Penyakit Osteoarthritis

Penyakit Osteoarthritis

duniiakesehatan.com – Penyebab sendi-sendi terasa sakit, kaku, dam bengkak, itu merupakann salah satu penyakit osteoarthritis. Penyakit ini sering meliputi sendi tangan, lutut, pinggul, dan tulang.

Dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Tulang rawan sendiri merupakan jaringan ikat padat yang kenyal, licin, serta elastis.

Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang akan bertabrakan dan sendi pun akan terpengaruhi.

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis, di antaranya:

  • Usia. Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria.
  • Cedera pada sendi. Sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi.
  • Obesitas. Berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi.
  • Faktor keturunan. Risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan secara genetika.
  • Menderita kondisi arthritis lain, misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.
  • Cacat tulang, seperti pada tulang rawan atau pembentukan sendi.
  • Pekerjaan atau aktivitas fisik yang membuat seseorang mengalami penekanan di titik tertentu secara terus-menerus.

Gejala Osteoarthritis
Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala dan lokasi yang diserang bisa berbeda-beda pada tiap penderita.

Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan, dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah:

  • Kelenturan sendi yang menurun.
  • Sensasi serta suara gesekan pada sendi ketika digerakkan.
  • Sendi yang mudah nyeri.
  • Otot melemah dan massa otot yang berkurang.

Jika penderita mengalami osteoarthritis di bagian tangan, gejala seperti munculnya benjolan dan bengkak di sekitar jari dapat terjadi. Dalam kasus tertentu, jari-jari tangan akan terlihat bengkok dan muncul benjolan kista di belakangnya.

Gejala-gejala tersebut bisa hiang timbul atau terjadi secara terus-menerus. Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dijalani serta cuaca.

Periksakanlah diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala osteoarthritis yang tidak kunjung reda selama beberapa minggu atau nyeri yang dirasakan bertambah parah.

Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebabnya jika belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis.

Tahap awal diagnosis osteoarthritis umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Dalam hal ini, dokter akan memeriksa adanya pembengkakan serta mengukur batas gerakan sendi tersebut. Selain itu, gejala-gejala dan riwayat kondisi kesehatan pasien juga akan ditanyakan oleh dokter.

Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

duniiakesehatan.com – Penyakit Autoimun bisa menyerang siapa saja tan mengenal usia dan jenis kelamim, 90 persen wanita usia subur banyak yang menderita penyakit lupus. Meningkatnya dimasa subur dan disertai adanya lingkungan yang memicu risiko penyakit lupus ini.

Lupus adalah kondisi penyakit autoimun kronis, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Hal ini menyebabkan tingkat peradangan yang terus-menerus.

Secara tidak langsung penyakit ini bisa memengaruhi hampir setiap bagian tubuh seperti jantung, sendi, otak, ginjal, paru-paru dan kelenjar endokrin.

Gejala lupus juga sangat mirip dengan banyak kondisi kesehatan lainnya seperti kelainan tiroid, penyakit Lyme dan fibromyalgia. Oleh karena itu, lupus bisa sangat sulit untuk didiagnosis.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, lupus adalah jenis penyakit autoimun kronis. Artinya kondisi ini akan Anda miliki seumur hidup. Kabar baiknya, penyakit lupus bisa dikelola dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Ada sejumlah perawatan, termasuk hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari, yang bisa membuat perbedaan besar.

Yang perlu diingat, penyakit lupus menyerang dengan cara yang berbeda untuk setiap orang. Maka, perawatan dan pengobatan yang diresepkan pun akan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Untuk kasus lupus yang ringan, obat-obatan dapat mencakup penghilang rasa sakit dan obat anti-inflamasi.

Untuk penyakit lupus yang lebih parah, misalnya jika sudah menyerang organ tubuh bagian dalam, dokter akan meresepkan obat yang lebih kuat untuk mengatur sistem kekebalan tubuh sambil melindungi organ tubuh seperti ginjal, jantung, dan paru-paru dari serangan lebih lanjut.

Jika Anda mengidap penyakit lupus, Anda biasanya akan ditangani oleh ahli rheumatology, yaitu seorang dokter spesialis penyakit dalam yang mengkhususkan diri pada penyakit sendi dan otot.

Tapi, jika penyakit lupus telah menyebabkan kerusakan pada organ tertentu, mungkin dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis lain.

Tidak ada obat mujarab yang langsung bisa menyembuhkan lupus untuk selamanya. Tapi Anda dapat memperbaiki kondisi Anda dengan diagnosis dini dan meminum obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter Anda guna menghambat kerusakan organ yang diserang oleh lupus.

Ada banyak kategori obat yang digunakan dokter untuk mengobati lupus. Namun, Food and Drugs Administration di Amerika, hanya menyetujui beberapa obat spesifik untuk lupus, antara lain seperti berikut ini:

  • Obat kortikosteroid, termasuk prednison, prednisolon, metilprednisolon, dan hidrokortison
  • Obat antimalaria, seperti hydroxychloroquine dan klorokuin
  • Obat antibodi monoklonal belimumab
  • Obat Acthar (repository corticotropin injection), yang mengandung hormon ocurring alami yang disebut ACTH (adrenocorticotropic hormone)
  • Obat Aspirin
  • Dan berbagai obat lain seperti obat antiinflamasi non steroid (NSAID), obat modulasi imun (imunosupresif), dan antikoagulan

Namun biasanya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk menemukan kombinasi obat yang tepat untuk mengendalikan gejala lupus Anda. Oleh karena itu, mengelola lupus adalah komitmen seumur hidup.

Di samping meresepkan obat, dokter pun akan mengembangkan rencana perawatan berdasarkan usia, gejala, riwayat kesehatan, dan gaya hidup Anda. Tujuan dari setiap rencana perawatan adalah untuk:

  • Mengurangi peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh lupus
  • Menekan sistem kekebalan tubuh Anda yang terlalu aktif
  • Mengontrol gejala seperti nyeri sendi dan kelelahan
  • Meminimalisasi kerusakan pada organ tubuh