Kebiasaan Menjengkelkan yang Nyatanya Bermanfaat bagi Kesehatan

Kebiasaan Menjengkelkan yang Nyatanya Bermanfaat bagi Kesehatan

Duniiakesehatan – Setiap orang tentunya punya kebiasaan yang kadang secara tak sengaja mereka lakukan di tempat umum. Nah, di antara kebiasaan yang dilakukan, ada yang dianggap mengganggu orang lain.

Tapi, tahukah Anda jika beberapa kebiasaan yang menjengkelkan justru memiliki manfaat untuk kesehatan? berikut ini kebiasaan yang bisa bikin orang lain jengkel tapi bermanfaat untuk kesehatan.

1. Nyanyi sambil mandi

Beberapa orang ‘hobi’ bernyanyi di kamar mandi. Jika kebetulan suara yang bersangkutan pas-pasan, bisa jadi aktivitas bernyanyi sambil mandi ini menjengkelkan orang lain. Namun, di balik itu ada manfaat tersembunyinya lho.

Dilaporkan Huffington Post, bernyanyi bisa memperkuat sistem imun serta mencegah depresi dan stroke. Saat bernyanyi, otak kiri (yang berkaitan dengan logika dan analisis) menggunakan 85 persen waktu kita dan akibatnya, otak kanan (yang berkaitan dengan kreativitas serta emosi) akan terisi ulang.

Baca Juga : Kebiasaan Buruk Yang Ternyata Bermanfaat Buat Kesehatan

2. Menggigiti kuku

Meski kebiasaan ini bisa terjadi pada orang dewasa, tapi umumnya anak-anaklah yang sering melakukan ini. Tapi, walau dianggap kotor penelitan terbaru di Selandia Baru menunjukkan anak yang punya kebiasaan menjengkelkan ini memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi tertentu.

Dalam studi ini, penelitian mengamati kebiasaan gigit kuku dan isap jempol 1.000 anak usia 5 sampai 11 tahun. Kemudian, mereka menjalani tes alergi di usia 13 dan 32 tahun. Hasilnya, mereka yang punya kebiasaan menggigit kuku tidak terlalu sensitif terhadap alergen, dengan persentase sampai 31 persen.

Texas Holdem adalah permainan angka. poker online terpercaya. Ada investasi bagus dan investasi buruk. Anggap saja seperti bermain pasar saham atau membeli rumah

“Meski kami tidak menyarankan kebiasaan ini harus dulakukan, tapi setidaknya ada sisi positif yang bisa kita ambil dari kebiasaan menjengkelkan ini,” kata profesor di McMaster University’s Michael G. Degroote School of Medicine, Malcolm Sears, dikutip dari Medical Daily.

3. Menggerak-gerakkan kaki

Menggerak-gerakkan kaki bisa jadi kebiasaan yang bikin orang lain jengkel. Namun, sebuah studi menunjukkan aktivitas ini bisa membantu mengurangi efek duduk terlalu lama. Di tahun 1999 sampai 2002, lebih dari 12.000 diamati kebiasaan duduknya, termasuk aktivitas fisik dan menggerakkan kaki yang dilakukan.

Setelah 12 tahun, angka kematian mereka diukur. Ditemukan, mereka yang sering duduk selama 5 sampai 6 jam per hari dan sering menggerakkan kaki punya angka kematian lebih rendah, dibanding wanita yang duduk selama 7 jam atau lebih sehari dan jarang menggerakkan kaki.

“Hasil studi kami menunjukkan bahwa menggerak-gerakkan kaki atau melakukan aktivitas fisik bisa mengurangi dampak buruk akibat terlalu lama duduk,” papar Dr Garetjet Hagger-Johnson, salah satu penulis studi yang dilakukan University of Leeds tersebut.

4. Bersenandung

Mendengar orang bersenandung, apalagi dengan nada yang tidak jelas bisa jadi hal yang menyebalkan. Tapi, mini studi dari Nepal Medical College menunjukkan bahwa bersenandung selama 5 menit bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Dalam studi itu, 50 peserta diminta mengambil napas perlahan maksimal selama 5 detik dan menghembuskan napas, maksimal 15 detik sambil bersenandung. Setelah dilakukan 5 menit, tekanan darah peserta diukur dan hasilnya lebih rendah ketimbang di awal percobaan. Selain itu, denyut jantung mereka pun mengalami penurunan.

Related posts