Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

duniiakesehatan.com Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Mitos Ibu Hamil Yang Perlu Diketahui

Setelah kamu dinyatakan hamil, biasanya orang-orang di sekitarmu mulai memberikan nasihat untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu dan menghindari kegiatan ini dan itu.
Mitos Seputar Kehamilan dan Fakta yang Sebenarnya
Saat mendengar berbagai informasi terkait kehamilan, jangan langsung percaya begitu saja dan menjalaninya. Apalagi jika informasi tersebut terdengar tidak masuk akal dan tidak jelas sumbernya.
Berikut ini adalah beragam mitos kehamilan yang banyak beredar di masyarakat, beserta penjelasannya secara medis:
1. Tidak boleh berhubungan seks saat hamil
Banyak orang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan intim. Hal ini karena ada anggapan bahwa berhubungan intim saat hamil bisa menyakiti janin dan berpotensi menyebabkan keguguran.
Informasi ini hanyalah mitos belaka. Selama kehamilan sehat dan normal, kamu masih tetap bisa melakukan hubungan intim dengan pasanganmu.
Janin dalam kandungan sepenuhnya dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot rahim yang kuat, dan lendir yang tebal pada leher rahim. Oleh karena itu, keguguran tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. Sebagian besar keguguran terjadi akibat janin tidak berkembang dengan baik.
2. Ibu hamil tidak boleh berolahraga
Ini juga merupakan mitos kehamilan yang banyak beredar di kalangan ibu hamil. Namun, ini tidak benar. Saat sedang mengandung, kamu boleh tetap berolahraga, kok. Bahkan aktivitas ini sangat dianjurkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin, lho!
Namun dengan catatan, olahraga yang dilakukan ibu hamil janganlah yang terlalu berat, apalagi sampai membuat dehidrasi dan kelelahan. Berolahraga selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu sudah bisa memberikan manfaat yang baik untuk dirimu dan janin. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk ibu hamil meliputi senam hamil, latihan Kegel, berenang, berjalan, hingga yoga dan pilates ibu hamil.
3. Bentuk perut ibu hamil menandakan jenis kelamin janin
Mungkin kamu sering mendengar anggapan perut yang terlihat meninggi itu menandakan bayi perempuan. Sebaliknya, perut turun ke bawah menjadi pertanda bayi laki-laki.
Meski menebak-nebak jenis kelamin anak merupakan hal yang menyenangkan, tapi anggapan bahwa bentuk perut menandakan jenis kelamin anak hanyalah mitos belaka.
Faktanya, bentuk dan tinggi rendahnya perut saat hamil bergantung pada kekuatan otot perut dan posisi janin di dalam kandungan. Jadi, tidak ada kolerasi antara bentuk perut dan jenis kelamin, ya.
Cara untuk mengetahui jenis kelamin janin hanya bisa dilakukan melalui USG kehamilan pada minggu ke-18 hingga ke-20 atau melalui tes genetik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sewaktu kamu melakukan cek kehamilan rutin di dokter kandungan.
4. Bumil harus makan dengan porsi dua kali lipat
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa wanita hamil harus mengonsumsi makanan sebanyak dua porsi, yaitu untuk dirinya sendiri dan untuk janin dalam kandungannya. Memang benar bahwa wanita hamil memerlukan nutrisi dan kalori lebih banyak, tapi itu tidak membuatmu harus menyantap makanan sebanyak dua kali porsi biasanya.
Jika memiliki berat badan normal, kamu hanya membutuhkan tambahan 300 kalori tiap hari. Asupan ini sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan janinmu. Jadi, tidak perlu menambah porsi makan terlalu banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saat hamil.
5. Tidak boleh minum kopi selama hamil
Bagi kamu pecinta kopi, larangan ini tentu menyiksa. Sebenarnya, mengonsumsi kopi saat hamil tidak dilarang, kok. Asalkan kamu tahu batasannya.
Perlu diketahui bahwa mengonsumsi kafein terlalu banyak bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah, lho! Oleh sebab itu, saat hamil, jangan mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Jumlah kafein ini setara dengan sekitar satu gelas kopi instan atau 3 cangkir teh.
6. Tidak boleh mewarnai rambut selama hamil
Banyak yang bilang kalau ibu hamil tidak boleh mewarnai rambut. Ternyata, anggapan ini salah, lho. Mewarnai rambut tidak berdampak buruk untukmu maupun janinmu, selama dilakukan dengan benar.
Jika ingin mewarnai rambut, sebaiknya hindari mewarnai rambut saat trimester pertama. Tunggulah hingga usia kehamilanmu memasuki trimester kedua. Kamu juga bisa mengganti pewarna rambut kimia dengan henna atau menghindari pewarna yang mengandung bau amonia menyengat.
7. Ibu hamil harus menjauhi kucing
Mungkin kamu sering mendengar bahwa ibu hamil dilarang memelihara kucing karena dapat meningkatkan risiko terkena toksoplasmosis. Bagi ibu hamil pecinta kucing dan memiliki peliharaan kucing di rumah, hal ini tentu bisa membuat resah.
Tapi jangan khawatir, kamu tetap bisa bermain dengan kucing kesayanganmu, kok. Namun, kamu harus berhari-hati saat membersihkan kotorannya. Sebaiknya minta orang lain yang membersihkannya dan jangan menyentuh kotoran maupun kotak pasirnya.
Mulai sekarang, lebih cermatlah dalam menyikapi berbagai mitos kehamilan. Jangan langsung memercayai perkataan orang lain yang bertentangan dengan anjuran dokter. Jika terdapat mitos kehamilan yang membuatmu bingung, coba diskusikan dengan dokter kandungan saat kamu menjalani pemeriksaan kehamilan.

Jaga Nutrisi Untuk Kesehatan Ibu Hamil

Jaga Nutrisi Untuk Kesehatan Ibu Hamil

Duniiakesehatan.com – Diet sehat dan seimbang bisa menjadi hadiah terbesar yang bisa Anda berikan kepada bayi yang sedang tumbuh. Nutrisi ibu hamil penting untuk kesehatan bayi.

Tidak peduli berapa minggu yang tersisa sebelum melahirkan, tidak ada kata terlambat untuk memulai diet sehat. Memberikan makanan bergizi bagi tubuh sendiri dapat meningkatkan kesuburan, membuat Anda merasa sehat selama kehamilan, memfasilitasi persalinan dan meletakkan dasar untuk pertumbuhan dan kesehatan yang signifikan bagi anak-anak.

Makanan yang kita makan setiap hari memengaruhi pertumbuhan dan pemeliharaan energi kita di tahun-tahun mendatang. Makanan yang dikonsumsi ibu menentukan kesehatan gizi dasar anak-anak yang lahir, yang juga merupakan contoh kebiasaan makan anak-anak di masa kecil dan setelahnya.

Kehamilan adalah masa ketika kebiasaan makan Anda secara langsung memengaruhi orang lain, dalam hal ini calon bayi Anda. Keputusan untuk memasukkan sayuran, protein dan pilihan makanan sehat lainnya dalam diet pra-kehamilan memberi bayi Anda awal yang baik dalam hidup.

Perubahan Berat Badan Dan Kalori

Berat badan Anda akan bertambah selama hamil. Ketika berat badan mulai meningkat, ini menjadi bukti tubuh memberi nutrisi pada janin. Di saat Anda siap melahirkan, volume total darah akan meningkat sebanyak 60 persen. Payudara akan terisi oleh ASI. Rahim akan tumbuh untuk mengakomodasi bayi dan terisi oleh cairan ketuban. Bayi tumbuh dan beratnya mencapai 2,7 sampai 4,5 kg. Untuk memenuhi semua perubahan ini tubuh membutuhkan sekitar 300 kalori tambahan per hari selama kehamilan trimester 2 dan 3. Tiap ibu hamil perlu membahas kebutuhan nutrisi individunya bersama dokter. Jangan remehkan kesehatan bayi dengan meremehkan kesehatan Anda.

Kelompok Makanan Untuk Nutrisi Ibu Hamil

Akan sangat penting memperhatikan sajian harian yang direkomendasikan untuk tiap kelompok makanan. Kebanyakan makanan memiliki label nutrisi. Label ini membantu Anda mengetahui jumlah nutrisi pada satu sajian.

Baca juga : Cara duduk yang Tepat Untuk Ibu hamil

  1. Protein
    Para ahli menganjurkan konsumsi 75 sampai 100 gram protein per hari. Protein mempengaruhi pertumbuhan jaringan tubuh janin, termasuk otak. Protein juga membantu pertumbuhan jaringan payudara dan rahim selama hamil, serta berperan dalam meningkatkan aliran darah. Contoh makanan sebagai sumber protein harian antara lain daging, ikan atau makanan laut matang, ayam, daging sapi, dan tahu.
  2. Asam folat
    Asam folat memiliki peran kunci dalam menurunkan risiko cacat tabung saraf termasuk spina bifida. Para ahli menganjurkan 600 sampai 800 mikrogram asam folat setiap hari. Contoh sumber folat harian berasal dari sayuran hijau gelap seperti bayam, buah seperti jeruk, stroberi, lemon, mangga, tomat, kiwi, melon, dan padi-padian seperti roti, seral, juga oatmeal.
  3. Kalsium
    Kalsium merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membangun gigi dan tulang yang kuat. Kalsium juga membuat darah membeku secara normal, otot dan saraf berfungsi baik, serta jantung berdetak normal. Kebanyakan kalsium di tubuh ditemukan di tulang. Janin yang sedang berkembang membutuhkan sejumlah kalsium. Bila Anda tidak mengonsumsi kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan janin, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda. Penurunan massa tulang membuat Anda berisiko osteoporosis. Osteoporosis menyebabkan penipisan tulang, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kehamilan menjadi masa kritis wanita untuk mengonsumsi kalsium. Meski ketika tidak ada masalah selama hamil, asupan kalsium yang tidak mencukupi saat ini bisa menghilangkan kekuatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis nantinya. Kebutuhan harian kalsium selama hamil sekitar 1000 mg. Kalsium membantu tubuh mengatur cairan, dan membantu membangun tulang dan gigi bayi. Contoh sumber kalsium harian bisa berasal dari susu, telur, yoghurt, keju pasteurisasi, tahu, almond, dan salmon.
  4. Zat besi
    Bersama dengan sodium, potasium, dan air, zat besi membantu meningkatkan volume darah dan mencegah anemia. Kebutuhan asupan zat besi selama hamil idealnya mencapai 27 mg per hari. Sumber zat besi harian bisa dari sayuran hijau seperti bayam, roti, sereal, oatmeal, daging sapi, makanan laut, dan unggas.
  5. Vitamin C
    Buah dan sayur kaya vitamin C yang membantu penyembuhan luka, perkembangan tulang, serta proses metabolisme. Para ahli merekomendasikan setidaknya 85 mg vitamin C per hari. Contoh sumber vitamin C harian antara lain buah dan sayur seperti jeruk, stroberi, lemon, mangga, tomat, kiwi, melon, dan kentang.

Bunda, selama hamil beberapa jenis makanan dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang. Pastikan semua daging dimasak hingga matang untuk menghindari toksoplasmosis, salmonella, dan bakteri berbahaya lain. Hindari asap rokok, penggunaan obat terlarang, dan konsumsi alkohol. Kurangi atau berhenti konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan soda. Lakukan program olahraga sepanjang kehamilan. Berjalan kaki dan berenang dianggap aktivitas yang sehat selama hamil tapi selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.