Inilah Perbedaan Antara Sehat Dan Bugar

Inilah Perbedaan Antara Sehat Dan Bugar

Duniiakesehatan.com – Di mana kata sehat menjelaskan suatu kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial. Meskipun kata “cocok” lebih baik sesuai dengan kapasitas fisik seseorang.

Pemahaman tentang kesehatan umum dan sederhana adalah suatu kondisi di mana semuanya berjalan normal, berfungsi sesuai dengan fungsinya dan sebagaimana mestinya.

Sedangkan sehat menurut KBBI dapat didefinisikan sebagai

  • Baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit); waras: sampai tua ia tetap karena rajin berolahraga
  • (yang) mendatangkan kebaikan pada badan: makanan dan lingkungan yang diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak
  • Sembuh dari sakit: dokter yang merawatnya menyatakan ia telah dan boleh pulang segera
  • Baik dan normal (tentang pikiran)
  • Boleh dipercaya atau masuk akal (tentang pendapat, usul, alasan, dan sebagainya)
  • Berjalan dengan baik atau sebagaimana mestinya (tentang keadaan keuangan, ekonomi, dan sebagainya)
  • Dijalankan dengan hati-hati dan baik-baik (tentang politik dan sebagainya)

Selama ini sehat selalu identik dengan kondisi tubuh atau badan. Namun pada saat ini sejalan dengan perkembangan zaman kata sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh atau badan, tapi juga berhubungan dengan segala sesuatu yang dapat bekerja, baik berlangsung secara normal dan semestinya.

Baca juga :  Tanda-tanda Badan Anda Tetap Fit

Contoh dalam penggunaan kata sehat :

“Meskipun sudah berusia lanjut namun fisiknya tetap terlihat sehat dan prima”. Pada kalimat tersebut terlihat penggunaan kata sehat berkaitan dengan kondisi tubuh.

“Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang dapat membiayai operasional bulanan selama kurun tiga bulan ke depan”. Pada kalimat tersebut dipastikan kata sehat tidak berkaitan dengan kondisi tubuh seseorang, namun lebih kepada sesuatu yang berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Namun pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, jadi tidak hanya meliputi satu aspek saja namun harus mencakup ketiga pemenuhannya.

Hal tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut WHO tahun 1975 dimana Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

Sedangkan menurut undang-undang kesehatan terbaru yakni dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi.

Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

Penggunaan kata kesehatan yang semakin luas dan menambah batasan pada pengertian dari kesehatan itu sendiri. Mencakup 4 aspek yakni :

  • Kesehatan fisik – Tidak terdapat atau tidak ada keluhan tentang sakit atau terbebas dari penyakit.
  • Kesehatan mental (jiwa) – Pemenuhan mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. Tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  • Kesehatan sosial – Terciptanya hubungan baik dengan orang lain maupun kelompok lain.
  • Kesehatan dari aspek ekonomi – Mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.
  • Pengertian Bugar
    Pengertian bugar menurut KBBI adalah suatu kondisi badan terasa sehat dan segar.

Adapun kata bugar diartikan sebagai suatu kemampuan individu dalam melakukan aktivitas dengan efektif dan efisien serta bisa melakukan secara mendadak atau berkala tanpa merasa lelah.

Meskipun kata bugar digolongkan sebagai adjektiva yang artinya adalah sehat dan juga segar. Bugar menerangkan kondisi badan atau tubuh. Namun dalam bahasa medis keduanya memiliki artian yang berbeda.

Ciri-ciri Tubuh Anda Mulai Tidak Bugar

Ciri-ciri Tubuh Anda Mulai Tidak Bugar

Duniiakesehatan.com – Banyak orang mungkin tidak menjaga kebugaran tubuhnya. Jarang melakukan olahraga serta banyak menghabiskan waktu untuk tidur atau duduk. Padahal, kebugaran tubuh sangat penting untuk menunjang aktivitas yang Anda jalani setiap hari dan juga meningkatkan kesehatan Anda.

Kebugaran merupakan serangkaian kualitas tubuh yang mampu meningkatkan kinerja aktivitas fisik. Kebugaran fisik sendiri terdiri dari berbagai komponen, sehingga tidak mudah mengatakan seseorang mempunyai kebugaran yang baik atau tidak jika hanya dilihat sekilas. Beberapa komponen dalam kebugaran, yaitu:

  • Kebugaran kardiorespirasi (jantung dan paru-paru) menunjukkan seberapa baik tubuh Anda dalam menyediakan energi melalui peredaran darah dan sistem pernapasan selama beraktivitas.
  • Kekuatan otot menunjukkan seberapa besar kemampuan otot dalam memaksa otot tetap kuat selama beraktivitas.
  • Daya tahan otot menunjukkan kemampuan otot untuk terus bertenaga tanpa membuat lelah.
  • Komposisi tubuh menunjukkan seberapa besar komposisi tubuh Anda, yang terdiri dari jumlah otot, tulang, air, dan lemak.
  • Fleksibilitas (kelenturan) menunjukkan rentang pergerakan yang bisa dilakukan sendi.

Anda bisa mengetahui kebugaran Anda baik atau tidak dari seberapa baik kinerja Anda di setiap komponen tersebut. Misalnya, berapa banyak gerakan push up atau sit up yang Anda hasilkan sampai Anda merasa lelah, ini untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot Anda. Atau, seberapa waktu yang Anda perlukan untuk berlari dengan jarak 2,4 km atau 1,5 mil, untuk menunjukkan seberapa baik kebugaran jantung Anda.

Kebugaran tubuh tiap orang pasti berbeda-beda. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup (termasuk aktivitas fisik), jaringan otot, genetik, dan kesehatan secara keseluruhan. Semakin sering Anda berolahraga, semakin baik pula kebugaran tubuh Anda.

Jadi, jangan salah jika orang gemuk yang sering olahraga bisa jadi memiliki kebugaran yang lebih tinggi dan lebih sehat dibandingkan orang kurus tapi tidak pernah olahraga.

Baca juga :  manfaat latihan kebugaran jasmani untuk fisik dan mental

Menjaga tubuh tetap bugar dapat menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan dan mencegah Anda dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes. Dilansir dari Prevention, tingkat kebugaran dapat menentukan seberapa besar risiko Anda terhadap gagal jantung. Hal ini dikemukakan dalam penelitian yang dipresentasikan pada American Heart Association’s Quality of Care and Outcomes Research Scientific Sessions tahun 2013.

Rutin berolahraga membuat metabolisme tubuh Anda terjaga, sehingga Anda bisa terhindar dari kenaikan berat badan berlebih. Selain itu, peredaran darah juga bisa berjalan dengan lancar saat rutin berolaharaga, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Rutin berolahraga juga membuat tubuh lebih lentur, otot lebih kuat, serta tidak mudah cedera.

Bagaimana tanda jika tubuh kurang bugar?
Anda mungkin merasa tubuh kurang bugar saat Anda mudah lelah dan lemas setelah beraktivitas. Pada kenyataannya, tingkat kebugaran dapat ditentukan dengan cara melakukan berbagai pengukuran untuk berbagai komponen. Kebugaran fisik seseorang tidak bisa dilihat begitu saja tanpa diukur.

Meski demikian, Anda mungkin mempunyai tubuh kurang bugar jika mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Otot terasa nyeri atau kaku dan tidak nyaman setelah berolahraga.
  • Mempunyai rentang pergerakan sendi yang terbatas atau tubuh kurang lentur.
  • Mudah mengalami cedera saat berolahraga.
  • Mudah lelah saat berolahraga.
  • Sering mengantuk karena otak kekurangan oksigen.
  • Mudah terengah-engah atau bahkan dada terasa nyeri saat berolahraga.
  • Sering susah tidur.
  • Pencernaan tidak lancar karena metabolisme tubuh melambat.

Apakah Anda pernah mengalami dari tanda-tanda di atas? Jika iya, artinya Anda harus lebih rutin lagi berolahraga agar kebugaran tubuh meningkat.