Tak Disangka Telur Menjadi Makanan Sehat

Tak Disangka Telur Menjadi Makanan Sehat

Duniiakesehatan.com – Telur juga diketahui mengandung antioksidan unik dan nutrisi otak yang kuat, yang keduanya dibutuhkan oleh manusia untuk meningkatkan fokus dan kekuatannya.

Yang menarik, telur adalah sumber makanan yang kandungan gizinya hampir sulit diubah ketika diproses dengan berbagai cara, baik itu direbus, digoreng, atau dibentuk sebagai hidangan omelet.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 6 alasan mengapa telur adalah salah satu makanan tersehat di seluruh dunia.

1. Telur Utuh Adalah Makanan Paling Bergizi di Bumi
Sebutir telur utuh mengandung berbagai nutrisi yang menakjubkan, di mana terdiri dari vitamin, mineral, protein berkualitas tinggi, lemak baik dan berbagai sumber gizi lain.

Meski begitu, sangat penting untuk menyadari bahwa hampir semua nutrisi terkandung dalam kuning telur, putih hanya mengandung protein.

2. Tidak Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Pada faktanya, telur memang mengandung cukup banyak kolesterol. Namun, kabar baiknya, sumber pangan ini justri memiliki efek minimal pada risiko penyakit jantung.

Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa makan tiga butir telur utuh per hari mengurangi resistensi insulin, meningkatkan kada kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan ukuran partikel LDL pada orang dengan sindrom metabolik.

Singkat kata, telur benar-benar meningkatkan profil kolesterol, di mana hal itu berdampak pada penambahan jumlah HDL (kolesterol baik) dan meningkatkan ukuran partikel LDL, yang berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung.

3. Telur Mengandung Kolin Tinggi Sebagai Nutrisi Otak
Sejatinya, kolin tidak cukup dikenal sebagai sumber nutrisi, dan kerap dikelompokkan bersama dengan vitamin B-kompleks.

Kolin adalah nutrisi penting untuk kesehatan manusia dan diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh.

Asupan kolin yang rendah telah terlibat dalam penyakit hati, penyakit jantung dan gangguan neurologis.

Nutrisi ini mungkin sangat penting bagi wanita hamil. Studi menunjukkan bahwa asupan kolin yang rendah dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf dan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada bayi.

Sumber kolin terbaik dalam makanan adalah kuning telur dan hati sapi. Satu telur besar mengandung 113 minigram kolin.

4. Mengandung Protein dengan Asam Amino Sempurna
Protein adalah blok bangunan utama tubuh, di mana berfungsi melayani tujuan struktural dan fungsional.

Mereka terdiri dari asam amino yang dihubungkan bersama, jenis manik-manik seperti pada tali, dan kemudian dilipat menjadi bentuk kompleks.

Ada sekitar 21 asam amino yang digunakan tubuh untuk membangun proteinnya.

Sembilan di antaranya tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan, atau umum dikenal sebagai asam amino esensial.

Kualitas sumber protein ditentukan oleh jumlah relatif asam amino esensial ini. Sumber protein yang mengandung semuanya dalam rasio tepat adalah sumber berkualitas tinggi untuk hal terkait.

Telur adalah salah satu sumber protein terbaik dalam makanan. Bahkan, nilai biologis (ukuran kualitas protein) sering dievaluasi dengan membandingkannya dengan telur, yang diberi skor sempurna 100.

Baca juga : 7 Fakta Kesehatan Yang Tidak Anda Sadari

5. Telur Kayan Lutein dan Zeaxanthin, yang Melindungi Mata
Ada dua antioksidan dalam telur yang memicu efek perlindungan kuat pada mata, yakni lutein dan zeaxanthin, yang masing-masing bisa ditemukan di kuning telur.

Lutein dan zeaxanthin cenderung menumpuk di retina, bagian sensoris mata, di mana mereka melindungi indera penglihatan itu dari bahaya sinar matahari yang berbahaya.

Antioksidan ini secara signifikan mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak, yang merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada orang tua.

Dalam satu studi, makan 1,3 kuning telur per hari selama 4,5 minggu, mampu tingkatkan kadar zeaxanthin dalam darah sebesar 114-142 persen dan lutein sebesar 28-50 persen.

6 Sarapan Telur Bantu Hancurkan Lemak Tubuh
Telur hanya mengandung sedikit karbohidrat, tetapi banyak protein dan lemak. Uniknya, telur mampu meraih skor sangat tinggi pada skala yang disebut indeks kenyang, yakni ukuran berapa banyak makanan berkontribusi terhadap rasa kenyang.

Untuk alasan ini, tidak mengherankan jika hasil penelitian menyebut bahwa makan telur saat sarapan dapat menyebabkan kehilangan lemak.

Dalam sebuah penelitian, 30 wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas mengkonsumsi sarapan telur atau bagel. Sarapan kedua memiliki jumlah kalori yang sama.

Para wanita dalam kelompok telur merasa lebih kenyang dan makan lebih sedikit kalori selama sisa hari dan selama 36 jam berikutnya.

Related posts