Multiple Sclerosis

Penyakit Multiple Sclerosis

duniiakesehatan.com – Sclerosis, jika penyakit ini telah menganggung saraf otak dan tulang belakang, maka akan berdampak buruk pada saraf dasar dan gejala lainnya. Bisa memiliki gejala ringan dan bisa pula menjadi disabilitas yang sangat mengerikan.

Neutron atau sel saraf adalah unit terkecil dalam sistem saraf pusat (CNS) yang membuat orang mampu berpikir, mendengar, berbicara, merasakan, dan melakukan aktivitas lainnya.

Setiap neuron disusun oleh sel tubuh, dendrit, dan akson (sambungan sel tubuh). Sebagian besar akson dalam sistem saraf pusat dibungkus oleh selubung myelin yang tidak terhubung yang terutama mengandung zat berlemak dan protein yang bertindak seperti isolator kabel elektrik.

Myelin membantu meningkatkan kecepatan sinyal elektrik yang bergerak sepanjang sel saraf. Rusaknya myelin seperti pada penderita multiple sclerosis dapat menyebabkan kelumpuhan sedang hingga parah.

Secara global, sekitar 2,1 juta orang menderita MS. Peluang mengidap MS beragam tergantung grup etnik yang berbeda-beda.

Baca juga

Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala tergantung pada jumlah dan jenis sel saraf yang rusak. Gejala penyakit mungkin sangat beragam dari satu orang ke orang lain. Gejala yang melibatkan sistem saraf pusat mungkin meliputi:

  • Kehilangan indra, biasanya merupakan gejala awal.
  • Masalah mata: penglihatan buram atau ganda, biasanya pada salah satu mata, sering kali beserta dengan rasa sakit dalam pergerakan mata.
  • Masalah mobilitas: kram otot, lengan atau kaki lemas, kecanggungan, kehilangan keseimbangan, kejang.
  • Gangguan sistem saraf otonomi: kehilangan kendali kantung kemih dan usus, disfungsi seksual.
  • Tutur kata tidak jelas.
  • Depresi.
    Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

MS tidak dapat disembuhkan, tapi banyak pengobatan tersedia untuk mengendalikan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.

Pengobatan tersebut memiliki 2 aspek: terapi modulasi imun untuk gangguan imun dan terapi pereda untuk mengontrol gejala.

Pengobatan serangan MS mungkin termasuk obat corticosteroid yang merupakan pengobatan utama untuk mengendalikan gejala dan mengurangi peradangan saraf.

Untuk memodifikasi perkembangan, pilihan pengobatan bisa berupa beta-interferon atau obat untuk memperlambat dan menghambat reaksi sistem imun.

Sebagai tambahan, terapi fisik dan perileks otot juga dipertimbangkan. Obat-obatan lain tergantung pada jenis gejala yang pasien alami, misalnya pereda rasa sakit.

Related posts