Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

duniiakesehatan.com Hubungan seks yang kurang baik memang bisa berdampak pada hubungan romantisme yang bisa menurun juga.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Mengapa Perlu Terapi Seks?
Kamu perlu melakukan terapi seks jika masalah pada hubungan seksualmu bersama pasangan sudah mengganggu kesehatan emosional dan kualitas hidup sehari-hari.Dengan terapi seks, kamu dapat mengutarakan berbagai kekhawatiran berikut ini kepada psikolog atau psikiater:

  • Kurang intim dengan pasangan
  • Sulit berkomunikasi dengan pasangan
  • Kurang atau hilangnya gairah atau hasrat seksual
  • Bingung dengan orientasi seksual
  • Takut melakukan hubungan seksual karena punya penyakit atau disabilitas
  • Punya pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu
  • Tidak bisa ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Susah terangsang
  • Susah mencapai orgasme
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Punya fantasi atau objek seksual tertentu yang tidak umum
  • Libido berlebihan

Baca Juga : Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Apa Saja yang Dilakukan dalam Terapi Seks?

Awalnya, kamu akan diminta mengisi formulir berisi data diri dan latar belakangmu, seperti apakah sedang mengonsumsi obat, tengah mengalami stres, atau pernah menderita penyakit tertentu. Jika kamu datang dengan pasangan, kamu bisa diwawancara secara terpisah atau bersama dengan pasangan.Dalam terapi seks, kamu akan dibantu untuk mengenali masalah sehingga dapat membantumu dan pasangan menemukan solusi. Kamu dan pasangan kemungkinan akan diberikan tugas yang harus dilakukan sebelum melakukan sesi terapi seks berikutnya. Tugasnya dapat berupa:

  • Berlatih komunikasi dengan pasangan.
  • Membaca atau menonton video pendidikan tentang kesehatan seksual.
  • Mengubah caramu berinteraksi dengan pasangan, baik secara seksual maupun nonseksual.
  • Jika masalah seksual yang kamu dan pasangan alami adalah akibat dari penyakit fisik, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan, guna menemukan penyebab dan solusi dari penyakit fisik tersebut.

Terapi seks terdiri dari beberapa sesi singkat. Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama 30-50 menit. Beberapa masalah dapat diatasi dengan cepat, hanya dalam beberapa kali kunjungan, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan seksual yang sehat dapat membantu menstabilkan tekanan darah, mengurangi stres, dan membantu menyehatkan jantung. Jika hubungan seksual justru membuat kamu atau pasangan jadi stres, berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog untuk menjalani terapi seks.

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

duniiakesehatan.com Untuk beberapa ibu hamil mungkin bisa merasakan bahwa berkurangnya atau menurunnya gairah seks seorang wanita ketika mereka memasuki tahap dimana merekia berhasil mendapatkan anak. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Dipengaruhi Faktor Fisik dan Psikis

Penyebab menurunnya gairah seks pada wanita hamil bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis, seperti:

Tidak Percaya Diri
Wanita hamil kerap berpikir bahwa tubuhnya gemuk, tidak seksi dan terlihat kurang menarik. Perubahan bentuk tubuh yang seperti ini membuat wanita hamil menganggap bahwa ia tak akan bisa memberikan kepuasan pada suaminya.

Kelelahan
Terutama pada awal kehamilan, tidak jarang wanita hamil mengalami mual dan muntah, sehingga menyebabkan lemas atau kelelahan. Umumnya hal itu akan mereda setelah memasuki kehamilan trimester kedua, yang dapat membuat gairah seks kembali normal.

Khawatir dengan keselamatan janin
Kehadiran Si Kecil di dalam perut membuat wanita merasa was-was untuk melakukan hubungan seks. Padahal selama kehamilan dinyatakan sehat,  hubungan seks tetap aman dilakukan.

Tips Meningkatkan Gairah Seks Saat Hamil
Saat hamil, aliran darah dalam tubuh akan meningkat, terutama pada organ seksual seperti payudara dan vulva, yang akan menjadi lebih sensitif pada rangsangan.  Namun, jangan heran jika ada beberapa kejutan saat berhubungan intim, misalnya keluar cairan dari puting payudara. Jadikan ini pengalaman baru yang membuat aktivitas seks menjadi lebih seru.Agar hubungan antara suami istri tetap harmonis, meningkatkan gairah seks saat hamil bisa dilakukan dengan banyak cara di antaranya:

Membuka diri terhadap pasangan
Apapun keinginan dan masalah yang kamu atau suami hadapi sebaiknya segera diatasi dengan berbicara secara langsung. Kalian mungkin khawatir dengan bayi di dalam janin. Padahal di dalam perut, bayi dilindungi dengan kantung berisi cairan ketuban. Selama kehamilan sehat, bayi tidak akan merasakan pengaruh berarti dari hubungan seks yang ayah ibunya lakukan.

Memperbaiki hubungan dengan pasangan
Bagi seorang wanita, kedekatan yang intim dengan pasangan baik sekali untuk meningkatkan gairah seksualnya. Jadi, pastikan bahwa hubungan rumah tanggamu dan suami berjalan baik-baik saja.

Baca Juga : Menyembuhkan Maniak Seks

Melakukan seks dengan posisi aman
Seks bisa dilakukan saat hamil tanpa mengundang risiko. Selama Selama posisi seks saat hamil yang dipilih adalah posisi aman seperti misionaris, atau wanita di posisi atas. Yang terpenting adalah kamu dan pasangan melakukannya dengan nyaman, dalam posisi yang aman, serta melakukannya tanpa membuatmu merasa tersiksa.

Meningkatkan percaya diri
Tak ada salahnya jika kamu mencari inspirasi dari luar untuk meningkatkan gairah seks. Seperti membeli beberapa lingerie cantik, melakukan babymoon (honeymoon saat hamil), atau melakukan foto hamil secara khusus untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Ketika seks saat hamil membuat kamu tidak nyaman, kamu dapat mencari cara lain untuk untuk menjaga keintiman antara suami istri. Keintiman antara pasangan bisa dilakukan dengan berbagai hal seperti memijat, membelai, berpelukan atau berciuman.Menurunnya gairah seks saat hamil memang umum terjadi, namun jika penurunan gairah seks dianggap sangat mengganggu keharmonisan suami istri, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Menyembuhkan Maniak Seks

Menyembuhkan Maniak Seks

duniiakesehatan.com Bagi beberapa individu seks adalah kebutuhan sehari hari yang tidak bisa dihentikan,tapi ternyata maniak seks mempunyai banyak dampak yang sangat berarti bagi tubuh dan mental. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menyembuhkan Maniak Seks. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menyembuhkan Maniak Seks

Ciri-ciri Seorang Maniak Seks
Maniak seks sering kali sulit terdeteksi. Mereka pandai menyembunyikan perilaku dan rahasia mereka dari pasangan, sahabat, dan anggota keluarga. Tapi, terkadang maniak seks bisa menunjukkan beberapa tanda yang dapat dikenali dari luar, yaitu:

Sering berpikir dan berfantasi tentang seks, serta berbohong untuk menutupi kecanduan seks.Sering berhubungan seks dengan banyak orang (dengan pasangan dan orang lain) atau memiliki banyak pasangan seksual.Sering berhubungan seks bahkan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, serta produktivitas atau kinerja kerja.Tidak mampu menghentikan atau mengendalikan perilaku seksual, termasuk masturbasi dan perilaku.Membuat diri sendiri dan orang lain berada dalam bahaya karena perilaku seksual.Terlibat dalam aktivitas seksual ilegal dengan pelacur atau anak di bawah umur.Perlu menjadi dominan dan memiliki kontrol dalam berhubungan seksual.Merasa menyesal atau bersalah setelah berhubungan seks.

Konsisten menggunakan pornografi, sering mencari konten pornografi di komputer atau telepon seluler.Melakukan hubungan seksual yang tidak aman (tidak menggunakan pengaman) tanpa memikirkan akibatnya.Suka menguntit atau melihat orang lain berhubungan seks.Melakukan pelecehan seksual, penganiayaan, pemerkosaan.Umumnya seorang maniak seks hanya mendapat sedikit kepuasan dari aktivitas seksual yang mereka lakukan. Mereka tidak membentuk ikatan emosional dengan pasangan seks mereka. Maniak seks sering kali mencari pembenaran terhadap apa yang mereka lakukan dan menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.

Baca Juga : Seks Oral Yang Sehat

Apa Maniak Seks Bisa Disembuhkan?
Kecanduan seks seperti maniak seks mirip dengan kecanduan obat atau zat adiktif lain, yaitu kecanduan zat kimia kuat yang dilepaskan selama hubungan seks. Kondisi ini bisa disembuhkan. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi maniak seks, antara lain:

Psikoterapi
Psikoterapi dilakukan untuk membantu seorang maniak seks agar lebih memahami kondisinya dan bisa menghadapi kecanduan mereka. Tujuan utama terapi ini adalah membangun kembali cara pikir dan keputusan mengenai kehidupan seks yang sehat berdasarkan keintiman, kepuasan, dan emosi bersama.

Penggunaan obat-obatan
Beberapa obat dapat membantu mengontrol dorongan seksual seseorang, misalnya obat anti-cemas, antidepresan trisiklik, agen progestasional, dan penguat serotonin. Namun, penelitian mengungkap bahwa mengonsumsi obat saja tidak akan cukup mengatasi kecanduan seks.
Maniak seks adalah masalah serius, sehingga perlu komitmen yang besar untuk berhenti dan sembuh dari penyakit ini. Bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan bagi para penderitanya. Jika saudara, teman, atau diri Anda sendiri merasa mengalami kecanduan seks, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Seks Oral Yang Sehat

Seks Oral Yang Sehat

duniiakesehatan.com Bagi beberapa pasangan seks oral adalah hal yang biasa tapi apakah anda sadar ternyata ada beberapa bagian dari seks oral yang harus disehatkan atau di perbaiki.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Oral Yang Sehat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Oral Yang Sehat

Seks oral merupakan kegiatan yang melibatkan mulut dengan daerah genital. Menjilat atau mengulum alat kelamin seperti penis atau vagina merupakan aktivitas seks yang dilakukan dengan pasangan. Tidak hanya itu, seks oral pada anus kerap pula dilakukan beberapa pasangan.Mengenai status keamanannya, seks oral lebih aman dibandingkan kegiatan seks yang melibatkan alat kelamin dengan alat kelamin. Meski begitu, seks oral tidak selalu aman karena risiko tertular penyakit tetap ada.Hingga saat ini belum terlalu jelas berapa orang yang terkena penyakit melalui seks oral. Demi kepentingan publik, peringatan keamanan saat melakukan seks oral wajib disebarkan.

Risiko Tertular Penyakit Menular Seksual (PMS)
Sangat sulit memastikan risiko pastinya karena kebanyakan orang yang melakukan seks oral juga melakukan kegiatan seks lainnya pada waktu bersamaan. Ketika penularan terjadi, kita tidak tahu apakah hal itu disebabkan oleh seks oral atau kegiatan seks lainnya.

Namun pada saat melakukan seks oral, Anda berpotensi terkena human papillomavirus (HPV) jika dilakukan dengan orang yang terinfeksi HPV. Pada umumnya, orang yang memberi seks oral lebih berisiko terkena HPV karena ia berhadapan langsung dengan cairan genital. Memakai kondom bisa meminimalisasi risiko, tapi, Anda masih bisa tertular HPV dari kontak kulit ke kulit tidak hanya melalui cairan. HPV yang diperoleh saat melakukan seks oral merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan dan mulut.Selain itu, Anda juga berisiko tertular HIV jika melakukan seks oral dengan pengidap HIV, walau risikonya kecil.Contohnya jika seorang wanita pengidap HIV menerima seks oral dari pria yang sehat, maka wanita itu berpotensi menularkan HIV kepada pria tersebut. Wanita penderita HIV memiliki darah atau cairan vagina yang mengandung virus tersebut. Risiko terinfeksi virus ini akan lebih tinggi jika ada luka pada mulut atau bibir pria.

Hal yang sama juga berlaku pada pria pengidap HIV yang menerima seks oral dari wanita sehat. Sperma yang dikeluarkan oleh pria tersebut bisa menjadikan wanita itu menjadi pengidap HIV juga.Selain HPV dan HIV, risiko penyakit lain yang bisa ditularkan dari seks oral adalah:

Sifilis.
Infeksi ini merupakan salah satu PMS yang umum tertular melalui seks oral. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat seks oral.

Baca Juga : Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Gonore.
Penyakit ini kerap disebut kencing nanah dan tergolong umum tertular melalui seks oral. Gonore sering tertular ketika seorang wanita melakukan seks oral pada pria. Namun, kemungkinan seorang pria terkena gonore jika melakukan seks oral pada wanita lebih rendah, karena infeksi gonore pada wanita lebih terfokus pada serviks daripada luar vagina. Herpes.Melalui seks oral, Anda berisiko terkena herpes pada alat kelamin atau mulut, terutama jika terkena kontak dengan cairan genital yang terinfeksi virus herpes. Selain cairan, penyebarannya juga bisa melalui kulit ke kulit. Seperti sifilis dan gonore, herpes juga umum tertular melalui seks oral.

Hepatitis A dan B.
Seks oral yang dilakukan pada anus merupakan penyebab Anda bisa tertular hepatitis A dan hepatitis B. Risiko terinfeksi hepatitis B melalui seks oral cukup tinggi jika seseorang mengalami luka pada mulut atau berhubungan seks berisiko.

Klamidia.
Klamidia dapat tertular melalui seks oral. Risiko lebih tinggi ketika melakukan seks oral pada penis daripada pada vagina. Risiko terinfeksi melalui seks oral pada vagina mirip dengan gonore.Risiko Anda bisa tertular penyakit-penyakit di atas jika melakukan seks oral dengan orang yang mengidap penyakit tersebut, dan terutama jika tidak memakai alat pelindung, seperti kondom. Penyakit seperti hepatitis B dan infeksi HPV bisa dihindari dengan menerima vaksinasi dan menghindari perilaku seks berisiko.

Cara Meminimalisasi Penularan
Penularan penyakit bisa diminimalisasi dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom. Untuk wanita, bisa memakai dental dam, lembaran lateks yang kerap dipakai oleh dokter gigi. Alat ini bisa didapatkan di apotek.Sebelum melakukan seks oral, hindari menggosok gigi karena bisa menyebabkan gusi berdarah dan goresan kecil pada mulut. Penyakit lebih mudah menular dengan adanya luka dalam mulut. Maka pastikan kondisi mulut dalam keadaan sehat, seperti tidak ada sariawan atau luka.Bagi para pria, sebisa mungkin hindari melakukan ejakulasi di dalam mulut wanita. Dan yang terpenting adalah hindari melakukan seks oral dengan orang yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.Untuk menghindari penyakit menular seksual melalui seks oral, ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Ajak pula pasangan Anda mengecek kesehatannya demi memperoleh kehidupan seksual yang sehat.

Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Pada sebagian besar kasus, diare tidak membutuhkan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena sistem imunitas di dalam tubuh anak Anda akan bereaksi secara otomatis untuk membersihkan bakteri, virus, atau parasit penyebab infeksi. Biasanya, penyembuhan berlangsung selama sekitar satu minggu.

Menangani Diare pada Anak
Diare yang terjadi pada anak Anda bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

Infeksi virus, misalnya rotavirus, norovirus, astrovirus, adenovirus.
Infeksi bakteri, seperti Salmonella, Coli, Staphylococcus, Campylobacter.
Infeksi parasit, seperti giardiasis.
Terlalu banyak mengonsumsi jus.
Alergi makanan.
Penggunaan obat antibiotik.
Intoleransi makanan.
Keracunan.
Pada dasarnya, anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang mengalami diare tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan tertentu, selama anak masih bisa makan dan minum dengan cukup dan tidak terjadi dehidrasi. Jika diare yang dialami anak Anda tak kunjung membaik setelah beberapa hari, lebih baik segera berkonsultasi ke dokter.

Sebelum memberikan resep obat, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi anak dan memastikan penyebab diare. Setelah mengetahui keluhan yang dialami dan penyebabnya, dokter dapat memberikan obat-obatan yang sesuai kondisi anak, antara lain:

Larutan rehidrasi oral
Obat ini berfungsi mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit yang hilang karena diare. Larutan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit ini tidak menghentikan diare tetapi mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang bersama tinja. Berikan cairan rehidrasi oral setiap kali anak BAB atau muntah.

Antibiotik
Obat ini sebetulnya tidak direkomendasikan karena diare umumnya disebabkan oleh infeksi virus, atau oleh sebab lain yang bukan infeksi. Dokter hanya akan memberikan antibiotik jika anak Anda mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Antidiare
Obat diare seperti loperamide dan kaolin-pektin dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat kerja otot usus. Namun obat ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak-anak karena berisiko menyebabkan efek samping seperti mual.

Probiotik
Obat diare ini mengandung bakteri baik yang dapat membantu penyembuhan diare. Pemberian probiotik bersama cairan rehidrasi oral terpantau dapat mengobati diare pada anak akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Namun secara umum masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas probiotik sebagai obat diare anak.

Baca Juga : Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Paracetamol atau ibuprofen
Obat ini hanya diberikan jika diare yang dialami anak Anda disertai dengan demam dan sakit kepala. Kedua obat ini berfungsi meredakan rasa sakit yang muncul dari gejala-gejala diare.

Waspadai Dehidrasi Akibat Diare pada Anak
Diare bisa menyebabkan anak Anda mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Untuk menghindarinya, Anda dianjurkan untuk memberikan asupan cairan lebih banyak dari biasa selama anak Anda mengalami diare. Kemunculan dehidrasi biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti badan terasa lemas, wajah tampak pucat, mulut, bibir, dan juga lidah terlihat kering, serta mata cekung.

Bayi berusia di bawah 6 bulan lebih berisiko mengalami dehidrasi. Jika Anda menemukan gejala-gejala dehidrasi pada anak Anda, usahakan untuk selalu memberikan asupan cairan, baik melalui ASI, air putih, maupun minuman rehidrasi yang mengandung elektrolit.Minuman rehidrasi bisa didapat berdasarkan resep dokter atau dibeli secara bebas. Minuman ini berfungsi menjaga keseimbangan kadar air, gula, dan garam di dalam tubuh. Selama diare, jangan berikan anak jus buah dan minuman soda karena hal itu justru akan membuat diare bertambah parah.

Waspadai jika terdapat gejala dehidrasi berat yang ditandai dengan:

Penurunan kesadaran
Kaki dan tangan dingin
Pucat
Jarang pipis atau tidak pipis sama sekali
Sesak napas
Anak merasa sangat haus
Muntah
Apabila anak menunjukkan gejala dehidrasi berat maka segeralah membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat cairan melalui infus. Jika kondisi anak Anda tak kunjung membaik meski telah mengonsumsi obat diare untuk anak dari dokter, jangan ragu untuk kembali berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

duniiakesehatan.com Siapa yang sangka Goldar ini bisa menjadi Goldar terkuat untuk melawan Flu Perut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut

Kaitan Antara Golongan Darah dengan Flu Perut
Pakar kesehatan menyebut flu perut seringkali dipicu oleh infeksi bakteri norovirus. Bakteri ini memang bisa menyerang sel-sel yang melapisi dinding usus halus. Jika sampai infeksi ini muncul, maka akan menyebabkan peradangan dengan gejala layaknya nyeri perut, demam parah, mual-mual, muntah, dan diare.Penelitian pun dilakukan di Linkoping University, Swedia untuk mengetahui apakah ada orang-orang yang lebih tahan terkena flu perut. Hasilnya adalah, mereka yang memiliki golongan darah B cenderung lebih kebal dan lebih kuat melawan infeksi norovirus. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O, A, serta AB cenderung lebih rentan terkena infeksi bakteri ini sehingga bisa menderita flu perut dengan gejala yang cukup parah.

Mengapa mereka yang bergolongan darah B cenderung lebih kebal dari virus ini? Hal ini disebabkan oleh antigen yang ada pada permukaan sel-sel darah merah. Antigen tak hanya menentukan golongan darah, namun juga molekul yang mempengaruhi respons dari sistem kekebalan tubuh.Antigen biasanya berbentuk protein atau gula. Hanya saja molekul gula ini sama dengan yang bisa ditemukan pada sel-sel usus halus. Norovirus bisa aktif pada jenis molekul bernama H1-Antigen yang dimiliki oleh mereka yang memiliki golongan darah A, O, dan AB. Hanya saja, molekul ini tidak ada dalam golongan darah B.

Tak adanya molekul ini akan membuat norovirus tak bisa aktif untuk menyebabkan infeksi di dalam usus. Hal ini membuat pemilik golongan darah ini tak mudah terkena flu perut. Selain itu, sistem imun tubuh juga akan segera mengeluarkan respons untuk segera membentuk mekanisme pertahanan melawan norovirus demi mencegahnya memicu dampak kesehatan lain yang lebih buruk.

Baca Juga : Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Beberapa Cara Mencegah Flu Perut
Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam European Journal of Immunology menghasilkan fakta bahwa flu perut yang dipicu oleh infeksi norovirus akan segera merangsang respons dari sistem imun tubuh demi melakukan mekanisme perlawanan. Hal ini berarti, dalam waktu beberapa hari saja infeksi ini biasanya akan mereda dengan sendirinya.Sayangnya, dalam beberapa kasus, respons sistem imun tubuh tidak berlangsung dengan cukup lama sehingga infeksi bisa tetap berlangsung dan membuat gejala flu perut menjadi semakin parah. Jika sampai hal ini terjadi, mau tidak mau kita harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya flu perut, yakni dengan selalu rutin mencuci tangan dengan memakai sabun, khususnya sebelum makan atau setelah memegang benda-benda yang kotor. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak sembarangan berbagi peralatan makan dan peralatan mandi dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah anggota keluarga kita.Cara lain yang bisa dilakukan demi mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi, cermat dalam memilih atau membeli makanan dan minuman yang ingin kita konsumsi, dan menjaga jarak dari orang-orang yang terkena masalah kesehatan seperti flu atau flu perut.Pastikan untuk menjaga pola makan sehat demi membuat sistem imun tubuh lebih kuat dalam melawan berbagai penyebab penyakit, termasuk norovirus.

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

duniiakesehatan.com Sadar gak sih ? Spons cuci piring yang kamu gunakan dirumah sebagai alat untuk mencuci piring ternyata bisa membuat kamu diare loh. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Kotor Menyebabkan Diare
Banyak orang yang masih menyepelekan pentingnya rajin mengganti spons cuci piring. Bukannya segera menggantinya setelah beberapa minggu saat spons sudah terlihat rusak atau kotor, spons ini terus dipakai hingga robek atau terlihat sudah dipenuhi kotoran. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa sabun yang dipakai untuk mencuci piring sudah cukup untuk membersihkan peralatan makan dan memasak sekaligus membunuh berbagai macam bakteri.

Pakar kesehatan Charles Gerba dari Mel and Enid Zuckerman Arizona University, Amerika Serikat menyebut spons cuci piring sebagai salah satu sarang bakteri. Dia bahkan menyebut bakteri di dalam spons cuci piring seperti salmonella bisa saja memiliki jumlah lebih tinggi dari bakteri yang ada di toilet! Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada tahun 2000 silam dengan menggunakan 100 spons cuci piring yang didapatkan dari berbagai tempat di Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa 15 persen dari spons tersebut memiliki bakteri salmonella dan kandungan yang ada di dalam tinja manusia!

Penelitian lain yang dilakukan Gerba pada 2017 silam juga membuktikan bahwa spons cuci piring tinggi kandungan pathogen yang bisa menyebabkan kontaminasi silang, baik itu dari peralatan masak ke peralatan makan dan sebaliknya. Jika sampai kita makan dengan menggunakan peralatan yang sudah dipenuhi dengan bakteri penyebab penyakit, maka risiko untuk terkena diare tentu akan meningkat.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut spons bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak bakteri karena kondisinya yang selalu cenderung lembap. Mengingat setiap tahunnya ada 380 orang kehilangan nyawa di AS akibat infeksi bakteri salmonella, kita pun sangat disarankan untuk selalu mengganti spons cuci piring setiap satu atau dua minggu sekali.

Berbagai Penyebab Diare
Selain spons cuci piring, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan datangnya diare.Berikut adalah beberapa di antaranya.

Baca Juga : Seks Bisa Mencegah Flu

Konsumsi Makanan Tertentu
Penyebab paling umum masalah diare adalah konsumsi beberapa jenis makanan yang kurang higienis, baik itu dalam hal cara memasak yang tidak tepat atau cara penyajian yang tidak benar. Hal ini membuat makanan terpapar bakteri yang bisa menyebabkan diare.Hanya saja, dalam beberapa kasus konsumsi makanan yang sangat pedas, minuman seperti kopi dan alkohol juga bisa menyebabkan datangnya diare.

Keracunan Makanan
Beberapa jenis makanan masih memiliki bakteri seperti e-coli, salmonella, rotavirus, dan berbagai makanan lain yang bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan masalah pencernaan lainnya..

Mengalami Kolitis Ulseratif
Kolitis ulseratif adalah peradangan yang bisa memicu luka pada saluran pencernaan. Dampak dari hal ini tak hanya akan menyebabkan diare parah, bisa jadi akan memicu gangguan pencernaan lain layaknya kram perut, nyeri pada dubur, tubuh lelah, dan demam tinggi.

Mengalami Sindrom Iritasi Usus
Sindrom iritasi usus biasanya menyerang bagian usus besar dengan gejala perut kembung, diare, sakit perut, hingga kotoran yang berlendir.

Gangguan Pankreas
Jika pankreas mengalami masalah pankreatitis kronis, maka fungsinya akan menurun dan akhirnya menyebabkan gejala seperti diare parah. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Seks Bisa Mencegah Flu

Seks Bisa Mencegah Flu

duniiakesehatan.com Siapa sih yang tidak takut jika terserang penyakit flu? Tentu saja siapapun tidak ingin terkena penyakit tersebut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Bisa Mencegah Flu

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat bagi mereka yang sudah menikah namun kerap mengalami flu, pilek, batuk, hingga masalah hidung mampet adalah mereka sudah lama tidak berhubungan intim dengan pasangan. Apakah mitos ini benar adanya? Pakar kesehatan menyatakan jika hal ini ternyata mungkin saja benar. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan jika rutin berhubungan intim dengan pasangan ternyata bisa membuat kita lebih baik dalam mencegah munculnya berbagai penyakit. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan jika mereka yang rutin melakukan hubungan intim setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu akan memiliki konsentrasi immunoglobin A, salah satu zat yang mampu menahan berbagai macam penyakit pada tubuh, jauh lebih tinggi pada air ludah mereka. Bahkan, dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 ini, diketahui bahwa mereka yang berhubungan intim di saat sakit, yang biasanya dikaitkan dengan penularan penyakit, justru bisa meredakan penyakit karena bisa memberikan sensasi menyenangkan dan bebas dari stress, yang akan membuat tubuh lebih kuat melawan kuman.

Baca Juga : Vakum Penis Dan Manualnya

Bagi kaum wanita sendiri, rutin melakukan hubungan intim, khususnya sebelum fase menstruasi tiba akan membuat sistem imunitas tubuhnya bekerja dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan hormone pada tubuh wanita sebagai perlindungan akan adanya kemungkinan janin yang bisa dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Hal ini berarti, tubuh akan mendapatkan perlindungan lebih baik dari berbagai virus, kuman, atau bahkan infeksi, meskipun pada akhirnya wanita tidak hamil.

Hubungan intim yang dilakukan di malam hari terbukti mampu membuat tidur menjadi jauh lebih nyenyak dan berkualitas. Padahal, salah satu syarat agar kita bisa tetap terjaga kesehatannya adalah tidur yang berkualitas. Hal ini berarti, kita akan lebih baik dalam mencegah munculnya penyakit, khususnya penyakit flu.

Vakum Penis Dan Manualnya

Vakum Penis Dan Manualnya

duniiakesehatan.com Siapa yang kurang bisa memuaskan pasagannya di ranjang ? Pasti tidak ada yang mau yah ? Apalagi untuk kaum adam. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Vakum Penis Dan Manualnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Vakum Penis Dan Manualnya

Apa Itu Vakum Penis?
Vakum penis adalah alat bantu yang fungsinya untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi (impotensi) pada pria. Vakum penis yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama vacuum constriction device ini merupakan sebuah pompa yang nantinya digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual.

Vakum penis akan mengambil udara dari luar yang mana udara ini berfungsi untuk mengoptimalkan aliran darah menuju penis. Mekanisme seperti ini lantas membuat penis dapat ereksi dengan sempurna sekaligus mempertahankan ereksi tersebut selama hubungan seksual berlangsung.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Vakum Penis?
Pria dengan disfungsi ereksi tentu bisa menggunakan vakum penis untuk menghasilkan ereksi yang sempurna dan tahan lama. Lebih spesifik, hal ini berlaku untuk kasus disfungsi ereksi atau impotensi yang disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:
• Tidak lancarnya aliran darah menuju penis
• Penyakit diabetes
• Efek samping operasi prostat
• Kanker usus besar
• Masalah psikologis (depresi, gangguan kecemasan)

Sebaliknya, penggunaan vakum penis tidak disarankan jika seseorang mengalami masalah kesehatan yang di antaranya meliputi:
• Perdarahan bawaan
• Priapisme
• Anemia
• Leukemia
• Kelebihan berat badan (obesitas)

Struktur Vakum Penis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vakum penis adalah alat berupa pompa. Sama seperti pompa pada umumnya, mekanisme kerja alat bantu seks ini yaitu dengan menyedot udara dari luar. Udara yang tersedot selanjutnya akan merangsang aliran darah menuju penis.

Berikut adalah struktur vakum penis secara umum yang perlu Anda ketahui:
• Cincin (ring), fungsinya untuk ‘mengunci’ pangkal penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
• Tabung, terbuat dari bahan plastik dan berfungsi menutupi penis
• Pompa, letaknya di bagian atas tabung. Pompa bisa digunakan secara manual atau menggunakan energi baterai

Jika Anda hendak menggunakan vakum penis untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang sedang dialami, pastikan ketiga bagian dari alat ini berada dalam kondisi baik agar efektivitasnya terasa sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga : HPV dan Efek Sampingnya

Efektivitas Vakum Penis
Anda pun mungkin bertanya-tanya, seberapa efektifkah vakum penis dalam mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi? Bagaimana perbandingannya dengan obat-obatan seperti viagra dan semacamnya yang notabene memiliki fungsi serupa?

Faktanya, vakum penis memiliki tingkat efektivitas yang bisa dibilang sama dengan obat impotensi lainnya seperti viagra. Bahkan, American Urological Association mengatakan jika vakum penis dapat menjadi solusi bagi pria penderita disfungsi ereksi yang sudah menggunakan obat namun tidak merasakan efeknya.Hal ini lantas diperjelas oleh sebuah survei terhadap para pengguna alat vakum penis, sebagaimana dilansir dari Web MD. Dikatakan bahwasanya sekitar 50-80 persen pria penderita disfungsi ereksi mengaku senang dan puas dengan kinerja vakum penis dalam mengembalikan ereksi maksimal yang selama ini tidak mereka rasakan.

Penggunaan Vakum Penis yang Benar
Kendati demikian, efektivitas vakum penis untuk menangani impotensi tidak akan maksimal—atau malah tidak berjalan sama sekali—apabila alat ini tidak digunakan secara benar. Oleh sebab itu, Anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan vakum penis yang benar.
Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan vakum penis yang benar:
Langkah ke-1: Cukur bulu kemaluan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mencegah cincin (ring) terlilit rambut. Akan tetapi, prosedur ini tidak wajib
Langkah ke-2: Pasangkan tabung pada penis
Langkah ke-3: Pompa tabung untuk menarik udara masuk ke dalam penis guna merangsang aliran darah menuju penis. Pompa tabung ada yang manual namun ada juga yang menggunakan tenaga baterai. Proses ini biasanya akan memakan waktu sekitar 10-15 menit.
Langkah ke-4: Begitu penis sudah ereksi dengan sempurna, pasangkan cincin (ring) pada bagian pangkal penis. Cincin berfungsi untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
Langkah ke-5: Setelah cincin terpasang, tabung dapat dilepas dari penis
Langkah ke-6: Segera lepas cincin setelah selesai melakukan hubungan seksual. Bersihkan vakum penis untuk menjaga higienitasnya
Satu hal lagi yang juga perlu Anda perhatikan ketika hendak menggunakan alat vakum penis untuk mendapatkan ereksi maksimal dan tahan lama adalah, gunakan jenis vakum penis yang dilengkapi fitur limiter yang akan mendeteksi secara otomatis apabila udara masuk sudah memadai.

Pasalnya, udara yang masuk ke dalam penis apabila terlalu banyak juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi si Mr. P itu sendiri. Menurut The American Urological Association, terlalu banyaknya udara di di dalam penis dapat menciptakan tekanan yang bisa berujung pada kerusakan jaringan penis. Berbahaya sekali, bukan?

Efek Samping Menggunakan Vakum Penis
Di balik manfaat yang bisa Anda dapatkan, alat vakum penis untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi juga tak lepas dari yang namanya efek samping penggunaan.Berikut ini adalah sejumlah efek samping menggunakan vakum penis yang perlu Anda perhatikan!
• Vakum penis dapat menyebabkan cedera penis
• Vakum penis dapat menyebabkan perdarahan ringan
• Vakum penis dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada saat berhubungan seksual (biasanya pemakaian pertama kali)
• Vakum penis menyebabkan timbulnya tanda kecil berwarna hitam atau biru pada batang penis
• Menurunkan volume cairan sperma yang keluar saat ejakulasi (ini tidak mengurangi kenikmatan)
Oleh karena itu, penggunaan vakum penis harus benar-benar dilakukan secara tepat dan lebih baik lagi di bawah pengawasan dokter guna menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan.
Itu dia informasi mengenai vakum penis yang perlu Anda ketahui. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat, ya!

HPV dan Efek Sampingnya

HPV dan Efek Sampingnya

duniiakesehatan.com Apa itu vaksin HPV? Sebelumnya HPV? HPV adalah penyakit menular seks yang disebabkan oleh seks oral. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai HPV dan Efek Sampingnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai HPV dan Efek Sampingnya

Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang diciptakan khusus untuk mencegah infeksi virus HPV atau human papillomavirus.Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menjadi penyebab berbagai jenis penyakit infeksi, terutama yang berkaitan dengan alat kelamin. Ya, HPV memang umumnya ditularkan dari satu individu ke individu lainnya melalui hubungan seksual, baik itu penetrasi maupun seks oral.

Fungsi vaksin HPV berfungsi sebagai ‘benteng’ pertahanan tubuh terhadap risiko infeksi jenis virus yang satu ini. Vaksin ini pun sudah terbukti dapat mencegah—atau setidaknya meminimalisir—kemunculan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Vaksin ini umumnya diberikan pada kaum hawa, kendati para pria juga bisa menggunakan vaksin ini sebagai proteksi diri.

Tujuan Pemberian Vaksin HPV
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemberian vaksin HPV bertujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Hal ini menjadi penting dikarenakan virus HPV menjadi biang keladi dari sejumlah penyakit kelamin dari mulai yang bersifat sedang hingga berat dan bisa mengancam keselamatan jiwa sekalipun.
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV antara lain sebagai berikut:

  • Kutil pada alat kelamin
  • Kanker serviks
  • Kanker penis
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker lidah
  • Kanker anus
  • Kanker vulva

Melihat penyakit yang ditimbulkan oleh virus HPV, sebaiknya pastikan Anda dan keluarga melakukan vaksinasi virus HPV ini.

Kapan Sebaiknya Vaksin HPV Diberikan?
Oleh karena penyebaran virus HPV adalah melalui aktivitas hubungan seksual, maka waktu terbaik untuk memberikan vaksin HPV ini adalah ketika seseorang belum aktif melakukan hubungan seksual tersebut, yakni ketika masih berusia anak-anak.Idealnya, vaksin HPV sudah diberikan dari semenjak seseorang berusia 11 hingga 12 tahun. Akan tetapi, sah-sah saja jika jenis vaksin yang satu ini diberikan lebih awal lagi yakni saat anak baru berumur 9 tahun.Mengapa vaksin ini sebaiknya diberikan saat seseorang masih berusia anak-anak dan belum aktif melakukan hubungan seksual? Hal ini mengacu pada 2 (dua) hal, yaitu:

  • Efektivitasnya tidak optimal (atau bahkan tidak bekerja sama sekali) jika diberikan pada orang yang sudah aktif melakukan hubungan seksual
  • Respons tubuh terhadap vaksin ini lebih baik ketika masih berusia muda ketimbang pada saat berusia dewasa

Sementara itu terkait dengan dosis vaksin, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic menyarankan agar pemberian vaksin human papillomavirus untuk anak laki-laki dan perempuan usia 11-12 tahun sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pemberian vaksin ini harus dilakukan secara konsisten agar indikasinya tetap terasa.

Baca Juga : Penyebab Keguguran Yang Sering Terjadi

Pemberian Vaksin HPV
Pemberian vaksin melalui sejumlah tahapan. Berikut ini adalah tahapan pemberian vaksin HPV yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah pakai yang berujung pada tidak efektifnya kerja vaksin.

1. Pra Pemberian Vaksin HPV
Sebelum memberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan Anda.Dokter perlu memastikan bahwa Anda berada dalam kondisi sehat. Selain itu, apabila ternyata Anda sudah pernah melakukan vaksinasi virus HPV sebelumnya, dokter akan bertanya apakah vaksin menimbulkan gejala efek samping seperti reaksi alergi dan sebagainya.

2. Pemberian Vaksin HPV
Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan Anda layak untuk diberikan vaksin human papillomavirus, dokter akan segera melakukan prosedur pemberian vaksin.Vaksin yang berupa cairan injeksi akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular), tepatnya di bagian lengan atas.

Dosis vaksin HPV pun tergantung usia:

  • Usia 11 – 12 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan dosis ke-2 adalah 6 bulan
  • Usia 9 – 10 tahun dan 13-14 tahun, 2 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 6-12 bulan
  • Usia 15 – 26 tahun, 3 kali dengan jarak antara dosis ke-1 dan ke-2 adalah 2 bulan, sementara jarak antara dosis ke-2 dan ke-3 adalah 6 bulan

Dosis ini bisa saja berbeda dengan yang diberikan oleh dokter Anda. Pastikan dokter memberikan dosis yang tepat dan patuhi semua prosedurnya.

3. Pasca Pemberian Vaksin HPV
Pasca vaksin disuntikkan, dokter akan meminta Anda untuk beristirahat sejenak terlebih dahulu.Perlu diketahui, vaksinasi HPV yang Anda lakukan juga harus ditunjang dengan rutin melakukan pemeriksaan medis, misalnya pap smear untuk kasus kanker serviks. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat (termasuk untuk urusan seksualitas) juga harus menjadi suatu kewajiban.

Efek Samping Pemberian Vaksin HPV
Vaksin ini tak lepas dari gejala efek samping pasca pemakaian. Beberapa contoh gejala efek samping vaksin HPV adalah:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri pada area bekas suntik
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan (diare)
  • Reaksi alergi (kulit gatal, pembengkakan, dsb.)

Oleh karena itu, dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidak langsung beranjak dari rumah sakit atau klinik pasca vaksinasi dilakukan. Hal ini merupakan bentuk antisipasi manakala terjadi gejala efek samping di atas sehingga dokter bisa langsung melakukan tindakan medis.

Kontraindikasi Vaksin HPV
Sayangnya, tidak semua orang bisa diberikan vaksin ini. Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan seseorang mendapatkan vaksin human papillomavirus adalah:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan vaksin human papillomavirus
  • Wanita hamil
  • Mengalami penyakit berat

Segera lakukan vaksinasi virus HPV dan terapkan seks yang sehat dan aman. Semoga bermanfaat!