai 800 mikrogram asam folat setiap hari. Contoh sumber folat harian berasal dari sayuran hijau gelap seperti bayam, buah seperti jeruk, stroberi, lemon, mangga, tomat, kiwi, melon, dan padi-padian seperti roti, seral, juga oatmeal.
  3. Kalsium
    Kalsium merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membangun gigi dan tulang yang kuat. Kalsium juga membuat darah membeku secara normal, otot dan saraf berfungsi baik, serta jantung berdetak normal. Kebanyakan kalsium di tubuh ditemukan di tulang. Janin yang sedang berkembang membutuhkan sejumlah kalsium. Bila Anda tidak mengonsumsi kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan janin, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda. Penurunan massa tulang membuat Anda berisiko osteoporosis. Osteoporosis menyebabkan penipisan tulang, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kehamilan menjadi masa kritis wanita untuk mengonsumsi kalsium. Meski ketika tidak ada masalah selama hamil, asupan kalsium yang tidak mencukupi saat ini bisa menghilangkan kekuatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis nantinya. Kebutuhan harian kalsium selama hamil sekitar 1000 mg. Kalsium membantu tubuh mengatur cairan, dan membantu membangun tulang dan gigi bayi. Contoh sumber kalsium harian bisa berasal dari susu, telur, yoghurt, keju pasteurisasi, tahu, almond, dan salmon.
  4. Zat besi
    Bersama dengan sodium, potasium, dan air, zat besi membantu meningkatkan volume darah dan mencegah anemia. Kebutuhan asupan zat besi selama hamil idealnya mencapai 27 mg per hari. Sumber zat besi harian bisa dari sayuran hijau seperti bayam, roti, sereal, oatmeal, daging sapi, makanan laut, dan unggas.
  5. Vitamin C
    Buah dan sayur kaya vitamin C yang membantu penyembuhan luka, perkembangan tulang, serta proses metabolisme. Para ahli merekomendasikan setidaknya 85 mg vitamin C per hari. Contoh sumber vitamin C harian antara lain buah dan sayur seperti jeruk, stroberi, lemon, mangga, tomat, kiwi, melon, dan kentang.

Bunda, selama hamil beberapa jenis makanan dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang. Pastikan semua daging dimasak hingga matang untuk menghindari toksoplasmosis, salmonella, dan bakteri berbahaya lain. Hindari asap rokok, penggunaan obat terlarang, dan konsumsi alkohol. Kurangi atau berhenti konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan soda. Lakukan program olahraga sepanjang kehamilan. Berjalan kaki dan berenang dianggap aktivitas yang sehat selama hamil tapi selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.