Makanan Dengan Kandungan Vitamin C Yang Tinggi

Makanan Dengan Kandungan Vitamin C Yang Tinggi

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Makanan Dengan Kandungan Vitamin C Yang Tinggi. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Makanan Dengan Kandungan Vitamin C Yang Tinggi

Mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin C adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan vitamin ini. Vitamin C bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayuran segar, dengan kadar yang berbeda-beda. Beberapa jenis buar dan sayur memiliki kadar vitamin C yang tinggi.
 Buah yang Mengandung Vitamin C Tinggi
Pada orang dewasa, jumlah asupan vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 75 – 90 mg per hari. Untuk bisa mencukupinya, Anda perlu mengonsumsi beragam makanan sumber vitamin C, khususnya buah dengan kadar vitamin C yang tinggi, yaitu:
1. Jambu biji
Salah satu buah yang dikenal kaya akan vitamin C adalah jambu biji. Dalam sebuah jambu biji terkandung sekitar 125 miligram vitamin C. Jumlah tersebut setara dengan 140% dari angka kebutuhan vitamin C harian.
2. Jeruk
Satu buah jeruk mengandung kurang lebih 70 miligram vitamin C. Jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan vitamin C per harinya. Selain dimakan utuh, jeruk juga bisa diolah menjadi minuman segar, seperti jus jeruk. Dalam setiap cangkir jus jeruk, setidaknya terdapat 125 miligram vitamin C.
3. Pepaya
Satu mangkuk saji atau sekitar 150 gram buah pepaya mengandung sekitar 90 miligram vitamin C. Jumlah ini jelas sudah mencukupi asupan vitamin C harian yang dianjurkan. Buah yang umum ditemukan di Indonesia ini juga dipercaya mampu mencegah demensia dan kanker, sekaligus dapat menyehatkan saluran cerna dan memperkuat daya tahan tubuh.
4. Stroberi
Satu mangkuk saji atau 150 gram buah stroberi mengandung sekitar 90 miligram vitamin C. Stroberi juga mengandung antioksidan tinggi berupa antosianin (zat warna alami pada sayur dan buah).
 5. Cabe merah
Buah yang sering dikira sayur ini merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat umum dikonsumsi di Indonesia. Siapa sangka, cabe merah ternyata mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Dalam satu cangkirnya (sekitar 80 gram), terkandung sekitar 100 mg vitamin C.
Selain buah-buahan tersebut, masih banyak buah lain yang juga mengandung vitamin C tinggi, antara lain:
  • 1 buah mangga atau segelas jus mangga, dan segelas jus Tahitian noni mengandung sekitar 120 miligram vitamin C.
  • 1 buah nanas atau sepiring buah kelengkeng (sekitar 100 gram), mengandung sekitar 80 miligram vitamin C.
  • 1 buah kiwi, mengandung sekitar 65 miligram vitamin C.
  • 1 buah lemon, mengandung sekitar 85 miligram vitamin C
Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi
Tidak hanya dari buah-buahan, vitamin C juga dapat diperoleh dari sayuran. Berikut ini adalah daftar sayuran yang mengandung vitamin C tinggi:
Brokoli
Satu mangkuk brokoli hijau yang sudah dipotong-potong mengandung 80 miligram vitamin C. Setelah dimasak, kandungan vitamin C dalam brokoli memang akan berkurang menjadi 50 miligram, tetapi angka ini masih menjadikan brokoli sebagai sumber vitamin C yang baik.
Kembang kol
Sayur yang mirip dengan brokoli ini juga merupakan sumber vitamin C, meskipun kadarnya tidak setinggi kandungan vitamin C dalam brokoli. Dalam semangkuk kembang kol mentah, terdapat sekitar 50 mg vitamin C.
Bayam
Dalam semangkok bayam (sektiar 30 gram), terdapat 8,5 mg vitamin C. Kandungan vitamin C bayam memang tidak sebanyak kandungan vitamin C kedua sayuran sebelumnya, namun bayam tidak boleh diremehkan. Sayuran ini mengandung banyak nutrisi penting, yaitu vitamin A, vitamin K, folat, kalium, dan zat besi. Kandungan nutrisi ini menjadikan bayam sebagai sayuran yang layak untuk dikonsumsi rutin.
Selain sayuran-sayuran di atas, tanaman tertentu, seperti daun kenikir, juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Berbagai manfaat vitamin C bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Untuk mencegah kekurangan vitamin C, pastikan setiap harinya Anda mengonsumsi buah dan sayur sumber vitamin C dengan porsi yang cukup, sesuai jumlah kebutuhan harian yang direkomendasikan.

Pentingnya Vitamin C Untuk Dikonsumsi

Pentingnya Vitamin C Untuk Dikonsumsi

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pentingnya Vitamin C Untuk Dikonsumsi. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Pentingnya Vitamin C Untuk Dikonsumsi

Vitamin C atau yang kerap disebut asam askorbat merupakan jenis nutrisi yang larut dalam air dan tidak  diproduksi oleh tubuh. Sumber vitamin C bisa Anda temukan pada buah-buahan dan sayuran segar, atau jika perlu dari suplemen vitamin C. Vitamin C diperlukan untuk perkembangan serta menjaga fungsi kerja organ tubuh. Vitamin C juga memainkan peran penting dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh.
Alasan Penting Mengonsumsi Vitamin C
Vitamin C memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan kecantikan kulit, antara lain:
Meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan. Berbagai keluhan seperti batuk dan pilek ternyata dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan vitamin C dalam tubuh, terutama saat kelelahan atau ketika akan melakukan aktivitas berat. Vitamin C pun disebut baik dikonsumsi untuk mencegah penyakit demam berdarah.
Sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sehingga menghambat risiko penuaan dini, perjalanan penyakit kanker, dan penyakit jantung.
Vitamin C untuk kulit berperan dalam produksi kolagen, yakni protein yang dibutuhkan untuk membantu proses penyembuhan luka, mencegah keriput, memperlambat proses penuaan, juga mampu menjaga keremajaan dan mencerahkan kulit.
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik untuk melindungi tubuh dari penyakit
Beberapa hasil penelitian meyakini bahwa vitamin C dapat membantu merawat kesehatan tulang rawan, tulang, dan gigi. Dan juga menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sehingga bisa mencegah serangan jantung dan stroke. Vitamin C juga dipercaya dapat mencegah katarak dan penyakit empedu.
Mengonsumsi Vitamin C dengan Tepat
Vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayur. Sumber vitamin C alami selain jeruk antara lain buah kiwi, mangga, pepaya, nanas, serta sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat. Untuk melengkapinya, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C, dengan dosis yang tepat sesuai anjuran dokter atau sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan produk. Dosis suplemen vitamin C yang direkomendasikan adalah 75 hingga 90 mg . Saat mengalami infeksi maupun pasca pembedahan, kebutuhan vitamin C akan meningkat, maka konsumsi vitamin C akan membantu proses penyembuhannya.
Mengonsumsi vitamin C dosis 500 mg per hari dinilai aman, dan cukup untuk menjaga kesehatan.
Vitamin C dengan Sistem Pelepasan Berkala
Ketika hendak mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen, terdapat pilihan suplemen vitamin C yang memiliki sistem pelepasan berkala (time release). Dengan sistem ini, kandungan vitamin akan diserap oleh sel-sel tubuh secara berkala melalui aliran darah. Melalui sistem time release tersebut, pencukupan sel-sel tubuh akan vitamin C dapat berlangsung sepanjang hari, hingga sekitar 12 jam. Time release ini merupakan sistem yang membantu penyerapan vitamin C yang lebih aman bagi lambung Anda, serta dapat mengurangi efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti sakit perut dan kembung. Dengan pelepasan vitamin C yang terjadi secara perlahan, sistem time release ini juga membantu meringankan kerja ginjal, sehingga lebih aman untuk ginjal.
Untuk menjaga agar kondisi lambung tetap sehat, Anda perlu rutin menjalani pola hidup yang sehat, mengatur pola makan, serta menghindari stres dan mencukupi istirahat. Saat mengonsumsi vitamin C sesuaikan dengan dosis anjuran dokter. Disarankan mengonsumsi setelah makan untuk meminimalisir risiko gangguan pada lambung akibat mengonsumsi vitamin C. Memilih vitamin C dengan sistem pelepasan berkala, dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi keluhan ini. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait konsumsi vitamin C yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda, terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit, atau sedang hamil maupun menyusui.

Bahaya Kafein Untuk Anak Dibawah Umur

Bahaya Kafein Untuk Anak Dibawah Umur

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bahaya Kafein Untuk Anak Dibawah Umur. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bahaya Kafein Untuk Anak Dibawah Umur

Kafein sebenarnya adalah stimulan yang digunakan dalam obat untuk merangsang sistem saraf pusat. Meski banyak negara belum memiliki patokan khusus mengenai kadar maksimal asupan kafein bagi anak, di Kanada konsumsi kafein yang diizinkan pada anak hanya sekitar 45mg kafein per hari, atau setara satu kaleng soda. Padahal studi menemukan, anak-anak tanpa disadari umumnya dapat mengonsumsi 109 mg kafein atau setara dengan kafein dalam 3 kaleng soda.

Berbagai Jenis Minuman Mengandung Kafein
Coba cek, apakah Bunda sering memberikan minuman-minuman di bawah ini kepada anak? Yuk, cermati rata-rata jumlah kandungan kafein di dalamnya:

350 ml es teh mengandung 70 miligram kafein.
30 ml cokelat mengandung 20 miligram kafein.
350 ml minuman ringan mengandung 70 mg kafein.
150 ml kopi seduh mengandung 115 mg kafein.
350 ml es teh mengandung 70 mg kafein.
30 ml cokelat murni mengandung 20 mg kafein.
1 tablet obat flu atau pereda nyeri, dapat mengandung 30 mg kafein.
Bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengonsumsi minuman atau obat yang mengandung kafein. Namun, sebaiknya jumlahnya dibatasi. Biasakan anak untuk mengonsumsi minuman sehat seperti air mineral, susu, dan jus buah segar.

Pengaruh Kafein pada Anak
Sebagaimana pada orang dewasa, efek kafein pada anak dapat menyebabkan sakit perut, sakit kepala, insomnia, susah konsentrasi, gelisah, dan peningkatan detak jantung. Bahkan, jumlah yang sedikit pun dapat memicu efek tersebut pada anak-anak. Kondisi ini dapat lebih berbahaya pada anak yang memang memiliki kondisi kesehatan khusus dan berisiko mengalami penyakit jantung dan gangguan saraf.

Selain itu, efek yang dapat ditimbulkan dari konsumsi kafein berlebih antara lain:

Memengaruhi penyerapan kalsium yang berdampak pada kekuatan dan pertumbuhan tulang.Meningkatkan risiko berat badan berlebih, karena jenis minuman mengandung kafein yang digemari anak umumnya banyak diberikan tambahan krim dan gula.Memengaruhi kadar kimia dalam otak yang dapat memengaruhi tingkah laku dan sosialisasi, karena kafein termasuk stimulan.Memacu otak dan tubuh bekerja lebih keras, tanpa meningkatkan kadar energi pada anak. Sebagian remaja mengonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan performa saat olahraga, padahal kafein yang terkandung di dalamnya membuat tubuh terasa lebih lelah setelah beraktivitas.

Dapat menyebabkan anak akan lebih sering buang air kecil dan lebih mudah haus. Hal ini juga meningkatkan risiko dehidrasi.Jika Bunda meminta anak untuk menghentikan konsumsi minuman mengandung kafein, waspadai efek pengurangan kafein secara mendadak. Dapat berupa nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas dan tertekan. Ajak anak lebih banyak istirahat untuk meminimalkan efek tersebut. Tidak perlu khawatir ya Bun, karena tingkat energi akan kembali normal setelah tubuh menyesuaikan diri tanpa kafein. Bila terjadi keluhan mengganggu akibat anak mengonsumsi kafein, jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter anak.

Baca Juga : Makanan Cepat Saji Dan Banyak Dampaknya

Bagi orang dewasa, minum kopi hitam yang mengandung kafein merupakan hal yang umum, bahkan menjadi kebiasaan. Tapi, bagaimana jika kopi hitam dikonsumsi anak kecil? Simak fakta minum kopi dan minuman berkafein lain pada anak melalui uraian berikut.

Anda mungkin sering mendengar mitos bahwa memberikan kopi hitam dapat membantu menjaga kesehatan anak. Tapi sebelum memberikan kopi atau minuman berkafein lainnya, perhatikan dulu beberapa fakta berikut ini.

Fakta tentang Anak Kecil Minum Kopi Hitam
Kopi hitam, teh, cokelat, dan minuman ringan tertentu mengandung zat bernama kafein. Zat tersebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh, merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan konsentrasi, membuat lebih waspada dan terjaga, serta memberikan tambahan energi.Walaupun memiliki banyak manfaat, pada anak kecil, kopi dan minuman berkafein lain dapat memberikan efek yang kurang baik, sebab respons tubuh anak-anak terhadap kafein berbeda dengan orang dewasa.

Berikut ini adalah fakta konsumsi kopi hitam dan minuman berkafein lain pada anak yang penting untuk Anda ketahui:

1. Menyebabkan gangguan tidur
Konsumsi kopi hitam atau minuman berkafein lain dalam dosis kecil sudah cukup membuat anak-anak terjaga sepanjang hari. Hal ini karena kafein yang terkandung di kopi hitam dan minuman lain dapat menjadi stimulan yang bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung anak, serta membuat mereka menjadi sulit tidur.Selain itu, peningkatan tekanan darah akibat kafein juga dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan sulit untuk berkonsentrasi.

2. Memicu gangguan pencernaan
Tak hanya menyebabkan gangguan tidur, anak yang mengonsumsi kopi hitam dan minuman berkafein lain juga bisa mengalami gangguan pencernaan. Hal ini karena kandungan kafein yang terdapat di dalamnya dapat meningkatkan asam lambung, sehingga anak-anak lebih mudah mengalami mulas dan sakit perut.

3. Meningkatkan risiko kekurangan gizi
Mengonsumsi kopi hitam dan minuman berkafein lain juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami kekurangan gizi. Pasalnya, minuman-minuman tersebut tidak mengandung nutrisi, seperti vitamin dan mineral, yang dibutuhkan anak pada masa pertumbuhannya. Mengonsumsi jenis minuman ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko anak mengalami kekurangan gizi.

4. Menyebabkan dehidrasi
Kafein pada kopi hitam dan minuman lainnya bersifat diuretik, yang dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak cairan melalui urine. Jika cairan tubuh yang dikeluarkan terlalu banyak, anak berisiko mengalami dehidrasi.

5. Menghambat pertumbuhan anak
Kafein di dalam kopi hitam dan minuman lain juga dapat menghambat pertumbuhan anak. Hal ini karena kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh anak, sehingga pertumbuhan tulang anak akan terganggu.

6. Menyebabkan gigi berlubang
Ketika mengonsumsi minuman berkafein, penambahan gula dan pemanis lain sering dilakukan. Hal ini dapat menyebabkan minuman yang dikonsumsi anak memiliki kandungan gula yang tinggi, dan bila dikonsumsi terlalu banyak, dapat menyebabkan anak terkena karies gigi atau gigi berlubang.

7. Meningkatkan risiko obesitas
Kopi hitam yang dicampur dengan sirup, gula, krim kocok atau whipped cream mengandung kalori lebih banyak. Jika asupan kalori berlebihan, tubuh secara otomatis akan mengubah kalori tersebut menjadi lemak. Terlalu banyak lemak dalam tubuh dapat menimbulkan obesitas dan berbagai masalah kesehatan.

8. Menimbulkan efek samping saat berhenti
Kebiasaan mengonsumsi kafein dapat menimbulkan efek samping ketika ingin berhenti. Berhenti mengonsumsi kafein secara tiba-tiba dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, depresi sementara, serta mudah tersinggung.

9. Memperburuk penyakit jantung dan saraf
Bagi anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan dan gangguan saraf, konsumsi minuman berkafein sebaiknya dihindari. Pasalnya, mengonsumsi minuman berkafein dapat memperparah kedua penyakit ini.

Ketahui Batas Asupan Kafein pada Anak
Sebenarnya, anak-anak atau remaja diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman berkafein, termasuk kopi hitam. Hanya saja, ada batasan dalam mengonsumsinya.

Berikut adalah batas maksimal konsumsi kafein per hari pada anak-anak:
45 mg untuk anak usia 4-6 tahun.
62,5 mg untuk anak usia 7-9 tahun.
85 mg untuk anak usia 10-12 tahun.
Selain itu, untuk jenis kopi tertentu, seperti espresso, cappuccino, dan latte, sebaiknya dikonsumsi saat anak sudah berusia 18 tahun.

Berhati-hatilah memberikan kopi hitam atau minuman berkafein pada anak-anak. Anda dapat berkonsultasi ke dokter anak untuk mengetahui asupan makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembangnya.

Makanan Cepat Saji Dan Banyak Dampaknya

Makanan Cepat Saji Dan Banyak Dampaknya

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Makanan Cepat Saji Dan Banyak Dampaknya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Makanan Cepat Saji Dan Banyak Dampaknya

Bagaimana Makanan Cepat Saji Memengaruhi Kesehatan Tubuh?
Berikut beberapa masalah yang bisa menimpa Anda jika terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji.

Obesitas
Hitunglah jumlah karbohidrat dalam makanan cepat saji yang biasa Anda konsumsi. Lalu, kombinasikan dengan lemak tidak sehat yang diperoleh dari proses menggoreng. Tidak cukup sampai di situ, makanan cepat saji juga biasanya kaya akan gula. Bisa dibayangkan bagaimana makanan cepat saji melapangkan jalan Anda menuju kegemukan?

Kurang gizi
Jika Anda hanya memikirkan bagaimana mengenyangkan tubuh maka makanan cepat saji adalah jawaban yang tepat. cara daftar sbobet Namun jika Anda berpikir kenyang yang disertai dengan menutrisi tubuh, maka makanan cepat saji adalah pilihan yang buruk. Terlalu banyak karbohidrat, lemak, gula, dan garam, namun di lain sisi minim akan protein, serat, vitamin, dan mineral. Bagaimana jika keseharian Anda hanya diisi dengan karbohidrat dan lemak? Maka bersiaplah memiliki tubuh minim gizi dan rentan penyakit. Pada anak-anak-anak dan remaja, hal ini bisa menghambat pertumbuhan mereka.

Gangguan pencernaan
Minimnya serat dalam makanan cepat saji dapat menimbulkan konstipasi alias susah buang air besar. Selain minim serat, banyaknya sodium (garam) yang dikandung juga bisa menyebabkan perut kembung dan terasa begah. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat garam memiliki kemampuan menahan air.

Masalah pada otak
Makanan cepat saji tidak hanya identik dengan kolesterol dan gula yang tinggi, namun juga kaya akan zat pengawet tambahan. Kandungan zat aditif berbahaya ini bisa menimbulkan masalah memori dan gangguan belajar. Penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, berkaitan dengan peningkatan risiko terkena demensia

Diabetes
Tumpukan karbohidrat dan gula yang kaya kalori akan membuat kadar gula darah melonjak. Lonjakan gula darah yang terlalu sering tentu akan membuat produksi insulin ikut-ikutan melonjak. Lama-kelamaan hal ini akan mengganggu produksi normal insulin Anda sehingga menuntun Anda menuju diabetes.

Penyakit kardiovaskular
Lemak jenuh yang biasa ditemukan dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Dikombinasikan dengan konsumsi garam berlebih yang bisa meningkatkan tekanan darah serta beban kerja jantung. Sebagaimana kita tahu, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi adalah penyebab utama penyakit jantung dan stroke.

Gangguan Pernapasan
Makanan cepat saji membuat Anda kian mudah mengalami obesitas. Jika sudah obesitas atau sekadar kelebihan berat badan, maka risiko gangguan pernapasan akan meningkat. Susah bernapas adalah hal paling umum yang terjadi pada penderita obesitas. Obesitas membuat seseorang lebih mudah mengalami gangguan apnea tidur (sleep apnea) dan asma.

Gigi mudah rusak
Bakteri dalam mulut akan menghasilkan asam berlebih jika Anda banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula. Asam berlebih akan membuat lapisan pelindung gigi mengalami kerusakan. Jika gigi sudah rusak, maka beberapa penyakit akan lebih mudah menghampiri.

Baca Juga : Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

Bagaimana Mengurangi Efek Buruk Makanan Cepat Saji
Beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengurangi konsumsi makanan cepat saji dengan tetap memelihara kesehatan:

Buat menu sehat
Ketika perut lapar, kita pastinya ingin segera mengisi perut dengan makanan, tak terkecuali makanan cepat saji. Karenanya, biasakan untuk membuat menu makanan sehat yang dapat melengkapi kecukupan nutrisi Anda, sehingga tak perlu lagi menyantap makanan cepat saji saat lapar. Tambahkan menu mkananan tersebut dengan buah dan sayur, agar kebutuhan serat juga bisa tercukupi.

Kurangi porsi
Makin banyak Anda konsumsi makanan cepat saji, maka makin banyak karbohidrat, lemak, gula, dan garam yang Anda konsumsi.

Banyak minum air putih
Ubah minuman Anda dari minuman berkarbonasi menjadi jus buah murni, susu rendah lemak, atau air mineral. Saat tubuh mulai lapar, atau menjelang lapar, minum air putih akan mengurangi rasa lapar sehingga dorongan untuk mencicip makanan cepat saji akan lenyap.

Kurangi makanan gorengan
Makanan yang digoreng kaya akan lemak jenuh, maka kurangilah demi kesehatan.

Segala sesuatu jika dikonsumsi berlebih akan kurang baik bagi kesehatan. Demikian pula makanan cepat saji, selama dalam batas normal, risiko untuk kesehatan masih bisa ditoleransi. Namun jika Anda sudah memiliki kondisi kesehatan yang buruk, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan cepat saji.

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

duniiakesehatan.com Hubungan seks yang kurang baik memang bisa berdampak pada hubungan romantisme yang bisa menurun juga.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Mengapa Perlu Terapi Seks?
Kamu perlu melakukan terapi seks jika masalah pada hubungan seksualmu bersama pasangan sudah mengganggu kesehatan emosional dan kualitas hidup sehari-hari.Dengan terapi seks, kamu dapat mengutarakan berbagai kekhawatiran berikut ini kepada psikolog atau psikiater:

  • Kurang intim dengan pasangan
  • Sulit berkomunikasi dengan pasangan
  • Kurang atau hilangnya gairah atau hasrat seksual
  • Bingung dengan orientasi seksual
  • Takut melakukan hubungan seksual karena punya penyakit atau disabilitas
  • Punya pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu
  • Tidak bisa ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Susah terangsang
  • Susah mencapai orgasme
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Punya fantasi atau objek seksual tertentu yang tidak umum
  • Libido berlebihan

Baca Juga : Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Apa Saja yang Dilakukan dalam Terapi Seks?

Awalnya, kamu akan diminta mengisi formulir berisi data diri dan latar belakangmu, seperti apakah sedang mengonsumsi obat, tengah mengalami stres, atau pernah menderita penyakit tertentu. Jika kamu datang dengan pasangan, kamu bisa diwawancara secara terpisah atau bersama dengan pasangan.Dalam terapi seks, kamu akan dibantu untuk mengenali masalah sehingga dapat membantumu dan pasangan menemukan solusi. Kamu dan pasangan kemungkinan akan diberikan tugas yang harus dilakukan sebelum melakukan sesi terapi seks berikutnya. Tugasnya dapat berupa:

  • Berlatih komunikasi dengan pasangan.
  • Membaca atau menonton video pendidikan tentang kesehatan seksual.
  • Mengubah caramu berinteraksi dengan pasangan, baik secara seksual maupun nonseksual.
  • Jika masalah seksual yang kamu dan pasangan alami adalah akibat dari penyakit fisik, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan, guna menemukan penyebab dan solusi dari penyakit fisik tersebut.

Terapi seks terdiri dari beberapa sesi singkat. Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama 30-50 menit. Beberapa masalah dapat diatasi dengan cepat, hanya dalam beberapa kali kunjungan, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan seksual yang sehat dapat membantu menstabilkan tekanan darah, mengurangi stres, dan membantu menyehatkan jantung. Jika hubungan seksual justru membuat kamu atau pasangan jadi stres, berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog untuk menjalani terapi seks.

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

duniiakesehatan.com Siapa yang sangka Goldar ini bisa menjadi Goldar terkuat untuk melawan Flu Perut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut

Kaitan Antara Golongan Darah dengan Flu Perut
Pakar kesehatan menyebut flu perut seringkali dipicu oleh infeksi bakteri norovirus. Bakteri ini memang bisa menyerang sel-sel yang melapisi dinding usus halus. Jika sampai infeksi ini muncul, maka akan menyebabkan peradangan dengan gejala layaknya nyeri perut, demam parah, mual-mual, muntah, dan diare.Penelitian pun dilakukan di Linkoping University, Swedia untuk mengetahui apakah ada orang-orang yang lebih tahan terkena flu perut. Hasilnya adalah, mereka yang memiliki golongan darah B cenderung lebih kebal dan lebih kuat melawan infeksi norovirus. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O, A, serta AB cenderung lebih rentan terkena infeksi bakteri ini sehingga bisa menderita flu perut dengan gejala yang cukup parah.

Mengapa mereka yang bergolongan darah B cenderung lebih kebal dari virus ini? Hal ini disebabkan oleh antigen yang ada pada permukaan sel-sel darah merah. Antigen tak hanya menentukan golongan darah, namun juga molekul yang mempengaruhi respons dari sistem kekebalan tubuh.Antigen biasanya berbentuk protein atau gula. Hanya saja molekul gula ini sama dengan yang bisa ditemukan pada sel-sel usus halus. Norovirus bisa aktif pada jenis molekul bernama H1-Antigen yang dimiliki oleh mereka yang memiliki golongan darah A, O, dan AB. Hanya saja, molekul ini tidak ada dalam golongan darah B.

Tak adanya molekul ini akan membuat norovirus tak bisa aktif untuk menyebabkan infeksi di dalam usus. Hal ini membuat pemilik golongan darah ini tak mudah terkena flu perut. Selain itu, sistem imun tubuh juga akan segera mengeluarkan respons untuk segera membentuk mekanisme pertahanan melawan norovirus demi mencegahnya memicu dampak kesehatan lain yang lebih buruk.

Baca Juga : Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Beberapa Cara Mencegah Flu Perut
Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam European Journal of Immunology menghasilkan fakta bahwa flu perut yang dipicu oleh infeksi norovirus akan segera merangsang respons dari sistem imun tubuh demi melakukan mekanisme perlawanan. Hal ini berarti, dalam waktu beberapa hari saja infeksi ini biasanya akan mereda dengan sendirinya.Sayangnya, dalam beberapa kasus, respons sistem imun tubuh tidak berlangsung dengan cukup lama sehingga infeksi bisa tetap berlangsung dan membuat gejala flu perut menjadi semakin parah. Jika sampai hal ini terjadi, mau tidak mau kita harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya flu perut, yakni dengan selalu rutin mencuci tangan dengan memakai sabun, khususnya sebelum makan atau setelah memegang benda-benda yang kotor. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak sembarangan berbagi peralatan makan dan peralatan mandi dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah anggota keluarga kita.Cara lain yang bisa dilakukan demi mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi, cermat dalam memilih atau membeli makanan dan minuman yang ingin kita konsumsi, dan menjaga jarak dari orang-orang yang terkena masalah kesehatan seperti flu atau flu perut.Pastikan untuk menjaga pola makan sehat demi membuat sistem imun tubuh lebih kuat dalam melawan berbagai penyebab penyakit, termasuk norovirus.

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

duniiakesehatan.com Sadar gak sih ? Spons cuci piring yang kamu gunakan dirumah sebagai alat untuk mencuci piring ternyata bisa membuat kamu diare loh. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Kotor Menyebabkan Diare
Banyak orang yang masih menyepelekan pentingnya rajin mengganti spons cuci piring. Bukannya segera menggantinya setelah beberapa minggu saat spons sudah terlihat rusak atau kotor, spons ini terus dipakai hingga robek atau terlihat sudah dipenuhi kotoran. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa sabun yang dipakai untuk mencuci piring sudah cukup untuk membersihkan peralatan makan dan memasak sekaligus membunuh berbagai macam bakteri.

Pakar kesehatan Charles Gerba dari Mel and Enid Zuckerman Arizona University, Amerika Serikat menyebut spons cuci piring sebagai salah satu sarang bakteri. Dia bahkan menyebut bakteri di dalam spons cuci piring seperti salmonella bisa saja memiliki jumlah lebih tinggi dari bakteri yang ada di toilet! Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada tahun 2000 silam dengan menggunakan 100 spons cuci piring yang didapatkan dari berbagai tempat di Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa 15 persen dari spons tersebut memiliki bakteri salmonella dan kandungan yang ada di dalam tinja manusia!

Penelitian lain yang dilakukan Gerba pada 2017 silam juga membuktikan bahwa spons cuci piring tinggi kandungan pathogen yang bisa menyebabkan kontaminasi silang, baik itu dari peralatan masak ke peralatan makan dan sebaliknya. Jika sampai kita makan dengan menggunakan peralatan yang sudah dipenuhi dengan bakteri penyebab penyakit, maka risiko untuk terkena diare tentu akan meningkat.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut spons bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak bakteri karena kondisinya yang selalu cenderung lembap. Mengingat setiap tahunnya ada 380 orang kehilangan nyawa di AS akibat infeksi bakteri salmonella, kita pun sangat disarankan untuk selalu mengganti spons cuci piring setiap satu atau dua minggu sekali.

Berbagai Penyebab Diare
Selain spons cuci piring, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan datangnya diare.Berikut adalah beberapa di antaranya.

Baca Juga : Seks Bisa Mencegah Flu

Konsumsi Makanan Tertentu
Penyebab paling umum masalah diare adalah konsumsi beberapa jenis makanan yang kurang higienis, baik itu dalam hal cara memasak yang tidak tepat atau cara penyajian yang tidak benar. Hal ini membuat makanan terpapar bakteri yang bisa menyebabkan diare.Hanya saja, dalam beberapa kasus konsumsi makanan yang sangat pedas, minuman seperti kopi dan alkohol juga bisa menyebabkan datangnya diare.

Keracunan Makanan
Beberapa jenis makanan masih memiliki bakteri seperti e-coli, salmonella, rotavirus, dan berbagai makanan lain yang bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan masalah pencernaan lainnya..

Mengalami Kolitis Ulseratif
Kolitis ulseratif adalah peradangan yang bisa memicu luka pada saluran pencernaan. Dampak dari hal ini tak hanya akan menyebabkan diare parah, bisa jadi akan memicu gangguan pencernaan lain layaknya kram perut, nyeri pada dubur, tubuh lelah, dan demam tinggi.

Mengalami Sindrom Iritasi Usus
Sindrom iritasi usus biasanya menyerang bagian usus besar dengan gejala perut kembung, diare, sakit perut, hingga kotoran yang berlendir.

Gangguan Pankreas
Jika pankreas mengalami masalah pankreatitis kronis, maka fungsinya akan menurun dan akhirnya menyebabkan gejala seperti diare parah. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Seks Bisa Mencegah Flu

Seks Bisa Mencegah Flu

duniiakesehatan.com Siapa sih yang tidak takut jika terserang penyakit flu? Tentu saja siapapun tidak ingin terkena penyakit tersebut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat bagi mereka yang sudah menikah namun kerap mengalami flu, pilek, batuk, hingga masalah hidung mampet adalah mereka sudah lama tidak berhubungan intim dengan pasangan. Apakah mitos ini benar adanya? Pakar kesehatan menyatakan jika hal ini ternyata mungkin saja benar. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan jika rutin berhubungan intim dengan pasangan ternyata bisa membuat kita lebih baik dalam mencegah munculnya berbagai penyakit. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan jika mereka yang rutin melakukan hubungan intim setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu akan memiliki konsentrasi immunoglobin A, salah satu zat yang mampu menahan berbagai macam penyakit pada tubuh, jauh lebih tinggi pada air ludah mereka. Bahkan, dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 ini, diketahui bahwa mereka yang berhubungan intim di saat sakit, yang biasanya dikaitkan dengan penularan penyakit, justru bisa meredakan penyakit karena bisa memberikan sensasi menyenangkan dan bebas dari stress, yang akan membuat tubuh lebih kuat melawan kuman.

Baca Juga : Vakum Penis Dan Manualnya

Bagi kaum wanita sendiri, rutin melakukan hubungan intim, khususnya sebelum fase menstruasi tiba akan membuat sistem imunitas tubuhnya bekerja dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan hormone pada tubuh wanita sebagai perlindungan akan adanya kemungkinan janin yang bisa dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Hal ini berarti, tubuh akan mendapatkan perlindungan lebih baik dari berbagai virus, kuman, atau bahkan infeksi, meskipun pada akhirnya wanita tidak hamil.

Hubungan intim yang dilakukan di malam hari terbukti mampu membuat tidur menjadi jauh lebih nyenyak dan berkualitas. Padahal, salah satu syarat agar kita bisa tetap terjaga kesehatannya adalah tidur yang berkualitas. Hal ini berarti, kita akan lebih baik dalam mencegah munculnya penyakit, khususnya penyakit flu.

Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

duniiakesehatan.com Penasaran gak sih kenapa banyak terjadi yang namanya kasus keguguran. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Keguguran adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kehamilannya sebelum 20 minggu. Umumnya terjadi dalam 12 minggu pertama. Keguguran tentu terasa sangat menyedihkan dan menghancurkan secara emosional atau mengejutkan karena mungkin ibu hamil tidak menyadari bahwa ia sedang hamil. Apapun itu, ketahuilah bahwa itu bukan kesalahan ibu.

Tanda-tanda keguguran biasanya meliputi:
Pendarahan dari vagina yang mungkin terasa berat.
Rasa sakit di perut bagian bawah yang terasa seperti kram menstruasi yang sangat sakit.
Tanda-tanda kehamilan (seperti payudara yang lembut atau mulat) mulai hilang

Penyebab Keguguran yang Mungkin Terjadi
Saat hamil, ibu mungkin khawatir tentang risiko keguguran. Sebagian besar keguguran terjadi karena alasan yang tidak dapat ibu kendalikan. Sering kali sulit untuk menentukan penyebab pasti keguguran. Mempelajari apa yang menyebabkan keguguran dapat membantu menenangkan kekhawatiran dan membantu ibu meningkatkan peluang untuk memiliki kehamilan yang sehat. Berikut ini empat penyebab keguguran yang paling umum.

1. Kromosom Abnormal
Lebih dari setengah keguguran dalam 13 minggu pertama kehamilan terjadi karena masalah dengan kromosom bayi. Kromosom mengandung gen yang menentukan sifat unik bayi, seperti warna rambut dan mata. Seorang bayi tidak dapat tumbuh secara normal dengan jumlah kromosom yang salah atau rusak. Berikut beberapa hal yang perlu diingat mengenai kromosom abnormal:
Tidak ada cara untuk mencegah masalah kromosom terjadi.Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun, risiko ibu untuk masalah kromosom secara khusus, dan keguguran secara umum meningkat.Keguguran dari masalah kromosom biasanya tidak terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

2. Kondisi Medis
Keguguran selama minggu 13 hingga 24 (trimester kedua) sering merupakan akibat dari masalah dengan ibu. Ini adalah beberapa masalah kesehatan yang meningkatkan risiko keguguran seorang wanita:
Infeksi seperti cytomegalovirus atau campak Jerman.
Penyakit kronis yang tidak terkontrol dengan baik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya.
Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, rahim berbentuk tidak normal atau serviks yang terbuka dan melebar terlalu dini, serta masalah pada serviks.

Baca Juga : Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

3. Gaya Hidup
Kebiasaan ibu hamil sebagai calon ibu dapat meningkatkan risiko keguguran. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang:
Merokok. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko keguguran bahkan jika hanya ayah yang merokok.
Minum banyak.
Menggunakan obat-obatan terlarang.

4. Bahaya Dari Lingkungan
Selain perokok pasif, zat-zat tertentu di lingkungan ibu di rumah atau tempat kerja juga dapat membuat kehamilan berisiko keguguran. Hal ini termasuk:
Merkuri yang dilepaskan dari termometer yang rusak atau lampu neon.
Pelarut seperti pengencer cat, degreas, serta penghilang noda dan pernis.
Pestisida untuk membunuh serangga atau tikus.
Arsenik yang ditemukan di dekat lokasi limbah atau air sumur.

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

duniiakesehatan.com Siapa sih yang gak pernah melakukan hubungan Seks Ketika sang wanita sedang mengandung, tentu saja sensasi yang didapatkan berbeda dengan ketika belum mengandung. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ena Ena Pas Hamil.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Ena Ena Pas Hamil.

Hubungan seksual yang dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun, ketika sang istri sudah hamil, hubungan seksual mungkin jadi tidak semenyenangkan sebelumnya. Hal ini karena sang suami atau istri jadi ragu akan terjadinya efek samping yang mengganggu kesehatan bayi di dalam kandungan.Sebenarnya, tidak ada alasan untuk mengubah aktivitas seksual  selama kehamilan, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Hubungan seksual atau orgasme selama kehamilan juga tidak membahayakan bayi. Namun, banyak pasangan yang khawatir jika ejakulasi terjadi di dalam sehingga sperma masuk ke kandungan. Lantas, apakah hal ini berbahaya? Ini ulasannya

Hubungan Seksual Sehat Selama Hamil, Amankah?
Sekali lagi, hubungan intim selama hamil aman dilakukan. Apalagi, banyak wanita yang mengalami peningkatan gairah seks selama kehamilan, terutama pada trimester kedua setelah lonjakan hormon mereda. Hubungan intim di trimester tiga bisa membantu membuka jalan lahir.Nyatanya, ejakulasi di dalam vagina menurut para ahli tergolong aman. Melansir dari Cleveland Clinic, ketika suami ejakulasi di dalam vagina, hal ini tidak memengaruhi bayi. Alasannya, janin dilindungi oleh selaput dan cairan ketuban. Sperma yang masuk ke dalam rahim juga tidak berbahaya untuk janin, kecuali bila suami mengidap infeksi seksual menular atau AIDS.Namun, bagi ibu yang sedang hamil muda atau memiliki kondisi kehamilan yang lemah, sebaiknya hubungan seksual dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, menumpahkan sperma dalam jumlah yang banyak ke dalam vagina memicu kontraksi. Sperma mengandung zat prostaglandin yang memicu reaksi kontraksi pada rahim dan kram perut. Akibatnya, ibu hamil muda bisa mengalami keguguran bahkan kelahiran prematur kelak.Namun, bila kehamilan ibu sehat dan dokter mengizinkan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hubungan seksual selama kehamilan. Jika kamu masih ragu, tanyakan saja dokter di aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu chat dokter spesialis kandungan, dan mereka memberikan informasi kesehatan sesuai kondisi yang dirasakan.

Baca Juga: Arti Cairan Lobang Buaya Yang Perlu Diketahui

Tips Hubungan Seksual Selama Kehamilan
Selama kehamilan, mengubah posisi mungkin diperlukan untuk kenyamanan kamu dan pasangan. Hal ini bisa berlanjut setelah bayi lahir. Pelumas berbasis air juga digunakan selama hubungan intim jika diperlukan. Kamu harus memastikan bahwa selama melakukan hubungan seksual seharusnya tidak merasakan sakit.Selama orgasme, rahim berkontraksi yang menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman. Biasanya bercak vagina (darah) juga muncul setelah berhubungan intim. Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami pendarahan hebat pada vagina, sakit yang menetap, atau jika air ketuban pecah.Selain itu, pastikan pasangan saling berbicara terkait hal ini. Beritahu pasangan bagaimana perasaanmu, terutama jika kamu memiliki perasaan campur aduk tentang seks selama kehamilan. Minta pasangan juga berkomunikasi, terutama jika kamu melihat perubahan dalam respon pasangan. Berkomunikasi dengan pasangan membantu lebih memahami perasaan dan keinginanmu.