Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

duniiakesehatan.com Beneran gak sih sex saat haid itu gak boleh? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

Manfaat Berhubungan Seks saat Haid
Berhubungan seks dapat memberikan manfaat bagi Anda dan pasangan. Ketika dilakukan saat haid, Anda bisa memperoleh beberapa manfaat berikut :

Meredakan kram
Salah satu manfaat berhubungan seks saat haid adalah membantu meredakan kram perut saat haid. Hal ini karena tubuh akan melepaskan hormon endorfin saat orgasme. Pelepasan hormon ini diyakini dapat meredakan kram perut yang dialami saat haid.Selain hormon endorfin, aktivitas seksual juga akan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat meredakan ketidaknyamanan yang Anda rasakan selama haid.

Mempersingkat waktu haid
Berhubungan seks saat haid dapat membuat durasi haid menjadi lebih singkat. Hal ini karena saat orgasme, kontraksi uterus untuk mengeluarkan darah haid menjadi lebih cepat. Efeknya, waktu haid mungkin akan menjadi lebih pendek bila Anda melakukan hubungan seks saat haid.

Meredakan sakit kepala
Berhubungan seks saat haid dapat meredakan sakit kepala yang muncul selama menstruasi. Hal ini diyakini karena adanya pelepasan hormon endorfin selama seks berlangsung.

Risiko Berhubungan Seks saat Haid
Meski banyak anggapan yang menyatakan bahwa berhubungan seks saat haid dapat mencegah kehamilan, namun sebenarnya peluang untuk hamil tetap ada. Hal ini karena sebagian wanita memiliki siklus haid yang tidak teratur sehingga mungkin saja terjadi ovulasi dini, sementara sperma bisa bertahan sampai 7 hari di dalam rahim.Berhubungan seks saat haid juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi menular seksual, karena terbukanya serviks selama haid dapat mempermudah penularan infeksi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan intim saat haid.

Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi juga bisa membuat darah haid mengenai Anda dan pasangan, serta mengotori seprai. Jadi, sebaiknya Anda menggunakan alas tambahan, seperti handuk, ketika berhubungan seks saat haid.Ketika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan seks saat haid, satu hal yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Tanyakan dulu kepada pasangan apakah ia mau melakukan hubungan seks saat haid. Jika Anda tidak menginginkannya atau pasangan menolak, jangan memaksa, karena tidak semua orang dapat menikmati hubungan seks saat haid.Berhubungan seks saat haid memiliki manfaat dan risiko. Jika Anda dan pasangan ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, sehingga hubungan seks yang Anda lakukan saat haid tetap aman dan nyaman.

Penjelasan dari Segi Medis

Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Jika Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi selama menstruasi, seks saat menstruasi mungkin akan bermanfaat. Karena saat orgasme, Anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih. Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

Kendati seks saat menstruasi bermanfaat bagi Anda, namun ada pula risikonya, di antaranya:
Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

Baca juga : Risiko Seks Ebol Atau Anal

Tips Dalam Variasi Bercinta
Buat Anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur Anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, Anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh Anda dan juga pasangan. Ketika Anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.
Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.
Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun, jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan Anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika Anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.

Risiko Seks Ebol Atau Anal

Risiko Seks Ebol Atau Anal

duniiakesehatan.com Seks adalah salah satu cara menjaga keharmonisan suatu hubungan agar bisa mencapai ke arah yang lebih baik,terkadang seks juga bisa dikategorikan sebagai seni,ada yang pernah coba anal? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Risiko Seks Ebol Atau Anal Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Risiko Seks Ebol Atau Anal

Penyakit Menular Seksual hingga Pendarahan
Anus adalah organ tubuh yang sangat sensitif karena sarat dengan ujung saraf sehingga dapat menjadi area stimulasi seks yang menyenangkan bagi beberapa orang. Namun kesenangan ini tidak sepadan dengan risiko yang terkandung. Berikut beberapa di antaranya:

Penetrasi dan seks oral pada anus meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.
Dibandingkan aktivitas seksual lainnya, aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi ke anus mempunyai risiko lebih tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual, seperti HIV, herpes kelamin, kutil kelamin, klamidia, hepatitis B, gonore, dan sifilis. Orang yang melakukan seks melalui anal 30 kali lebih berisiko terkena HIV dibanding yang melakukan penetrasi melalui vagina. Paparan human papillomavirus (HPV) dapat memicu pertumbuhan kutil pada dubur hingga kanker anus.

Tidak hanya penetrasi, seks oral pada anus dan memasukkan jari ke anus juga membuat kedua pasangan berisiko terkena infeksi atau penyakit menular seksual. Beberapa infeksi virus atau bakteri yang dapat ditularkan melalui seks oral yang dilakukan bergantian dengan seks anal, misalnya hepatitis A atau infeksi kuman E. Coli.

Anus tidak memiliki pelumas sehingga rentan rusak.
Tidak seperti vagina yang terlindung oleh pelumas alami, penetrasi pada anus dapat merusak jaringan di dalamnya. Menggunakan pelumas tidak akan mencegah risiko terjadinya luka pada anus. Kerusakan atau luka pada anus membuat bakteri dan virus dapat masuk dengan mudah ke pembuluh darah sehingga mempercepat penyebaran infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Anus penuh dengan bakteri yang berpotensi menginfeksi pasangan.
pasangan yang melakukan seks anal tidak mempunyai penyakit menular seksual, terdapat bakteri yang secara normal memang hidup di anus sehingga berisiko menginfeksi pasangan. Hubungan seksual yang dilakukan dari anus kemudian berpindah ke vagina juga berisiko menimbulkan perpindahan bakteri dan memicu infeksi saluran kencing.

Penetrasi seks anal berisiko melemahkan cincin otot anus.
Anus didesain dengan otot yang menyerupai cincin untuk mengatur aktivitas buang air besar. Cincin otot ini disebut sfingter. Cincin otot anus membuka saat buang air besar dan menutup setelah buang air besar selesai. Seks anal berulang dalam jangka panjang dapat melemahkan otot ini sehingga membuat susah mengontrol buang air besar.

Baca Juga : Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

Perdarahan setelah seks anal.
Setelah seks anal, dapat terjadi perdarahan akibat hemoroid (wasir), luka pada anus, dan juga usus besar. Ini merupakan kondisi berbahaya yang memerlukan penanganan medis, seperti pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, atau bahkan operasi.Selain itu, seks anal kadang dilakukan untuk menghindari kehamilan. Namun sebenarnya kehamilan tetap dapat terjadi jika air mani masuk ke dalam lubang vagina yang posisinya tidak jauh dari anus.

Meminimalkan Risiko Seks Anal
Cara paling efektif untuk menghindari risiko seks anal adalah dengan tidak melakukan kegiatan seks ini sama sekali. Namun jika memang ingin tetap melakukan aktivitas seksual ini, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

Kenakan kondom untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual saat melakukan penetrasi seks anal.Gunakan pelumas berbahan dasar air yang banyak tersedia di apotek atau supermarket. Bukan yang berbahan dasar minyak seperti losion atau pelembap karena dapat menyebabkan kebocoran pada kondom lateks.Untuk menghindari infeksi saluran kencing karena perpindahan bakteri dari anus ke vagina, ganti kondom setelah melakukan seks, sebelum melakukan penetrasi vagina, atau sebaliknya.Senam Kegel dapat berperan membantu memperbaiki cincin otot anus yang melemah akibat seks anal.

Pastikan isi usus kosong sebelum melakukan seks anal. Hal ini guna memastikan bahwa pasangan tidak bersentuhan dengan kotoran, agar risiko infeksi dapat tercegah.Untuk mengurangi risiko rusaknya jaringan, buat tubuh rileks sebelum melakukan seks anal. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mandi air hangat.
Hentikan jika seks anal terasa menyakitkan.Segera periksakan diri ke dokter jika terjadi pendarahan, luka, keluar cairan, nyeri, atau timbul benjolan pada anus. Pada akhirnya, mengingat banyaknya dan tingginya risiko seks anal, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali risiko gangguan kesehatan di balik seks anal, sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat

Pada umumnya kegiatan seksual antar pasangan suami istri dianggap hanya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Padahal terdapat berbagai manfaat sex secara medis yang bisa diambil. Lakukan secara teratur dan aman, maka aktivitas ini berpotensi mengurangi risiko penyakit tertentu.Selain menjadi bentuk kasih sayang kepada pasangan, sex juga bisa memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan Anda, antara lain untuk kesehatan fisik dan emosional. Sex juga bisa memengaruhi kondisi psikologis, intelektual, serta kehidupan sosial kita. Bersamaan dengan itu, kualitas kehidupan akan menjadi lebih baik.Tidak hanya tentang nafsu dan birahi, sex ternyata memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Mulai dari meningkatkan kualitas tidur, hingga mengurangi risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung. Berikut ini adalah beberapa manfaat sex yang bisa kita bahas.

Manfaat sex sebagai salah satu olahraga
Hubungan seksual adalah salah satu bentuk olahraga yang menyenangkan. Berhubungan seksual membuat tubuh membakar setidaknya 4 kalori per menit dan membuat Anda menggunakan berbagai otot tubuh. Melakukan hubungan seksual secara teratur dapat memaksimalkan manfaat ini. Penelitian menemukan bahwa denyut jantung manusia saat orgasme setara dengan olahraga ringan, seperti berjalan menaiki tangga. Meski demikian, untuk mencapai kebutuhan rata-rata gerak tubuh per minggu, Anda tetap perlu melakukan olahraga lain, seperti jalan cepat atau bersepeda.

Jantung lebih sehat
Rangsangan seksual dan orgasme membuat denyut jantung meningkat. Penderita penyakit jantung tetap bisa berhubungan seksual selama mereka masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal, misalnya menaiki dua anak tangga tanpa menimbulkan nyeri dada. Bahkan menurut penelitian, berhubungan seksual setidaknya dua kali seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen, dibandingkan jika berhubungan seksual kurang dari sekali sebulan.

Menjaga tekanan darah tetap normal
Penelitian terhadap beberapa pasangan yang berpegangan tangan selama 10 menit diikuti berpelukan selama 20 detik bisa menurunkan tekanan darah. Studi lain juga menunjukkan bahwa mereka yang jarang melakukan aktivitas seksual atau jarang merasakan orgasme, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi.

Meredakan stres
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang yang tidak melakukan hubungan seksual paling berisiko mengalami stres dibandingkan kelompok yang melakukan aktivitas seksual dengan atau tanpa penetrasi. Intimasi atau orgasme yang didapat tanpa melibatkan penetrasi sekalipun dapat membantu orang untuk merasa rileks, serupa dengan meditasi. Rangsangan seksual melepaskan zat kimia pada otak dan hormon yang membuat Anda merasa lebih nyaman. Selain itu, intimasi dapat meningkatkan rasa percaya diri yang membentuk hidup lebih sehat dan bahagia.

Meningkatkan kekebalan tubuh
Kuatnya sistem kekebalan tubuh dengan seberapa seringnya Anda melakukan hubungan seksual, memiliki keterkaitan secara medis.Tingkat imunoglobulin A (IgA) pada orang yang melakukan hubungan seksual sekali atau dua kali dalam seminggu, 30 persen lebih tinggi daripada yang tidak melakukannya lebih rutin. Antibodi ini berperan menjaga tubuh dari penyakit. Namun orang yang berhubungan seksual lebih dari dua kali dalam seminggu justru memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah daripada umumnya.Meski demikian, demi menjaga sistem imun tetap prima, disarankan untuk tetap melakukan kebiasaan sehat, seperti istirahat cukup, mengonsumsi makanan sehat, mendapatkan vaksinasi, menjalani hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dan memiliki hanya satu pasangan.

Merasa lebih sehat
Orang yang sedang jatuh cinta atau memiliki kehidupan pernikahan yang baik lebih sering menjawab ’sangat baik’ atau ’luar biasa’ dengan jujur ketika ditanya, “Apa kabar?” Dari pernikahan dan hubungan personal yang baik, orang merasa lebih sehat karena merasa mendapat dukungan sosial dan emosional. Dalam hal ini, manfaat sex berperan dalam menjaga keharmonisan hubungan pasangan, bahkan untuk pasangan yang telah menikah dalam waktu lama.

Mengurangi risiko penyakit
Jika dipadukan dengan gaya hidup sehat, manfaat sex dapat digunakan sebagai senjata dalam mengurangi risiko penyakit tertentu, antara lain:

– Mengurangi risiko sakit maag dan angina. Orang yang merasa didukung dan dicintai oleh pasangan lebih tidak berisiko mengalami angina dan maag, demikian kesimpulan dari sebuah penelitian.

– Mengurangi risiko kanker prostat. Penelitian membuktikan bahwa pria yang melakukan ejakulasi secara teratur lebih tidak berisiko mengalami kanker prostat.

– Mengencangkan otot panggul bawah pada wanita sehingga memaksimalkan hubungan seksual serta mengurangi risiko gangguan buang air kecil di kemudian hari.

Baca Juga : Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Meningkatkan gairah seks
Melakukan hubungan seksual secara teratur dapat meningkatkan libido. Pada wanita, berhubungan seksual dapat meningkatkan aliran darah, elastisitas, dan cairan pelumas pada vagina. Semua hal ini dapat membuat hubungan seksual makin berkualitas.

Mengurangi rasa sakit
Orgasme melepaskan hormon yang berperan dalam meredakan rasa nyeri. Stimulasi vagina saja bahkan dapat menghentikan nyeri kronis pada punggung dan kaki, kram datang bulan, dan sakit kepala.

Meningkatkan kualitas tidur
Setelah orgasme, tubuh melepaskan hormon prolaktin yang berperan mendatangkan rasa rileks dan mengantuk. Itulah alasan seseorang lebih mudah mengantuk dan tidur setelah melakukan hubungan seksual. Cukup istirahat adalah sumber kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk untuk menjaga berat badan dan tekanan darah tetap normal.

Meningkatkan intimasi dan kualitas hubungan
Berhubungan seksual dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin yang membantu manusia untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kedekatan satu sama lain. Kadar oksitosin ini akan makin meningkat seiring tingginya frekuensi sentuhan. Kepuasan seksual juga kerap dihubungkan dengan kestabilan hubungan.

Hubungan seksual yang sehat dan dilakukan secara teratur, selain bermanfaat terhadap kesehatan fisik, juga bermanfaat bagi kesehatan psikologis dan mengurangi risiko gangguan mental, mulai dari depresi hingga keinginan bunuh diri . Jangan lupa untuk menambah manfaat sex di atas dengan mempraktekkan sex yang aman dan nyaman. Jika memiliki masalah terkait kehidupan seksual, Anda tidak perlu malu untuk berkonsultasi ke dokter.

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

duniiakesehatan.com Hubungan seks yang kurang baik memang bisa berdampak pada hubungan romantisme yang bisa menurun juga.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Mengapa Perlu Terapi Seks?
Kamu perlu melakukan terapi seks jika masalah pada hubungan seksualmu bersama pasangan sudah mengganggu kesehatan emosional dan kualitas hidup sehari-hari.Dengan terapi seks, kamu dapat mengutarakan berbagai kekhawatiran berikut ini kepada psikolog atau psikiater:

  • Kurang intim dengan pasangan
  • Sulit berkomunikasi dengan pasangan
  • Kurang atau hilangnya gairah atau hasrat seksual
  • Bingung dengan orientasi seksual
  • Takut melakukan hubungan seksual karena punya penyakit atau disabilitas
  • Punya pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu
  • Tidak bisa ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Susah terangsang
  • Susah mencapai orgasme
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Punya fantasi atau objek seksual tertentu yang tidak umum
  • Libido berlebihan

Baca Juga : Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Apa Saja yang Dilakukan dalam Terapi Seks?

Awalnya, kamu akan diminta mengisi formulir berisi data diri dan latar belakangmu, seperti apakah sedang mengonsumsi obat, tengah mengalami stres, atau pernah menderita penyakit tertentu. Jika kamu datang dengan pasangan, kamu bisa diwawancara secara terpisah atau bersama dengan pasangan.Dalam terapi seks, kamu akan dibantu untuk mengenali masalah sehingga dapat membantumu dan pasangan menemukan solusi. Kamu dan pasangan kemungkinan akan diberikan tugas yang harus dilakukan sebelum melakukan sesi terapi seks berikutnya. Tugasnya dapat berupa:

  • Berlatih komunikasi dengan pasangan.
  • Membaca atau menonton video pendidikan tentang kesehatan seksual.
  • Mengubah caramu berinteraksi dengan pasangan, baik secara seksual maupun nonseksual.
  • Jika masalah seksual yang kamu dan pasangan alami adalah akibat dari penyakit fisik, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan, guna menemukan penyebab dan solusi dari penyakit fisik tersebut.

Terapi seks terdiri dari beberapa sesi singkat. Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama 30-50 menit. Beberapa masalah dapat diatasi dengan cepat, hanya dalam beberapa kali kunjungan, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan seksual yang sehat dapat membantu menstabilkan tekanan darah, mengurangi stres, dan membantu menyehatkan jantung. Jika hubungan seksual justru membuat kamu atau pasangan jadi stres, berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog untuk menjalani terapi seks.

Seks Oral Yang Sehat

Seks Oral Yang Sehat

duniiakesehatan.com Bagi beberapa pasangan seks oral adalah hal yang biasa tapi apakah anda sadar ternyata ada beberapa bagian dari seks oral yang harus disehatkan atau di perbaiki.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Oral Yang Sehat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Oral Yang Sehat

Seks oral merupakan kegiatan yang melibatkan mulut dengan daerah genital. Menjilat atau mengulum alat kelamin seperti penis atau vagina merupakan aktivitas seks yang dilakukan dengan pasangan. Tidak hanya itu, seks oral pada anus kerap pula dilakukan beberapa pasangan.Mengenai status keamanannya, seks oral lebih aman dibandingkan kegiatan seks yang melibatkan alat kelamin dengan alat kelamin. Meski begitu, seks oral tidak selalu aman karena risiko tertular penyakit tetap ada.Hingga saat ini belum terlalu jelas berapa orang yang terkena penyakit melalui seks oral. Demi kepentingan publik, peringatan keamanan saat melakukan seks oral wajib disebarkan.

Risiko Tertular Penyakit Menular Seksual (PMS)
Sangat sulit memastikan risiko pastinya karena kebanyakan orang yang melakukan seks oral juga melakukan kegiatan seks lainnya pada waktu bersamaan. Ketika penularan terjadi, kita tidak tahu apakah hal itu disebabkan oleh seks oral atau kegiatan seks lainnya.

Namun pada saat melakukan seks oral, Anda berpotensi terkena human papillomavirus (HPV) jika dilakukan dengan orang yang terinfeksi HPV. Pada umumnya, orang yang memberi seks oral lebih berisiko terkena HPV karena ia berhadapan langsung dengan cairan genital. Memakai kondom bisa meminimalisasi risiko, tapi, Anda masih bisa tertular HPV dari kontak kulit ke kulit tidak hanya melalui cairan. HPV yang diperoleh saat melakukan seks oral merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan dan mulut.Selain itu, Anda juga berisiko tertular HIV jika melakukan seks oral dengan pengidap HIV, walau risikonya kecil.Contohnya jika seorang wanita pengidap HIV menerima seks oral dari pria yang sehat, maka wanita itu berpotensi menularkan HIV kepada pria tersebut. Wanita penderita HIV memiliki darah atau cairan vagina yang mengandung virus tersebut. Risiko terinfeksi virus ini akan lebih tinggi jika ada luka pada mulut atau bibir pria.

Hal yang sama juga berlaku pada pria pengidap HIV yang menerima seks oral dari wanita sehat. Sperma yang dikeluarkan oleh pria tersebut bisa menjadikan wanita itu menjadi pengidap HIV juga.Selain HPV dan HIV, risiko penyakit lain yang bisa ditularkan dari seks oral adalah:

Sifilis.
Infeksi ini merupakan salah satu PMS yang umum tertular melalui seks oral. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat seks oral.

Baca Juga : Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Gonore.
Penyakit ini kerap disebut kencing nanah dan tergolong umum tertular melalui seks oral. Gonore sering tertular ketika seorang wanita melakukan seks oral pada pria. Namun, kemungkinan seorang pria terkena gonore jika melakukan seks oral pada wanita lebih rendah, karena infeksi gonore pada wanita lebih terfokus pada serviks daripada luar vagina. Herpes.Melalui seks oral, Anda berisiko terkena herpes pada alat kelamin atau mulut, terutama jika terkena kontak dengan cairan genital yang terinfeksi virus herpes. Selain cairan, penyebarannya juga bisa melalui kulit ke kulit. Seperti sifilis dan gonore, herpes juga umum tertular melalui seks oral.

Hepatitis A dan B.
Seks oral yang dilakukan pada anus merupakan penyebab Anda bisa tertular hepatitis A dan hepatitis B. Risiko terinfeksi hepatitis B melalui seks oral cukup tinggi jika seseorang mengalami luka pada mulut atau berhubungan seks berisiko.

Klamidia.
Klamidia dapat tertular melalui seks oral. Risiko lebih tinggi ketika melakukan seks oral pada penis daripada pada vagina. Risiko terinfeksi melalui seks oral pada vagina mirip dengan gonore.Risiko Anda bisa tertular penyakit-penyakit di atas jika melakukan seks oral dengan orang yang mengidap penyakit tersebut, dan terutama jika tidak memakai alat pelindung, seperti kondom. Penyakit seperti hepatitis B dan infeksi HPV bisa dihindari dengan menerima vaksinasi dan menghindari perilaku seks berisiko.

Cara Meminimalisasi Penularan
Penularan penyakit bisa diminimalisasi dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom. Untuk wanita, bisa memakai dental dam, lembaran lateks yang kerap dipakai oleh dokter gigi. Alat ini bisa didapatkan di apotek.Sebelum melakukan seks oral, hindari menggosok gigi karena bisa menyebabkan gusi berdarah dan goresan kecil pada mulut. Penyakit lebih mudah menular dengan adanya luka dalam mulut. Maka pastikan kondisi mulut dalam keadaan sehat, seperti tidak ada sariawan atau luka.Bagi para pria, sebisa mungkin hindari melakukan ejakulasi di dalam mulut wanita. Dan yang terpenting adalah hindari melakukan seks oral dengan orang yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.Untuk menghindari penyakit menular seksual melalui seks oral, ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Ajak pula pasangan Anda mengecek kesehatannya demi memperoleh kehidupan seksual yang sehat.

Seks Bisa Mencegah Flu

Seks Bisa Mencegah Flu

duniiakesehatan.com Siapa sih yang tidak takut jika terserang penyakit flu? Tentu saja siapapun tidak ingin terkena penyakit tersebut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat bagi mereka yang sudah menikah namun kerap mengalami flu, pilek, batuk, hingga masalah hidung mampet adalah mereka sudah lama tidak berhubungan intim dengan pasangan. Apakah mitos ini benar adanya? Pakar kesehatan menyatakan jika hal ini ternyata mungkin saja benar. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan jika rutin berhubungan intim dengan pasangan ternyata bisa membuat kita lebih baik dalam mencegah munculnya berbagai penyakit. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan jika mereka yang rutin melakukan hubungan intim setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu akan memiliki konsentrasi immunoglobin A, salah satu zat yang mampu menahan berbagai macam penyakit pada tubuh, jauh lebih tinggi pada air ludah mereka. Bahkan, dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 ini, diketahui bahwa mereka yang berhubungan intim di saat sakit, yang biasanya dikaitkan dengan penularan penyakit, justru bisa meredakan penyakit karena bisa memberikan sensasi menyenangkan dan bebas dari stress, yang akan membuat tubuh lebih kuat melawan kuman.

Baca Juga : Vakum Penis Dan Manualnya

Bagi kaum wanita sendiri, rutin melakukan hubungan intim, khususnya sebelum fase menstruasi tiba akan membuat sistem imunitas tubuhnya bekerja dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan hormone pada tubuh wanita sebagai perlindungan akan adanya kemungkinan janin yang bisa dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Hal ini berarti, tubuh akan mendapatkan perlindungan lebih baik dari berbagai virus, kuman, atau bahkan infeksi, meskipun pada akhirnya wanita tidak hamil.

Hubungan intim yang dilakukan di malam hari terbukti mampu membuat tidur menjadi jauh lebih nyenyak dan berkualitas. Padahal, salah satu syarat agar kita bisa tetap terjaga kesehatannya adalah tidur yang berkualitas. Hal ini berarti, kita akan lebih baik dalam mencegah munculnya penyakit, khususnya penyakit flu.

Vakum Penis Dan Manualnya

Vakum Penis Dan Manualnya

duniiakesehatan.com Siapa yang kurang bisa memuaskan pasagannya di ranjang ? Pasti tidak ada yang mau yah ? Apalagi untuk kaum adam. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Vakum Penis Dan Manualnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Vakum Penis Dan Manualnya

Apa Itu Vakum Penis?
Vakum penis adalah alat bantu yang fungsinya untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi (impotensi) pada pria. Vakum penis yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama vacuum constriction device ini merupakan sebuah pompa yang nantinya digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual.

Vakum penis akan mengambil udara dari luar yang mana udara ini berfungsi untuk mengoptimalkan aliran darah menuju penis. Mekanisme seperti ini lantas membuat penis dapat ereksi dengan sempurna sekaligus mempertahankan ereksi tersebut selama hubungan seksual berlangsung.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Vakum Penis?
Pria dengan disfungsi ereksi tentu bisa menggunakan vakum penis untuk menghasilkan ereksi yang sempurna dan tahan lama. Lebih spesifik, hal ini berlaku untuk kasus disfungsi ereksi atau impotensi yang disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:
• Tidak lancarnya aliran darah menuju penis
• Penyakit diabetes
• Efek samping operasi prostat
• Kanker usus besar
• Masalah psikologis (depresi, gangguan kecemasan)

Sebaliknya, penggunaan vakum penis tidak disarankan jika seseorang mengalami masalah kesehatan yang di antaranya meliputi:
• Perdarahan bawaan
• Priapisme
• Anemia
• Leukemia
• Kelebihan berat badan (obesitas)

Struktur Vakum Penis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vakum penis adalah alat berupa pompa. Sama seperti pompa pada umumnya, mekanisme kerja alat bantu seks ini yaitu dengan menyedot udara dari luar. Udara yang tersedot selanjutnya akan merangsang aliran darah menuju penis.

Berikut adalah struktur vakum penis secara umum yang perlu Anda ketahui:
• Cincin (ring), fungsinya untuk ‘mengunci’ pangkal penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
• Tabung, terbuat dari bahan plastik dan berfungsi menutupi penis
• Pompa, letaknya di bagian atas tabung. Pompa bisa digunakan secara manual atau menggunakan energi baterai

Jika Anda hendak menggunakan vakum penis untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang sedang dialami, pastikan ketiga bagian dari alat ini berada dalam kondisi baik agar efektivitasnya terasa sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga : HPV dan Efek Sampingnya

Efektivitas Vakum Penis
Anda pun mungkin bertanya-tanya, seberapa efektifkah vakum penis dalam mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi? Bagaimana perbandingannya dengan obat-obatan seperti viagra dan semacamnya yang notabene memiliki fungsi serupa?

Faktanya, vakum penis memiliki tingkat efektivitas yang bisa dibilang sama dengan obat impotensi lainnya seperti viagra. Bahkan, American Urological Association mengatakan jika vakum penis dapat menjadi solusi bagi pria penderita disfungsi ereksi yang sudah menggunakan obat namun tidak merasakan efeknya.Hal ini lantas diperjelas oleh sebuah survei terhadap para pengguna alat vakum penis, sebagaimana dilansir dari Web MD. Dikatakan bahwasanya sekitar 50-80 persen pria penderita disfungsi ereksi mengaku senang dan puas dengan kinerja vakum penis dalam mengembalikan ereksi maksimal yang selama ini tidak mereka rasakan.

Penggunaan Vakum Penis yang Benar
Kendati demikian, efektivitas vakum penis untuk menangani impotensi tidak akan maksimal—atau malah tidak berjalan sama sekali—apabila alat ini tidak digunakan secara benar. Oleh sebab itu, Anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan vakum penis yang benar.
Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan vakum penis yang benar:
Langkah ke-1: Cukur bulu kemaluan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mencegah cincin (ring) terlilit rambut. Akan tetapi, prosedur ini tidak wajib
Langkah ke-2: Pasangkan tabung pada penis
Langkah ke-3: Pompa tabung untuk menarik udara masuk ke dalam penis guna merangsang aliran darah menuju penis. Pompa tabung ada yang manual namun ada juga yang menggunakan tenaga baterai. Proses ini biasanya akan memakan waktu sekitar 10-15 menit.
Langkah ke-4: Begitu penis sudah ereksi dengan sempurna, pasangkan cincin (ring) pada bagian pangkal penis. Cincin berfungsi untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
Langkah ke-5: Setelah cincin terpasang, tabung dapat dilepas dari penis
Langkah ke-6: Segera lepas cincin setelah selesai melakukan hubungan seksual. Bersihkan vakum penis untuk menjaga higienitasnya
Satu hal lagi yang juga perlu Anda perhatikan ketika hendak menggunakan alat vakum penis untuk mendapatkan ereksi maksimal dan tahan lama adalah, gunakan jenis vakum penis yang dilengkapi fitur limiter yang akan mendeteksi secara otomatis apabila udara masuk sudah memadai.

Pasalnya, udara yang masuk ke dalam penis apabila terlalu banyak juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi si Mr. P itu sendiri. Menurut The American Urological Association, terlalu banyaknya udara di di dalam penis dapat menciptakan tekanan yang bisa berujung pada kerusakan jaringan penis. Berbahaya sekali, bukan?

Efek Samping Menggunakan Vakum Penis
Di balik manfaat yang bisa Anda dapatkan, alat vakum penis untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi juga tak lepas dari yang namanya efek samping penggunaan.Berikut ini adalah sejumlah efek samping menggunakan vakum penis yang perlu Anda perhatikan!
• Vakum penis dapat menyebabkan cedera penis
• Vakum penis dapat menyebabkan perdarahan ringan
• Vakum penis dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada saat berhubungan seksual (biasanya pemakaian pertama kali)
• Vakum penis menyebabkan timbulnya tanda kecil berwarna hitam atau biru pada batang penis
• Menurunkan volume cairan sperma yang keluar saat ejakulasi (ini tidak mengurangi kenikmatan)
Oleh karena itu, penggunaan vakum penis harus benar-benar dilakukan secara tepat dan lebih baik lagi di bawah pengawasan dokter guna menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan.
Itu dia informasi mengenai vakum penis yang perlu Anda ketahui. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat, ya!

HPV dan Efek Sampingnya

HPV dan Efek Sampingnya

duniiakesehatan.com Apa itu vaksin HPV? Sebelumnya HPV? HPV adalah penyakit menular seks yang disebabkan oleh seks oral. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai HPV dan Efek Sampingnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai HPV dan Efek Sampingnya

Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang diciptakan khusus untuk mencegah infeksi virus HPV atau human papillomavirus.Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menjadi penyebab berbagai jenis penyakit infeksi, terutama yang berkaitan dengan alat kelamin. Ya, HPV memang umumnya ditularkan dari satu individu ke individu lainnya melalui hubungan seksual, baik itu penetrasi maupun seks oral.

Fungsi vaksin HPV berfungsi sebagai ‘benteng’ pertahanan tubuh terhadap risiko infeksi jenis virus yang satu ini. Vaksin ini pun sudah terbukti dapat mencegah—atau setidaknya meminimalisir—kemunculan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Vaksin ini umumnya diberikan pada kaum hawa, kendati para pria juga bisa menggunakan vaksin ini sebagai proteksi diri.

Tujuan Pemberian Vaksin HPV
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian vaksin HPV bertujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Hal ini menjadi penting dikarenakan virus HPV menjadi biang keladi dari sejumlah penyakit kelamin dari mulai yang bersifat sedang hingga berat dan bisa mengancam keselamatan jiwa sekalipun.
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV antara lain sebagai berikut:

  • Kutil pada alat kelamin
  • Kanker serviks
  • Kanker penis
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker lidah
  • Kanker anus
  • Kanker vulva

Melihat penyakit yang ditimbulkan oleh virus HPV, sebaiknya pastikan Anda dan keluarga melakukan vaksinasi virus HPV ini.

Kapan Sebaiknya Vaksin HPV Diberikan?
Oleh karena penyebaran virus HPV adalah melalui aktivitas hubungan seksual, maka waktu terbaik untuk memberikan vaksin HPV ini adalah ketika seseorang belum aktif melakukan hubungan seksual tersebut, yakni ketika masih berusia anak-anak.Idealnya, vaksin HPV sudah diberikan dari semenjak seseorang berusia 11 hingga 12 tahun. Akan tetapi, sah-sah saja jika jenis vaksin yang satu ini diberikan lebih awal lagi yakni saat anak baru berumur 9 tahun.Mengapa vaksin ini sebaiknya diberikan saat seseorang masih berusia anak-anak dan belum aktif melakukan hubungan seksual? Hal ini mengacu pada 2 (dua) hal, yaitu:

  • Efektivitasnya tidak optimal (atau bahkan tidak bekerja sama sekali) jika diberikan pada orang yang sudah aktif melakukan hubungan seksual
  • Respons tubuh terhadap vaksin ini lebih baik ketika masih berusia muda ketimbang pada saat berusia dewasa

Sementara itu terkait dengan dosis vaksin, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic menyarankan agar pemberian vaksin human papillomavirus untuk anak laki-laki dan perempuan usia 11-12 tahun sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pemberian vaksin ini harus dilakukan secara konsisten agar indikasinya tetap terasa.

Baca Juga : Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Pemberian Vaksin HPV
Pemberian vaksin melalui sejumlah tahapan. Berikut ini adalah tahapan pemberian vaksin HPV yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah pakai yang berujung pada tidak efektifnya kerja vaksin.

1. Pra Pemberian Vaksin HPV
Sebelum memberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan Anda.Dokter perlu memastikan bahwa Anda berada dalam kondisi sehat. Selain itu, apabila ternyata Anda sudah pernah melakukan vaksinasi virus HPV sebelumnya, dokter akan bertanya apakah vaksin menimbulkan gejala efek samping seperti reaksi alergi dan sebagainya.

2. Pemberian Vaksin HPV
Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan Anda layak untuk diberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan segera melakukan prosedur pemberian vaksin.Vaksin yang berupa cairan injeksi akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular), tepatnya di bagian lengan atas.

Dosis vaksin HPV pun tergantung usia:

  • Usia 11 – 12 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan dosis ke-2 adalah 6 bulan
  • Usia 9 – 10 tahun dan 13-14 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 6-12 bulan
  • Usia 15 – 26 tahun, 3 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 2 bulan, sementara jarak antara dosis ke-2 dan ke-3 adalah 6 bulan

Dosis ini bisa saja berbeda dengan yang diberikan oleh dokter Anda. Pastikan dokter memberikan dosis yang tepat dan patuhi semua prosedurnya.

3. Pasca Pemberian Vaksin HPV
Pasca vaksin disuntikkan, dokter akan meminta Anda untuk beristirahat sejenak terlebih dahulu.Perlu diketahui, vaksinasi HPV yang Anda lakukan juga harus ditunjang dengan rutin melakukan pemeriksaan medis, misalnya pap smear untuk kasus kanker serviks. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat (termasuk untuk urusan seksualitas) juga harus menjadi suatu kewajiban.

Efek Samping Pemberian Vaksin HPV
Vaksin ini tak lepas dari gejala efek samping pasca pemakaian. Beberapa contoh gejala efek samping vaksin HPV adalah:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri pada area bekas suntik
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan (diare)
  • Reaksi alergi (kulit gatal, pembengkakan, dsb.)

Oleh karena itu, dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidak langsung beranjak dari rumah sakit atau klinik pasca vaksinasi dilakukan. Hal ini merupakan bentuk antisipasi manakala terjadi gejala efek samping di atas sehingga dokter bisa langsung melakukan tindakan medis.

Kontraindikasi Vaksin HPV
Sayangnya, tidak semua orang bisa diberikan vaksin ini. Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan seseorang mendapatkan vaksin human papillomavirus adalah:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan vaksin human papillomavirus
  • Wanita hamil
  • Mengalami penyakit berat

Segera lakukan vaksinasi virus HPV dan terapkan seks yang sehat dan aman. Semoga bermanfaat!

Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

duniiakesehatan.com Banyak pertanyaan tentang kehamilan yang kita masih tidak ketahui jawabannya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bisa Gak Hamil Sehari Setelah Mens

Memahami Siklus Menstruasi Wanita
Siklus menstruasi dimulai pada hari pertama haid dan berlanjut hingga hari pertama haid berikutnya. Seorang wanita berada pada masa subur ketika terjadi ovulasi atau saat sel telur dilepaskan dari ovarium. Kondisi ini terjadi 12 hingga 14 hari sebelum periode berikutnya dimulai. Nah, buat pasangan yang berencana hamil, ini waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar mendapatkan keturunan. Namun, sebetulnya agak tidak mungkin kamu hamil setelah menstruasi, meskipun itu bisa saja terjadi. Penting untuk diingat bahwa sperma bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 7 hari setelah kamu berhubungan seks. Jika spermanya tergolong sehat dan memiliki daya gerak yang baik untuk akhirnya bisa membuahi sel telur.Jadi, kamu bisa hamil setelah menstruasi selesai jika ovulasi juga terjadi lebih awal. Terutama jika kamu memiliki siklus menstruasi pendek yang alami misalnya hanya 21 hari.

Tips Cepat Hamil Usai Menstruasi
Berikut ini tips yang bisa dilakukan supaya bisa hamil setelah menstruasi, yaitu:

Cek Masa Subur. Beberapa pasangan terpaku pada masa subur sebagai waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim. Padahal, melihat dari lama hidup sperma, sebenarnya kamu tidak perlu menunggu tepat pada masa ovulasi untuk berhubungan seksual.

Menghindari Stres. Stres memicu terbentuknya hormon yang membuat kamu menjadi lebih sensitif, terutama ketika menstruasi. Sayangnya, stres berlebihan ini membuat wanita menjadi lebih sulit untuk hamil. Pastikan kamu mengelola stres dengan baik, caranya dengan melakukan hobi yang menyenangkan atau hal-hal yang disukai.

Lakukan Hubungan Seksual Kapan Saja. Waktu terbaik untuk berhubungan seksual bisa kapan saja, jadi jangan terpaku untuk melakukannya hanya pada malam hari atau pagi hari. Pagi hari lebih dianjurkan karena ketika bangun tidur, tubuh sedang fit dan pikiran masih segar sehingga performa kamu dan pasangan masih baik.

Baca Juga : Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

Selain itu, untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi, kamu bisa mengetahui pola ovulasi yang dimiliki dengan bantuan beberapa alat, seperti:

Perangkat Prediktor Ovulasi. Alat ini bekerja dengan mendeteksi LH (luteinizing hormone), yang melonjak 1-2 hari sebelum ovulasi terjadi. Jadi alat ini dapat memberi tahu kapan wanita mengalami ovulasi, tetapi mereka tidak dapat memberi tahu kapan ovulasi telah terjadi.

Alat Uji Progesteron. Beberapa wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur, seperti mereka yang mengalami PCOS, juga menemukan bahwa menggunakan kit yang mendeteksi progesteron, hormon yang dilepaskan tepat setelah ovulasi membantu untuk digunakan sebagai tambahan pada kit ovulasi standar. Menentukan apakah progesteron yang diproduksi tubuh membantu untuk mengetahui apakah kamu mengalami ovulasi atau tidak.

Aplikasi Kesuburan. Aplikasi pelacak ovulasi bisa menyusun catatan bulanan dari berbagai faktor, seperti suhu tubuh basal dan lendir serviks. Mereka dapat membantu wanita dengan menstruasi teratur menentukan kapan mereka berovulasi.

Melacak Suhu Tubuh Basal. Untuk melacak suhu tubuh basal, kamu membutuhkan termometer khusus yang dirancang untuk tujuan ini. Ambil suhu setiap pagi sebelum kamu beraktivitas. Ukur suhu pada waktu yang sama setiap hari. Jika kamu melihat ada kenaikan suhu sekitar 0,4° F selama tiga hari berturut-turut, kamu mungkin mengalami ovulasi.

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

Boleh Gak Sih Ena Ena Pas Hamil

duniiakesehatan.com Siapa sih yang gak pernah melakukan hubungan Seks Ketika sang wanita sedang mengandung, tentu saja sensasi yang didapatkan berbeda dengan ketika belum mengandung. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ena Ena Pas Hamil.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Ena Ena Pas Hamil.

Hubungan seksual yang dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun, ketika sang istri sudah hamil, hubungan seksual mungkin jadi tidak semenyenangkan sebelumnya. Hal ini karena sang suami atau istri jadi ragu akan terjadinya efek samping yang mengganggu kesehatan bayi di dalam kandungan.Sebenarnya, tidak ada alasan untuk mengubah aktivitas seksual  selama kehamilan, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Hubungan seksual atau orgasme selama kehamilan juga tidak membahayakan bayi. Namun, banyak pasangan yang khawatir jika ejakulasi terjadi di dalam sehingga sperma masuk ke kandungan. Lantas, apakah hal ini berbahaya? Ini ulasannya

Hubungan Seksual Sehat Selama Hamil, Amankah?
Sekali lagi, hubungan intim selama hamil aman dilakukan. Apalagi, banyak wanita yang mengalami peningkatan gairah seks selama kehamilan, terutama pada trimester kedua setelah lonjakan hormon mereda. Hubungan intim di trimester tiga bisa membantu membuka jalan lahir.Nyatanya, ejakulasi di dalam vagina menurut para ahli tergolong aman. Melansir dari Cleveland Clinic, ketika suami ejakulasi di dalam vagina, hal ini tidak memengaruhi bayi. Alasannya, janin dilindungi oleh selaput dan cairan ketuban. Sperma yang masuk ke dalam rahim juga tidak berbahaya untuk janin, kecuali bila suami mengidap infeksi seksual menular atau AIDS.Namun, bagi ibu yang sedang hamil muda atau memiliki kondisi kehamilan yang lemah, sebaiknya hubungan seksual dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, menumpahkan sperma dalam jumlah yang banyak ke dalam vagina memicu kontraksi. Sperma mengandung zat prostaglandin yang memicu reaksi kontraksi pada rahim dan kram perut. Akibatnya, ibu hamil muda bisa mengalami keguguran bahkan kelahiran prematur kelak.Namun, bila kehamilan ibu sehat dan dokter mengizinkan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hubungan seksual selama kehamilan. Jika kamu masih ragu, tanyakan saja dokter di aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu chat dokter spesialis kandungan, dan mereka memberikan informasi kesehatan sesuai kondisi yang dirasakan.

Baca Juga: Arti Cairan Lobang Buaya Yang Perlu Diketahui

Tips Hubungan Seksual Selama Kehamilan
Selama kehamilan, mengubah posisi mungkin diperlukan untuk kenyamanan kamu dan pasangan. Hal ini bisa berlanjut setelah bayi lahir. Pelumas berbasis air juga digunakan selama hubungan intim jika diperlukan. Kamu harus memastikan bahwa selama melakukan hubungan seksual seharusnya tidak merasakan sakit.Selama orgasme, rahim berkontraksi yang menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman. Biasanya bercak vagina (darah) juga muncul setelah berhubungan intim. Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami pendarahan hebat pada vagina, sakit yang menetap, atau jika air ketuban pecah.Selain itu, pastikan pasangan saling berbicara terkait hal ini. Beritahu pasangan bagaimana perasaanmu, terutama jika kamu memiliki perasaan campur aduk tentang seks selama kehamilan. Minta pasangan juga berkomunikasi, terutama jika kamu melihat perubahan dalam respon pasangan. Berkomunikasi dengan pasangan membantu lebih memahami perasaan dan keinginanmu.