Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

duniiakesehatan.com Beneran gak sih sex saat haid itu gak boleh? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Sex Saat Haid Banyak Resiko Tapi Penasaran

Manfaat Berhubungan Seks saat Haid
Berhubungan seks dapat memberikan manfaat bagi Anda dan pasangan. Ketika dilakukan saat haid, Anda bisa memperoleh beberapa manfaat berikut :

Meredakan kram
Salah satu manfaat berhubungan seks saat haid adalah membantu meredakan kram perut saat haid. Hal ini karena tubuh akan melepaskan hormon endorfin saat orgasme. Pelepasan hormon ini diyakini dapat meredakan kram perut yang dialami saat haid.Selain hormon endorfin, aktivitas seksual juga akan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat meredakan ketidaknyamanan yang Anda rasakan selama haid.

Mempersingkat waktu haid
Berhubungan seks saat haid dapat membuat durasi haid menjadi lebih singkat. Hal ini karena saat orgasme, kontraksi uterus untuk mengeluarkan darah haid menjadi lebih cepat. Efeknya, waktu haid mungkin akan menjadi lebih pendek bila Anda melakukan hubungan seks saat haid.

Meredakan sakit kepala
Berhubungan seks saat haid dapat meredakan sakit kepala yang muncul selama menstruasi. Hal ini diyakini karena adanya pelepasan hormon endorfin selama seks berlangsung.

Risiko Berhubungan Seks saat Haid
Meski banyak anggapan yang menyatakan bahwa berhubungan seks saat haid dapat mencegah kehamilan, namun sebenarnya peluang untuk hamil tetap ada. Hal ini karena sebagian wanita memiliki siklus haid yang tidak teratur sehingga mungkin saja terjadi ovulasi dini, sementara sperma bisa bertahan sampai 7 hari di dalam rahim.Berhubungan seks saat haid juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi menular seksual, karena terbukanya serviks selama haid dapat mempermudah penularan infeksi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan intim saat haid.

Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi juga bisa membuat darah haid mengenai Anda dan pasangan, serta mengotori seprai. Jadi, sebaiknya Anda menggunakan alas tambahan, seperti handuk, ketika berhubungan seks saat haid.Ketika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan seks saat haid, satu hal yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Tanyakan dulu kepada pasangan apakah ia mau melakukan hubungan seks saat haid. Jika Anda tidak menginginkannya atau pasangan menolak, jangan memaksa, karena tidak semua orang dapat menikmati hubungan seks saat haid.Berhubungan seks saat haid memiliki manfaat dan risiko. Jika Anda dan pasangan ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, sehingga hubungan seks yang Anda lakukan saat haid tetap aman dan nyaman.

Penjelasan dari Segi Medis

Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Jika Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi selama menstruasi, seks saat menstruasi mungkin akan bermanfaat. Karena saat orgasme, Anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih. Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

Kendati seks saat menstruasi bermanfaat bagi Anda, namun ada pula risikonya, di antaranya:
Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

Baca juga : Risiko Seks Ebol Atau Anal

Tips Dalam Variasi Bercinta
Buat Anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur Anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, Anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh Anda dan juga pasangan. Ketika Anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.
Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.
Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun, jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan Anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika Anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.

Risiko Seks Ebol Atau Anal

Risiko Seks Ebol Atau Anal

duniiakesehatan.com Seks adalah salah satu cara menjaga keharmonisan suatu hubungan agar bisa mencapai ke arah yang lebih baik,terkadang seks juga bisa dikategorikan sebagai seni,ada yang pernah coba anal? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Risiko Seks Ebol Atau Anal Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Risiko Seks Ebol Atau Anal

Penyakit Menular Seksual hingga Pendarahan
Anus adalah organ tubuh yang sangat sensitif karena sarat dengan ujung saraf sehingga dapat menjadi area stimulasi seks yang menyenangkan bagi beberapa orang. Namun kesenangan ini tidak sepadan dengan risiko yang terkandung. Berikut beberapa di antaranya:

Penetrasi dan seks oral pada anus meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.
Dibandingkan aktivitas seksual lainnya, aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi ke anus mempunyai risiko lebih tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual, seperti HIV, herpes kelamin, kutil kelamin, klamidia, hepatitis B, gonore, dan sifilis. Orang yang melakukan seks melalui anal 30 kali lebih berisiko terkena HIV dibanding yang melakukan penetrasi melalui vagina. Paparan human papillomavirus (HPV) dapat memicu pertumbuhan kutil pada dubur hingga kanker anus.

Tidak hanya penetrasi, seks oral pada anus dan memasukkan jari ke anus juga membuat kedua pasangan berisiko terkena infeksi atau penyakit menular seksual. Beberapa infeksi virus atau bakteri yang dapat ditularkan melalui seks oral yang dilakukan bergantian dengan seks anal, misalnya hepatitis A atau infeksi kuman E. Coli.

Anus tidak memiliki pelumas sehingga rentan rusak.
Tidak seperti vagina yang terlindung oleh pelumas alami, penetrasi pada anus dapat merusak jaringan di dalamnya. Menggunakan pelumas tidak akan mencegah risiko terjadinya luka pada anus. Kerusakan atau luka pada anus membuat bakteri dan virus dapat masuk dengan mudah ke pembuluh darah sehingga mempercepat penyebaran infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Anus penuh dengan bakteri yang berpotensi menginfeksi pasangan.
pasangan yang melakukan seks anal tidak mempunyai penyakit menular seksual, terdapat bakteri yang secara normal memang hidup di anus sehingga berisiko menginfeksi pasangan. Hubungan seksual yang dilakukan dari anus kemudian berpindah ke vagina juga berisiko menimbulkan perpindahan bakteri dan memicu infeksi saluran kencing.

Penetrasi seks anal berisiko melemahkan cincin otot anus.
Anus didesain dengan otot yang menyerupai cincin untuk mengatur aktivitas buang air besar. Cincin otot ini disebut sfingter. Cincin otot anus membuka saat buang air besar dan menutup setelah buang air besar selesai. Seks anal berulang dalam jangka panjang dapat melemahkan otot ini sehingga membuat susah mengontrol buang air besar.

Baca Juga : Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

Perdarahan setelah seks anal.
Setelah seks anal, dapat terjadi perdarahan akibat hemoroid (wasir), luka pada anus, dan juga usus besar. Ini merupakan kondisi berbahaya yang memerlukan penanganan medis, seperti pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, atau bahkan operasi.Selain itu, seks anal kadang dilakukan untuk menghindari kehamilan. Namun sebenarnya kehamilan tetap dapat terjadi jika air mani masuk ke dalam lubang vagina yang posisinya tidak jauh dari anus.

Meminimalkan Risiko Seks Anal
Cara paling efektif untuk menghindari risiko seks anal adalah dengan tidak melakukan kegiatan seks ini sama sekali. Namun jika memang ingin tetap melakukan aktivitas seksual ini, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

Kenakan kondom untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual saat melakukan penetrasi seks anal.Gunakan pelumas berbahan dasar air yang banyak tersedia di apotek atau supermarket. Bukan yang berbahan dasar minyak seperti losion atau pelembap karena dapat menyebabkan kebocoran pada kondom lateks.Untuk menghindari infeksi saluran kencing karena perpindahan bakteri dari anus ke vagina, ganti kondom setelah melakukan seks, sebelum melakukan penetrasi vagina, atau sebaliknya.Senam Kegel dapat berperan membantu memperbaiki cincin otot anus yang melemah akibat seks anal.

Pastikan isi usus kosong sebelum melakukan seks anal. Hal ini guna memastikan bahwa pasangan tidak bersentuhan dengan kotoran, agar risiko infeksi dapat tercegah.Untuk mengurangi risiko rusaknya jaringan, buat tubuh rileks sebelum melakukan seks anal. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mandi air hangat.
Hentikan jika seks anal terasa menyakitkan.Segera periksakan diri ke dokter jika terjadi pendarahan, luka, keluar cairan, nyeri, atau timbul benjolan pada anus. Pada akhirnya, mengingat banyaknya dan tingginya risiko seks anal, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali risiko gangguan kesehatan di balik seks anal, sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat Nomor 6 Bikin Nagih

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Sex Untuk Tubuh Lebih Sehat

Pada umumnya kegiatan seksual antar pasangan suami istri dianggap hanya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Padahal terdapat berbagai manfaat sex secara medis yang bisa diambil. Lakukan secara teratur dan aman, maka aktivitas ini berpotensi mengurangi risiko penyakit tertentu.Selain menjadi bentuk kasih sayang kepada pasangan, sex juga bisa memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan Anda, antara lain untuk kesehatan fisik dan emosional. Sex juga bisa memengaruhi kondisi psikologis, intelektual, serta kehidupan sosial kita. Bersamaan dengan itu, kualitas kehidupan akan menjadi lebih baik.Tidak hanya tentang nafsu dan birahi, sex ternyata memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Mulai dari meningkatkan kualitas tidur, hingga mengurangi risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung. Berikut ini adalah beberapa manfaat sex yang bisa kita bahas.

Manfaat sex sebagai salah satu olahraga
Hubungan seksual adalah salah satu bentuk olahraga yang menyenangkan. Berhubungan seksual membuat tubuh membakar setidaknya 4 kalori per menit dan membuat Anda menggunakan berbagai otot tubuh. Melakukan hubungan seksual secara teratur dapat memaksimalkan manfaat ini. Penelitian menemukan bahwa denyut jantung manusia saat orgasme setara dengan olahraga ringan, seperti berjalan menaiki tangga. Meski demikian, untuk mencapai kebutuhan rata-rata gerak tubuh per minggu, Anda tetap perlu melakukan olahraga lain, seperti jalan cepat atau bersepeda.

Jantung lebih sehat
Rangsangan seksual dan orgasme membuat denyut jantung meningkat. Penderita penyakit jantung tetap bisa berhubungan seksual selama mereka masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal, misalnya menaiki dua anak tangga tanpa menimbulkan nyeri dada. Bahkan menurut penelitian, berhubungan seksual setidaknya dua kali seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen, dibandingkan jika berhubungan seksual kurang dari sekali sebulan.

Menjaga tekanan darah tetap normal
Penelitian terhadap beberapa pasangan yang berpegangan tangan selama 10 menit diikuti berpelukan selama 20 detik bisa menurunkan tekanan darah. Studi lain juga menunjukkan bahwa mereka yang jarang melakukan aktivitas seksual atau jarang merasakan orgasme, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi.

Meredakan stres
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang yang tidak melakukan hubungan seksual paling berisiko mengalami stres dibandingkan kelompok yang melakukan aktivitas seksual dengan atau tanpa penetrasi. Intimasi atau orgasme yang didapat tanpa melibatkan penetrasi sekalipun dapat membantu orang untuk merasa rileks, serupa dengan meditasi. Rangsangan seksual melepaskan zat kimia pada otak dan hormon yang membuat Anda merasa lebih nyaman. Selain itu, intimasi dapat meningkatkan rasa percaya diri yang membentuk hidup lebih sehat dan bahagia.

Meningkatkan kekebalan tubuh
Kuatnya sistem kekebalan tubuh dengan seberapa seringnya Anda melakukan hubungan seksual, memiliki keterkaitan secara medis.Tingkat imunoglobulin A (IgA) pada orang yang melakukan hubungan seksual sekali atau dua kali dalam seminggu, 30 persen lebih tinggi daripada yang tidak melakukannya lebih rutin. Antibodi ini berperan menjaga tubuh dari penyakit. Namun orang yang berhubungan seksual lebih dari dua kali dalam seminggu justru memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah daripada umumnya.Meski demikian, demi menjaga sistem imun tetap prima, disarankan untuk tetap melakukan kebiasaan sehat, seperti istirahat cukup, mengonsumsi makanan sehat, mendapatkan vaksinasi, menjalani hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dan memiliki hanya satu pasangan.

Merasa lebih sehat
Orang yang sedang jatuh cinta atau memiliki kehidupan pernikahan yang baik lebih sering menjawab ’sangat baik’ atau ’luar biasa’ dengan jujur ketika ditanya, “Apa kabar?” Dari pernikahan dan hubungan personal yang baik, orang merasa lebih sehat karena merasa mendapat dukungan sosial dan emosional. Dalam hal ini, manfaat sex berperan dalam menjaga keharmonisan hubungan pasangan, bahkan untuk pasangan yang telah menikah dalam waktu lama.

Mengurangi risiko penyakit
Jika dipadukan dengan gaya hidup sehat, manfaat sex dapat digunakan sebagai senjata dalam mengurangi risiko penyakit tertentu, antara lain:

– Mengurangi risiko sakit maag dan angina. Orang yang merasa didukung dan dicintai oleh pasangan lebih tidak berisiko mengalami angina dan maag, demikian kesimpulan dari sebuah penelitian.

– Mengurangi risiko kanker prostat. Penelitian membuktikan bahwa pria yang melakukan ejakulasi secara teratur lebih tidak berisiko mengalami kanker prostat.

– Mengencangkan otot panggul bawah pada wanita sehingga memaksimalkan hubungan seksual serta mengurangi risiko gangguan buang air kecil di kemudian hari.

Baca Juga : Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Meningkatkan gairah seks
Melakukan hubungan seksual secara teratur dapat meningkatkan libido. Pada wanita, berhubungan seksual dapat meningkatkan aliran darah, elastisitas, dan cairan pelumas pada vagina. Semua hal ini dapat membuat hubungan seksual makin berkualitas.

Mengurangi rasa sakit
Orgasme melepaskan hormon yang berperan dalam meredakan rasa nyeri. Stimulasi vagina saja bahkan dapat menghentikan nyeri kronis pada punggung dan kaki, kram datang bulan, dan sakit kepala.

Meningkatkan kualitas tidur
Setelah orgasme, tubuh melepaskan hormon prolaktin yang berperan mendatangkan rasa rileks dan mengantuk. Itulah alasan seseorang lebih mudah mengantuk dan tidur setelah melakukan hubungan seksual. Cukup istirahat adalah sumber kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk untuk menjaga berat badan dan tekanan darah tetap normal.

Meningkatkan intimasi dan kualitas hubungan
Berhubungan seksual dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin yang membantu manusia untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kedekatan satu sama lain. Kadar oksitosin ini akan makin meningkat seiring tingginya frekuensi sentuhan. Kepuasan seksual juga kerap dihubungkan dengan kestabilan hubungan.

Hubungan seksual yang sehat dan dilakukan secara teratur, selain bermanfaat terhadap kesehatan fisik, juga bermanfaat bagi kesehatan psikologis dan mengurangi risiko gangguan mental, mulai dari depresi hingga keinginan bunuh diri . Jangan lupa untuk menambah manfaat sex di atas dengan mempraktekkan sex yang aman dan nyaman. Jika memiliki masalah terkait kehidupan seksual, Anda tidak perlu malu untuk berkonsultasi ke dokter.

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

duniiakesehatan.com Hubungan seks yang kurang baik memang bisa berdampak pada hubungan romantisme yang bisa menurun juga.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Terapi Seks Untuk Hubungan Yang Lebih Baik

Mengapa Perlu Terapi Seks?
Kamu perlu melakukan terapi seks jika masalah pada hubungan seksualmu bersama pasangan sudah mengganggu kesehatan emosional dan kualitas hidup sehari-hari.Dengan terapi seks, kamu dapat mengutarakan berbagai kekhawatiran berikut ini kepada psikolog atau psikiater:

  • Kurang intim dengan pasangan
  • Sulit berkomunikasi dengan pasangan
  • Kurang atau hilangnya gairah atau hasrat seksual
  • Bingung dengan orientasi seksual
  • Takut melakukan hubungan seksual karena punya penyakit atau disabilitas
  • Punya pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu
  • Tidak bisa ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Susah terangsang
  • Susah mencapai orgasme
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Punya fantasi atau objek seksual tertentu yang tidak umum
  • Libido berlebihan

Baca Juga : Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Apa Saja yang Dilakukan dalam Terapi Seks?

Awalnya, kamu akan diminta mengisi formulir berisi data diri dan latar belakangmu, seperti apakah sedang mengonsumsi obat, tengah mengalami stres, atau pernah menderita penyakit tertentu. Jika kamu datang dengan pasangan, kamu bisa diwawancara secara terpisah atau bersama dengan pasangan.Dalam terapi seks, kamu akan dibantu untuk mengenali masalah sehingga dapat membantumu dan pasangan menemukan solusi. Kamu dan pasangan kemungkinan akan diberikan tugas yang harus dilakukan sebelum melakukan sesi terapi seks berikutnya. Tugasnya dapat berupa:

  • Berlatih komunikasi dengan pasangan.
  • Membaca atau menonton video pendidikan tentang kesehatan seksual.
  • Mengubah caramu berinteraksi dengan pasangan, baik secara seksual maupun nonseksual.
  • Jika masalah seksual yang kamu dan pasangan alami adalah akibat dari penyakit fisik, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan, guna menemukan penyebab dan solusi dari penyakit fisik tersebut.

Terapi seks terdiri dari beberapa sesi singkat. Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama 30-50 menit. Beberapa masalah dapat diatasi dengan cepat, hanya dalam beberapa kali kunjungan, tapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan seksual yang sehat dapat membantu menstabilkan tekanan darah, mengurangi stres, dan membantu menyehatkan jantung. Jika hubungan seksual justru membuat kamu atau pasangan jadi stres, berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog untuk menjalani terapi seks.

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

duniiakesehatan.com Untuk beberapa ibu hamil mungkin bisa merasakan bahwa berkurangnya atau menurunnya gairah seks seorang wanita ketika mereka memasuki tahap dimana merekia berhasil mendapatkan anak. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menurunnya Gairah Seks Saat Hamil

Dipengaruhi Faktor Fisik dan Psikis

Penyebab menurunnya gairah seks pada wanita hamil bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis, seperti:

Tidak Percaya Diri
Wanita hamil kerap berpikir bahwa tubuhnya gemuk, tidak seksi dan terlihat kurang menarik. Perubahan bentuk tubuh yang seperti ini membuat wanita hamil menganggap bahwa ia tak akan bisa memberikan kepuasan pada suaminya.

Kelelahan
Terutama pada awal kehamilan, tidak jarang wanita hamil mengalami mual dan muntah, sehingga menyebabkan lemas atau kelelahan. Umumnya hal itu akan mereda setelah memasuki kehamilan trimester kedua, yang dapat membuat gairah seks kembali normal.

Khawatir dengan keselamatan janin
Kehadiran Si Kecil di dalam perut membuat wanita merasa was-was untuk melakukan hubungan seks. Padahal selama kehamilan dinyatakan sehat,  hubungan seks tetap aman dilakukan.

Tips Meningkatkan Gairah Seks Saat Hamil
Saat hamil, aliran darah dalam tubuh akan meningkat, terutama pada organ seksual seperti payudara dan vulva, yang akan menjadi lebih sensitif pada rangsangan.  Namun, jangan heran jika ada beberapa kejutan saat berhubungan intim, misalnya keluar cairan dari puting payudara. Jadikan ini pengalaman baru yang membuat aktivitas seks menjadi lebih seru.Agar hubungan antara suami istri tetap harmonis, meningkatkan gairah seks saat hamil bisa dilakukan dengan banyak cara di antaranya:

Membuka diri terhadap pasangan
Apapun keinginan dan masalah yang kamu atau suami hadapi sebaiknya segera diatasi dengan berbicara secara langsung. Kalian mungkin khawatir dengan bayi di dalam janin. Padahal di dalam perut, bayi dilindungi dengan kantung berisi cairan ketuban. Selama kehamilan sehat, bayi tidak akan merasakan pengaruh berarti dari hubungan seks yang ayah ibunya lakukan.

Memperbaiki hubungan dengan pasangan
Bagi seorang wanita, kedekatan yang intim dengan pasangan baik sekali untuk meningkatkan gairah seksualnya. Jadi, pastikan bahwa hubungan rumah tanggamu dan suami berjalan baik-baik saja.

Baca Juga : Menyembuhkan Maniak Seks

Melakukan seks dengan posisi aman
Seks bisa dilakukan saat hamil tanpa mengundang risiko. Selama Selama posisi seks saat hamil yang dipilih adalah posisi aman seperti misionaris, atau wanita di posisi atas. Yang terpenting adalah kamu dan pasangan melakukannya dengan nyaman, dalam posisi yang aman, serta melakukannya tanpa membuatmu merasa tersiksa.

Meningkatkan percaya diri
Tak ada salahnya jika kamu mencari inspirasi dari luar untuk meningkatkan gairah seks. Seperti membeli beberapa lingerie cantik, melakukan babymoon (honeymoon saat hamil), atau melakukan foto hamil secara khusus untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Ketika seks saat hamil membuat kamu tidak nyaman, kamu dapat mencari cara lain untuk untuk menjaga keintiman antara suami istri. Keintiman antara pasangan bisa dilakukan dengan berbagai hal seperti memijat, membelai, berpelukan atau berciuman.Menurunnya gairah seks saat hamil memang umum terjadi, namun jika penurunan gairah seks dianggap sangat mengganggu keharmonisan suami istri, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Menyembuhkan Maniak Seks

Menyembuhkan Maniak Seks

duniiakesehatan.com Bagi beberapa individu seks adalah kebutuhan sehari hari yang tidak bisa dihentikan,tapi ternyata maniak seks mempunyai banyak dampak yang sangat berarti bagi tubuh dan mental. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Menyembuhkan Maniak Seks. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Menyembuhkan Maniak Seks

Ciri-ciri Seorang Maniak Seks
Maniak seks sering kali sulit terdeteksi. Mereka pandai menyembunyikan perilaku dan rahasia mereka dari pasangan, sahabat, dan anggota keluarga. Tapi, terkadang maniak seks bisa menunjukkan beberapa tanda yang dapat dikenali dari luar, yaitu:

Sering berpikir dan berfantasi tentang seks, serta berbohong untuk menutupi kecanduan seks.Sering berhubungan seks dengan banyak orang (dengan pasangan dan orang lain) atau memiliki banyak pasangan seksual.Sering berhubungan seks bahkan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, serta produktivitas atau kinerja kerja.Tidak mampu menghentikan atau mengendalikan perilaku seksual, termasuk masturbasi dan perilaku.Membuat diri sendiri dan orang lain berada dalam bahaya karena perilaku seksual.Terlibat dalam aktivitas seksual ilegal dengan pelacur atau anak di bawah umur.Perlu menjadi dominan dan memiliki kontrol dalam berhubungan seksual.Merasa menyesal atau bersalah setelah berhubungan seks.

Konsisten menggunakan pornografi, sering mencari konten pornografi di komputer atau telepon seluler.Melakukan hubungan seksual yang tidak aman (tidak menggunakan pengaman) tanpa memikirkan akibatnya.Suka menguntit atau melihat orang lain berhubungan seks.Melakukan pelecehan seksual, penganiayaan, pemerkosaan.Umumnya seorang maniak seks hanya mendapat sedikit kepuasan dari aktivitas seksual yang mereka lakukan. Mereka tidak membentuk ikatan emosional dengan pasangan seks mereka. Maniak seks sering kali mencari pembenaran terhadap apa yang mereka lakukan dan menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.

Baca Juga : Seks Oral Yang Sehat

Apa Maniak Seks Bisa Disembuhkan?
Kecanduan seks seperti maniak seks mirip dengan kecanduan obat atau zat adiktif lain, yaitu kecanduan zat kimia kuat yang dilepaskan selama hubungan seks. Kondisi ini bisa disembuhkan. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi maniak seks, antara lain:

Psikoterapi
Psikoterapi dilakukan untuk membantu seorang maniak seks agar lebih memahami kondisinya dan bisa menghadapi kecanduan mereka. Tujuan utama terapi ini adalah membangun kembali cara pikir dan keputusan mengenai kehidupan seks yang sehat berdasarkan keintiman, kepuasan, dan emosi bersama.

Penggunaan obat-obatan
Beberapa obat dapat membantu mengontrol dorongan seksual seseorang, misalnya obat anti-cemas, antidepresan trisiklik, agen progestasional, dan penguat serotonin. Namun, penelitian mengungkap bahwa mengonsumsi obat saja tidak akan cukup mengatasi kecanduan seks.
Maniak seks adalah masalah serius, sehingga perlu komitmen yang besar untuk berhenti dan sembuh dari penyakit ini. Bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan bagi para penderitanya. Jika saudara, teman, atau diri Anda sendiri merasa mengalami kecanduan seks, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Seks Oral Yang Sehat

Seks Oral Yang Sehat

duniiakesehatan.com Bagi beberapa pasangan seks oral adalah hal yang biasa tapi apakah anda sadar ternyata ada beberapa bagian dari seks oral yang harus disehatkan atau di perbaiki.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seks Oral Yang Sehat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Seks Oral Yang Sehat

Seks oral merupakan kegiatan yang melibatkan mulut dengan daerah genital. Menjilat atau mengulum alat kelamin seperti penis atau vagina merupakan aktivitas seks yang dilakukan dengan pasangan. Tidak hanya itu, seks oral pada anus kerap pula dilakukan beberapa pasangan.Mengenai status keamanannya, seks oral lebih aman dibandingkan kegiatan seks yang melibatkan alat kelamin dengan alat kelamin. Meski begitu, seks oral tidak selalu aman karena risiko tertular penyakit tetap ada.Hingga saat ini belum terlalu jelas berapa orang yang terkena penyakit melalui seks oral. Demi kepentingan publik, peringatan keamanan saat melakukan seks oral wajib disebarkan.

Risiko Tertular Penyakit Menular Seksual (PMS)
Sangat sulit memastikan risiko pastinya karena kebanyakan orang yang melakukan seks oral juga melakukan kegiatan seks lainnya pada waktu bersamaan. Ketika penularan terjadi, kita tidak tahu apakah hal itu disebabkan oleh seks oral atau kegiatan seks lainnya.

Namun pada saat melakukan seks oral, Anda berpotensi terkena human papillomavirus (HPV) jika dilakukan dengan orang yang terinfeksi HPV. Pada umumnya, orang yang memberi seks oral lebih berisiko terkena HPV karena ia berhadapan langsung dengan cairan genital. Memakai kondom bisa meminimalisasi risiko, tapi, Anda masih bisa tertular HPV dari kontak kulit ke kulit tidak hanya melalui cairan. HPV yang diperoleh saat melakukan seks oral merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan dan mulut.Selain itu, Anda juga berisiko tertular HIV jika melakukan seks oral dengan pengidap HIV, walau risikonya kecil.Contohnya jika seorang wanita pengidap HIV menerima seks oral dari pria yang sehat, maka wanita itu berpotensi menularkan HIV kepada pria tersebut. Wanita penderita HIV memiliki darah atau cairan vagina yang mengandung virus tersebut. Risiko terinfeksi virus ini akan lebih tinggi jika ada luka pada mulut atau bibir pria.

Hal yang sama juga berlaku pada pria pengidap HIV yang menerima seks oral dari wanita sehat. Sperma yang dikeluarkan oleh pria tersebut bisa menjadikan wanita itu menjadi pengidap HIV juga.Selain HPV dan HIV, risiko penyakit lain yang bisa ditularkan dari seks oral adalah:

Sifilis.
Infeksi ini merupakan salah satu PMS yang umum tertular melalui seks oral. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat seks oral.

Baca Juga : Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Gonore.
Penyakit ini kerap disebut kencing nanah dan tergolong umum tertular melalui seks oral. Gonore sering tertular ketika seorang wanita melakukan seks oral pada pria. Namun, kemungkinan seorang pria terkena gonore jika melakukan seks oral pada wanita lebih rendah, karena infeksi gonore pada wanita lebih terfokus pada serviks daripada luar vagina. Herpes.Melalui seks oral, Anda berisiko terkena herpes pada alat kelamin atau mulut, terutama jika terkena kontak dengan cairan genital yang terinfeksi virus herpes. Selain cairan, penyebarannya juga bisa melalui kulit ke kulit. Seperti sifilis dan gonore, herpes juga umum tertular melalui seks oral.

Hepatitis A dan B.
Seks oral yang dilakukan pada anus merupakan penyebab Anda bisa tertular hepatitis A dan hepatitis B. Risiko terinfeksi hepatitis B melalui seks oral cukup tinggi jika seseorang mengalami luka pada mulut atau berhubungan seks berisiko.

Klamidia.
Klamidia dapat tertular melalui seks oral. Risiko lebih tinggi ketika melakukan seks oral pada penis daripada pada vagina. Risiko terinfeksi melalui seks oral pada vagina mirip dengan gonore.Risiko Anda bisa tertular penyakit-penyakit di atas jika melakukan seks oral dengan orang yang mengidap penyakit tersebut, dan terutama jika tidak memakai alat pelindung, seperti kondom. Penyakit seperti hepatitis B dan infeksi HPV bisa dihindari dengan menerima vaksinasi dan menghindari perilaku seks berisiko.

Cara Meminimalisasi Penularan
Penularan penyakit bisa diminimalisasi dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom. Untuk wanita, bisa memakai dental dam, lembaran lateks yang kerap dipakai oleh dokter gigi. Alat ini bisa didapatkan di apotek.Sebelum melakukan seks oral, hindari menggosok gigi karena bisa menyebabkan gusi berdarah dan goresan kecil pada mulut. Penyakit lebih mudah menular dengan adanya luka dalam mulut. Maka pastikan kondisi mulut dalam keadaan sehat, seperti tidak ada sariawan atau luka.Bagi para pria, sebisa mungkin hindari melakukan ejakulasi di dalam mulut wanita. Dan yang terpenting adalah hindari melakukan seks oral dengan orang yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.Untuk menghindari penyakit menular seksual melalui seks oral, ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Ajak pula pasangan Anda mengecek kesehatannya demi memperoleh kehidupan seksual yang sehat.

Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jenis Obat Diare Yang Cocok Untuk Anak

Pada sebagian besar kasus, diare tidak membutuhkan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hal ini karena sistem imunitas di dalam tubuh anak Anda akan bereaksi secara otomatis untuk membersihkan bakteri, virus, atau parasit penyebab infeksi. Biasanya, penyembuhan berlangsung selama sekitar satu minggu.

Menangani Diare pada Anak
Diare yang terjadi pada anak Anda bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

Infeksi virus, misalnya rotavirus, norovirus, astrovirus, adenovirus.
Infeksi bakteri, seperti Salmonella, Coli, Staphylococcus, Campylobacter.
Infeksi parasit, seperti giardiasis.
Terlalu banyak mengonsumsi jus.
Alergi makanan.
Penggunaan obat antibiotik.
Intoleransi makanan.
Keracunan.
Pada dasarnya, anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang mengalami diare tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan tertentu, selama anak masih bisa makan dan minum dengan cukup dan tidak terjadi dehidrasi. Jika diare yang dialami anak Anda tak kunjung membaik setelah beberapa hari, lebih baik segera berkonsultasi ke dokter.

Sebelum memberikan resep obat, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi anak dan memastikan penyebab diare. Setelah mengetahui keluhan yang dialami dan penyebabnya, dokter dapat memberikan obat-obatan yang sesuai kondisi anak, antara lain:

Larutan rehidrasi oral
Obat ini berfungsi mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit yang hilang karena diare. Larutan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit ini tidak menghentikan diare tetapi mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang bersama tinja. Berikan cairan rehidrasi oral setiap kali anak BAB atau muntah.

Antibiotik
Obat ini sebetulnya tidak direkomendasikan karena diare umumnya disebabkan oleh infeksi virus, atau oleh sebab lain yang bukan infeksi. Dokter hanya akan memberikan antibiotik jika anak Anda mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Antidiare
Obat diare seperti loperamide dan kaolin-pektin dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat kerja otot usus. Namun obat ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak-anak karena berisiko menyebabkan efek samping seperti mual.

Probiotik
Obat diare ini mengandung bakteri baik yang dapat membantu penyembuhan diare. Pemberian probiotik bersama cairan rehidrasi oral terpantau dapat mengobati diare pada anak akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Namun secara umum masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas probiotik sebagai obat diare anak.

Baca Juga : Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Paracetamol atau ibuprofen
Obat ini hanya diberikan jika diare yang dialami anak Anda disertai dengan demam dan sakit kepala. Kedua obat ini berfungsi meredakan rasa sakit yang muncul dari gejala-gejala diare.

Waspadai Dehidrasi Akibat Diare pada Anak
Diare bisa menyebabkan anak Anda mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Untuk menghindarinya, Anda dianjurkan untuk memberikan asupan cairan lebih banyak dari biasa selama anak Anda mengalami diare. Kemunculan dehidrasi biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti badan terasa lemas, wajah tampak pucat, mulut, bibir, dan juga lidah terlihat kering, serta mata cekung.

Bayi berusia di bawah 6 bulan lebih berisiko mengalami dehidrasi. Jika Anda menemukan gejala-gejala dehidrasi pada anak Anda, usahakan untuk selalu memberikan asupan cairan, baik melalui ASI, air putih, maupun minuman rehidrasi yang mengandung elektrolit.Minuman rehidrasi bisa didapat berdasarkan resep dokter atau dibeli secara bebas. Minuman ini berfungsi menjaga keseimbangan kadar air, gula, dan garam di dalam tubuh. Selama diare, jangan berikan anak jus buah dan minuman soda karena hal itu justru akan membuat diare bertambah parah.

Waspadai jika terdapat gejala dehidrasi berat yang ditandai dengan:

Penurunan kesadaran
Kaki dan tangan dingin
Pucat
Jarang pipis atau tidak pipis sama sekali
Sesak napas
Anak merasa sangat haus
Muntah
Apabila anak menunjukkan gejala dehidrasi berat maka segeralah membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat cairan melalui infus. Jika kondisi anak Anda tak kunjung membaik meski telah mengonsumsi obat diare untuk anak dari dokter, jangan ragu untuk kembali berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

Goldar Ini Bisa Lawan Flu Perut

duniiakesehatan.com Siapa yang sangka Goldar ini bisa menjadi Goldar terkuat untuk melawan Flu Perut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Goldar Ini BIsa Lawan Flu Perut

Kaitan Antara Golongan Darah dengan Flu Perut
Pakar kesehatan menyebut flu perut seringkali dipicu oleh infeksi bakteri norovirus. Bakteri ini memang bisa menyerang sel-sel yang melapisi dinding usus halus. Jika sampai infeksi ini muncul, maka akan menyebabkan peradangan dengan gejala layaknya nyeri perut, demam parah, mual-mual, muntah, dan diare.Penelitian pun dilakukan di Linkoping University, Swedia untuk mengetahui apakah ada orang-orang yang lebih tahan terkena flu perut. Hasilnya adalah, mereka yang memiliki golongan darah B cenderung lebih kebal dan lebih kuat melawan infeksi norovirus. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O, A, serta AB cenderung lebih rentan terkena infeksi bakteri ini sehingga bisa menderita flu perut dengan gejala yang cukup parah.

Mengapa mereka yang bergolongan darah B cenderung lebih kebal dari virus ini? Hal ini disebabkan oleh antigen yang ada pada permukaan sel-sel darah merah. Antigen tak hanya menentukan golongan darah, namun juga molekul yang mempengaruhi respons dari sistem kekebalan tubuh.Antigen biasanya berbentuk protein atau gula. Hanya saja molekul gula ini sama dengan yang bisa ditemukan pada sel-sel usus halus. Norovirus bisa aktif pada jenis molekul bernama H1-Antigen yang dimiliki oleh mereka yang memiliki golongan darah A, O, dan AB. Hanya saja, molekul ini tidak ada dalam golongan darah B.

Tak adanya molekul ini akan membuat norovirus tak bisa aktif untuk menyebabkan infeksi di dalam usus. Hal ini membuat pemilik golongan darah ini tak mudah terkena flu perut. Selain itu, sistem imun tubuh juga akan segera mengeluarkan respons untuk segera membentuk mekanisme pertahanan melawan norovirus demi mencegahnya memicu dampak kesehatan lain yang lebih buruk.

Baca Juga : Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Beberapa Cara Mencegah Flu Perut
Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam European Journal of Immunology menghasilkan fakta bahwa flu perut yang dipicu oleh infeksi norovirus akan segera merangsang respons dari sistem imun tubuh demi melakukan mekanisme perlawanan. Hal ini berarti, dalam waktu beberapa hari saja infeksi ini biasanya akan mereda dengan sendirinya.Sayangnya, dalam beberapa kasus, respons sistem imun tubuh tidak berlangsung dengan cukup lama sehingga infeksi bisa tetap berlangsung dan membuat gejala flu perut menjadi semakin parah. Jika sampai hal ini terjadi, mau tidak mau kita harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya flu perut, yakni dengan selalu rutin mencuci tangan dengan memakai sabun, khususnya sebelum makan atau setelah memegang benda-benda yang kotor. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak sembarangan berbagi peralatan makan dan peralatan mandi dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah anggota keluarga kita.Cara lain yang bisa dilakukan demi mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi, cermat dalam memilih atau membeli makanan dan minuman yang ingin kita konsumsi, dan menjaga jarak dari orang-orang yang terkena masalah kesehatan seperti flu atau flu perut.Pastikan untuk menjaga pola makan sehat demi membuat sistem imun tubuh lebih kuat dalam melawan berbagai penyebab penyakit, termasuk norovirus.

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

duniiakesehatan.com Sadar gak sih ? Spons cuci piring yang kamu gunakan dirumah sebagai alat untuk mencuci piring ternyata bisa membuat kamu diare loh. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Spons Cuci Piring Bisa Sebabkan Diare

Spons Cuci Piring Kotor Menyebabkan Diare
Banyak orang yang masih menyepelekan pentingnya rajin mengganti spons cuci piring. Bukannya segera menggantinya setelah beberapa minggu saat spons sudah terlihat rusak atau kotor, spons ini terus dipakai hingga robek atau terlihat sudah dipenuhi kotoran. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa sabun yang dipakai untuk mencuci piring sudah cukup untuk membersihkan peralatan makan dan memasak sekaligus membunuh berbagai macam bakteri.

Pakar kesehatan Charles Gerba dari Mel and Enid Zuckerman Arizona University, Amerika Serikat menyebut spons cuci piring sebagai salah satu sarang bakteri. Dia bahkan menyebut bakteri di dalam spons cuci piring seperti salmonella bisa saja memiliki jumlah lebih tinggi dari bakteri yang ada di toilet! Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada tahun 2000 silam dengan menggunakan 100 spons cuci piring yang didapatkan dari berbagai tempat di Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa 15 persen dari spons tersebut memiliki bakteri salmonella dan kandungan yang ada di dalam tinja manusia!

Penelitian lain yang dilakukan Gerba pada 2017 silam juga membuktikan bahwa spons cuci piring tinggi kandungan pathogen yang bisa menyebabkan kontaminasi silang, baik itu dari peralatan masak ke peralatan makan dan sebaliknya. Jika sampai kita makan dengan menggunakan peralatan yang sudah dipenuhi dengan bakteri penyebab penyakit, maka risiko untuk terkena diare tentu akan meningkat.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut spons bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak bakteri karena kondisinya yang selalu cenderung lembap. Mengingat setiap tahunnya ada 380 orang kehilangan nyawa di AS akibat infeksi bakteri salmonella, kita pun sangat disarankan untuk selalu mengganti spons cuci piring setiap satu atau dua minggu sekali.

Berbagai Penyebab Diare
Selain spons cuci piring, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan datangnya diare.Berikut adalah beberapa di antaranya.

Baca Juga : Seks Bisa Mencegah Flu

Konsumsi Makanan Tertentu
Penyebab paling umum masalah diare adalah konsumsi beberapa jenis makanan yang kurang higienis, baik itu dalam hal cara memasak yang tidak tepat atau cara penyajian yang tidak benar. Hal ini membuat makanan terpapar bakteri yang bisa menyebabkan diare.Hanya saja, dalam beberapa kasus konsumsi makanan yang sangat pedas, minuman seperti kopi dan alkohol juga bisa menyebabkan datangnya diare.

Keracunan Makanan
Beberapa jenis makanan masih memiliki bakteri seperti e-coli, salmonella, rotavirus, dan berbagai makanan lain yang bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan masalah pencernaan lainnya..

Mengalami Kolitis Ulseratif
Kolitis ulseratif adalah peradangan yang bisa memicu luka pada saluran pencernaan. Dampak dari hal ini tak hanya akan menyebabkan diare parah, bisa jadi akan memicu gangguan pencernaan lain layaknya kram perut, nyeri pada dubur, tubuh lelah, dan demam tinggi.

Mengalami Sindrom Iritasi Usus
Sindrom iritasi usus biasanya menyerang bagian usus besar dengan gejala perut kembung, diare, sakit perut, hingga kotoran yang berlendir.

Gangguan Pankreas
Jika pankreas mengalami masalah pankreatitis kronis, maka fungsinya akan menurun dan akhirnya menyebabkan gejala seperti diare parah. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes.