Ibu Hamil Wajib Tahu

Ibu Hamil Wajib Tahu

Duniiakesehatan.com – Tak jarang kita menemukan ibu hamil yang sibuk menjaga pola makan dan aktifitasnya hanya demi kesehatan sang bayi yang ia kandung. Bukan hanya itu, melakukan pengecekan ke dokter spesialis kandungan secara rutin juga merupakan salah satu upaya yang calon Mama lakukan untuk menjaga kesehatan anak kesayangannya.

Meskipun sudah melakukan berbagai cara untuk menjaga kesehatan sang bayi, namun apalah gunanya jika Mama tidak mengetahui kondisi kesehatan bayi secara spesifik.

1. Adanya peningkatan berat badan

Ketika menyadari bahwa berat badan Mama bertambah puluhan kilogram di masa kehamilan, maka jangan bersedih!

Justru Mama harus berbahagia, karena hal tersebut menandakan bahwa bayi Mama tumbuh sehat dalam kandungan.

Idealnya, Mama akan mengalami pertambahan berat badan sebesar 13 hingga 15 kilogram selama masa kehamilan berlangsung.

Nah, jika hal tersebut terjadi, maka Mama bisa yakin bahwa bayi yang Mama kandung dalam keadaan sehat. Namun, angka tersebut dapat bervariasi, tergantung apakah Mama mengalami kelebihan berat badan sebelum hamil atau tidak.

Dalam kasus apa pun, jika Mama mampu mempertahankan angka yang ditentukan dokter, maka bisa dipstikan bahwa janin mengalami pertumbuhan yang sehat.

2. Kadar hormon

Setiap wanita yang sedang mengandung, maka tubuhnya juga akan mengalami perubahan hormon.

Penting bagi Mama untuk mengetahui bahwa kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kesehatan janin secara menyeluruh.

Pada dasarnya, perempuan hamil akan menghasilkan sekitar 400 mg progesteron. Berbeda dengan pertumbuhan rahim, agar bisa menopang bayi yang sehat, Mama membutuhkan sekitar 1.200 gram estrogen di dalam tubuh.

3. Perkembangan perut Mama

Memang benar bahwa setiap perempuan yang tengah hamil akan memiliki ukuran serta bentuk perut yang berbeda-beda.

Mama bisa berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan mengenai bentuk dan ukuran perut untuk memastikan bagaimana kondisi kesehatan janin.

Maka dari itu, penting bagi Mama untuk melakukan konsultasi rutin dengan dokter untuk mengetahui kesehatan bayi.

4. Detak jantung yang stabil

Sama seperti manusia pada umumnya, detak jantung janin sangat mempengaruhi kesehatan calon bayi secara keseluruhan.

Secara umum, detak jantung janin berkisar antara 110 dan 160 denyut per menit. Untuk memantau dan mengetahui detak jantung janin, maka Mama dapat melakukannya di mana saja selama Mama sudah memasuki trimester terakhir kehamilan.

Baca juga : Hindari Aktivitas Ini Selama Kehamilan untuk Kesehatan Bayi Anda

5. Pergerakan janin dalam perut

Secara logis, gerakan yang bayi lakukan adalah salah satu cara janin berkomunikasi dengan ibunya. Biasanya gerakan ini mulai terasa saat Mama memasuki trimester terakhir kehamilan.

Seiring berjalannya waktu, Mama akan merasakan tendangan-tendangan kecil dari sang bayi.

Sifat, jenis, dan intensitas gerakan yang dialami perempuan hamil sebenarnya dapat bervariasi dari individu ke individu dan dari kehamilan ke kehamilan.

Namun, setiap bentuk gerakan di dalam rahim adalah indikasi bahwa bayi dapat menerima jumlah oksigen yang optimal dan nutrisi penting lainnya untuk pertumbuhan Si Kecil.

6. Gerakan bayi akan menurun sebelum kelahirannya

Setelah mengetahui pentingnya gerakan janin, maka setelah itu Mama akan mengalami penurunan gerakan janin pada semester akhir kehamilan.

Tidak perlu dikhawatirkan ya Ma, karena hal tersebut sebenarnya justru menandakan bahwa kehamilan dan janin yang Mama kandung berada dalam kondisi sehat.

7. Masih terdapat air ketuban

Pada pemeriksaan USG, penting juga bagi dokter untuk mengetahui jumlah cairan ketuban dalam kandungan Mama.

Ketuban sendiri memiliki banyak peranan terhadap janin, mulai dari pelindung bagi janin hingga berfungsi agar janin mudah bergerak dalam kandungan.

Bila air ketuban sudah habis atau sang Mama tengah mengalami perembasan cairan ketuban, maka hal tersebut dapat beresiko bagi Mama dan sang bayi hingga menyebabkan terjadinya infeksi dalam kandungan.

Nah, itulah ketujuh tanda yang dapat Mama perhatikan ketika bayi yang Mama kandung berada dalam kondisi yang sehat.

Sebelum melakukan pengecekkan, pastikan pula bahwa Mama telah menjaga kondisi tubuh dan pola makan secara baik agar calon bayi dapat berkembang dan tumbuh dengan sehat.

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Duniiakesehatan.com – Makanan dan stamina ibu harus dijaga. Terutama pada trimester kedua kehamilan dan pada trimester ketiga. Wanita hamil membutuhkan 300 hingga 500 kalori ekstra sehari. Nutrisi yang buruk atau kurang nutrisi selama kehamilan akan berdampak pada perkembangan bayi. Jadi, apa makanan sehat untuk perkembangan janin ibu hamil?

Berbagai pilihan makanan sehat untuk ibu hamil

1. Makanan dan minuman berbahan dasar susu
Makanan sehat untuk ibu hamil yang pertama adalah makanan atau minuman yang terbuat dari susu. Produk susu, terutama yogurt, merupakan pilihan tepat bagi Anda yang sedang hamil. Anda juga bisa mengonsumsi susu dan keju secara rutin.

Susu bisa membantu memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk ibu dan janin. Sedangkan produk susu probiotik seperti yogurt bisa membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.

2. Kacang-kacangan
Kacang kedelai, kacang tanah, buncis, dan kacang polong adalah jenis kacang-kacangan yang bisa dijadikan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan tubuh selama kehamilan.

Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting bagi kesehatan ibu serta janin terutama pada trimester pertama. Asam folat, protein, dan kalsium dapat mencegah risiko beberapa kondisi cacat lahir dan penyakit pada bayi ketika lahir.

3. Ubi
Ubi merupakan salah satu makan sehat untuk ibu hamil yang mengandung vitamin A. Nah, vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan pada janin. Saat hamil, umumnya wanita disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin A sebesar 10 sampai 40 persen dari kebutuhan sehari-hari.

Namun, asupan vitamin A tidak boleh terlalu banyak juga, karena akan menyebabkan keracunan. Vitamin A pada sayuran dan umbi-umbian penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel pada janin yang sedang tumbuh.

Baca juga : Tips Merawat Mr.P

4. Ikan salmon
Ikan salmon merupakan sumber vitamin hewani yang wajib dijadikan makanan sehat untuk ibu hamil. Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 penting seperti EPA dan DHA, yang penting untuk perkembangan otak dan mata pada bayi yang sedang tumbuh. Salmon juga merupakan sumber alami vitamin D yang baik untuk ibu dan bayi.

Namun, ibu hamil harus mengonsumsi salmon yang sudah dimasak sampai matang. Jangan mengonsumsi salmon mentah, seperti pada sushi atau sashimi. Daging ikan yang belum matang berisiko terkontaminasi berbagai jenis bakteri yang membahayakan pertumbuhan janin.

5. Telur
Telur merupakan makanan sehat untuk ibu hamil yang bergizi dan mudah untuk didapatkan. Telur bagus untuk meningkatkan asupan gizi secara keseluruhan. Selain itu, di dalam telur juga terdapat kolin, yaitu nutrisi penting untuk kesehatan otak dan perkembangan janin.

6. Brokoli dan sayuran hijau lainnya
Brokoli dan sayuran berdaun hijau, biasanya banyak mengandung sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. Sumber makanan tersebut juga mengandung serat yang dapat membantu mencegah atau mengobati sembelit.

Nutrisi yang terkandung pada sayuran antara lain seperti vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat, dan kalium. Perlu diketahui juga kalau brokoli dan sayuran hijau mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh dan pencernaan

7. Daging
Daging sapi, daging ikan, dan daging ayam merupakan sumber protein yang berkualitas tinggi. Selain itu, dalam daging terdapat kandungan zat besi sebagai mineral penting yang digunakan oleh sel darah merah. Sel darah merah berperan penting untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh.

Maka dari itu wanita hamil membutuhkan lebih banyak zat besi, karena volume darah mereka juga meningkat selama kehamilan, terlebih di trimester ketiga.

Namun, daging bisa jadi makanan sehat untuk ibu hamil kalau sudah dimasak sampai benar-benar matang dan dengan cara yang higienis.

8. Minum air putih yang banyak
Air merupakan salah satu hal yang harus banyak dikonsusmi selama hamil. Pasalnya, volume darah ibu hamil akan meningkat hingga 1,5 liter. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan baik.

Gejala dehidrasi ringan pada ibu hamil meliputi sakit kepala, gelisah, kelelahan, suasana hati jadi kacau, dan jadi cepat lupa. Minum air putih yang cukup terbilang penting, karena volume darah meningkat selama kehamilan. Minum air yang cukup juga dapat membantu mencegah sembelit dan infeksi saluran kemih selama hamil.